KEHAMILAN
27 Agustus 2019

Dampak Polusi Udara Buruk Pada Ibu Hamil

Dampak polusi udara bagi ibu hamil termasuk risiko terjadinya kelahiran dengan berat badan lahir rendah
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Carla Octama

Ini Dampak Polusi Udara Bagi Ibu Hamil dan Cara Mencegah Risiko pada Janin

Polusi udara menjadi salah satu isu masalah kesehatan yang sedang dikhawatirkan banyak masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan, khususnya di Jakarta.

Apalagi, ketika masyarakat mengetahui kualitas udara di Jakarta kerap berada pada indeks yang tidak sehat atau sangat tidak sehat. Meskipun, perlu diketahui bahwa kualitas udara bisa berubah-ubah setiap waktunya.

Menurut dr. Feni Fitriani Taufik, Sp. P (K), M.Ked, dokter spesialis paru dan pernapasan konsultan paru kerja dan lingkungan di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, "Dampak polusi udara sangat berbahaya terhadap kesehatan paru-paru. Paru-paru menjadi tempat bersarangnya partikel-partikel sangat kecil dan berbahaya yang terkandung dalam polusi udara."

Lebih lanjut, dokter Feni menambahkan, "Hal ini kemudian merangsang terjadinya perubahan sel dalam saluran pernapasan, diserap ke pembuluh darah, dan menyebar ke berbagai organ tubuh."

Beberapa risiko kesehatan yang terjadi akibat terpapar kualitas udara yang buruk dalam jangka panjang termasuk peradangan sistemik, penurunan fungsi paru, ada risiko penyempitan pembuluh darah, dan memicu sejumlah penyakit kronik seperti kanker paru, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), stroke, penyakit jantung, serta diabetes.

Baca Juga: Viral Jakarta Punya Polusi Udara Buruk, Cegah Dampak Polusi Pada Tubuh dengan 5 Cara Ini

Dampak Polusi Udara pada Ibu Hamil dan Janin

risiko polusi udara untuk ibu hamil

Polusi udara berbahaya bagi seluruh makhluk hidup, mulai dari anak-anak, dewasa, orang lanjut usia, termasuk juga semakin berbahaya bagi ibu hamil dan janin di dalam kandungan.

Dokter Merwin Tjahjadi, Sp. OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, menguraikan efek berbahaya yang terjadi bila ibu hamil dan wanita pada umumnya terlalu banyak terpapar udara berkualitas buruk.

Baca Juga: Waspadai 9 Kondisi Ibu yang Berisiko Melahirkan Bayi Prematur Ini!

  • Berat badan lahir rendah
  • Meningkatkan risiko kelahiran prematur
  • Meningkatkan risiko bayi dengan kelainan cacat bawaan
  • Infeksi saluran pernapasan atas dan asma, karena polusi udara buruk dapat memicu terjadinya infeksi saluran pernapasan atas atau menjadi pencetus asma pada ibu hamil.
  • Meningkatkan risiko kardiovaskular maupun hipertensi dalam kehamilan akibat proses pengapuran plasenta
  • Masalah fertilitas. Beberapa studi telah membuktikan bahwa polusi udara dapat memberikan dampak berkurangnya tingkat fertilitas, baik pada wanita maupun pria. Beberapa penelitian lainnya bahkan menghubungkan hal ini dengan kemungkinan keguguran.

Baca Juga: Pahami Dampak Polusi Pada Kesuburan

Tips Mengurangi Dampak Polusi Udara Buruk pada Ibu Hamil

tips kurangi polusi udara untuk ibu hamil

"Polusi udara menjadi lebih berbahaya karena tidak kasat mata, sehingga seringkali diabaikan oleh ibu hamil. Namun, mengingat dampaknya, upayakan untuk meminimalisir paparan polusi udara ini," saran dokter Merwin.

Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan bagi ibu hamil dalam mengurangi paparan polusi udara yang buruk ketika sedang beraktivitas di dalam dan luar ruangan?

Dokter Merwin menjelaskan, salah satu caranya yaitu memerhatikan AQI (Air Quality Index) ketika berencana untuk beraktivitas di luar ruangan.

"Hindari aktivitas di luar ruangan di siang hari karena saat itulah polusi udara tertinggi, upayakan untuk memilih lingkungan hijau ketika berolahraga atau beraktivitas di luar ruangan. Alat penyaring udara juga bisa digunakan untuk membantu membersihkan udara ketika Anda sedang berada di dalam ruangan,” tambah dokter Merwin.

Lebih lanjut lagi, ia mengingatkan untuk ibu hamil pada trimester awal agar lebih waspada. Ini karena risiko keguguran akibat terpapar polusi udara dapat meningkat pada usia kehamilan yang masih muda.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan masker pernapasan yang layak dan sesuai ketika beraktivitas di luar ruangan, dan pantau selalu kualitas udara sebelum pergi ke suatu tempat.

Artikel Terkait