2-3 TAHUN
26 Agustus 2019

Ketahui Dampak Polusi Udara yang Buruk Pada Kesehatan Si Kecil

Si Kecil bisa memiliki iritasi pada mata dan gangguan pernapasan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Jakarta tercatat sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia pada Kamis, 1/8 lalu.

Musim kemarau yang berkepanjangan, peningkatan emisi gas buang industri, kendaraan bermotor, dan pembangkit listrik menjadi penyebab utamanya.

Karenanya, masyarakat perkotaan khususnya mulai memerhatikan kesehatan dengan melindungi diri dari paparan polusi yang bisa berisiko bagi kesehatan dalam jangka pendek dan panjang.

Polusi udara memiliki campuran partikel dan gas dari bahan alami dan buatan manusia.

Polutan udara luar ruangan yang paling banyak ditemukan di daerah perkotaan yaitu particullate matter (PM), nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3), dan sulfur dioksida (SO2).

Sumber polusi udara dapat berasal dari proses alam (kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, badai), sektor transportasi (gas buang kendaraan, debu di jalan raya), sektor industri (pembakaran bahan bakar, proses industri, dan lainnya), dan sektor rumah tangga (pembakaran biomas, asap rokok, dan lainnya).

Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Makin Buruk, Lakukan 5 Cara Ini untuk Memperbaikinya

Jenis Kualitas Udara Jakarta yang Buruk

polusi udara jakarta-.jpg

Kadar polusi udara di kota Jakarta cukup bervariasi dari satu titik ke titik lain, dan dari satu waktu ke waktu lainnya. Angka kadar polusi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, seperti: besarnya sumber polutan, arah angin, kecepatan angin, dan lain-lain.

Kadar kualitas udara di suatu titik atau wilayah, bisa dilihat berdasarkan nilai Air Quality Index (AQI), dapat berada antara kualitas baik (<50), sedang (51-100), kurang sehat (101-150), tidak sehat (151-200), sangat tidak sehat (201-300) dan berbahaya (>300).

Penting bagi masyarakat untuk mengetahui kadar AQI saat hendak beraktivitas di luar ruangan.

Jika kualitas udara sudah berada pada skala antara 100-150, maka kelompok tertentu yang sensitif sudah harus waspada, dan jika angkanya >150, maka semua kelompok masyarakat harus waspada dan melindungi diri dari paparan polusi udara.

Penting untuk mencegah dampak buruk dari polusi udara. Tidak hanya untuk Moms dan Dads yang sering beraktivitas di luar ruangan, tetapi lindungi juga anak yang dapat merasakan akibat dari menghirup udara kotor.

Baca Juga: Tinggal Di Kota Besar? Begini Cara Melindungi Anak dari Polusi Udara

Dampak Polusi Udara Buruk pada Anak

anak batuk.jpg

Anak-anak bernapas lebih cepat dibanding orang dewasa, sehingga mereka akan menghirup lebih banyak polusi per kilogram berat badan dari udara berkualitas buruk.

Anak berada dalam periode penting perkembangan, sehingga paparan racun dapat menyebabkan efek negatif bagi tumbuh kembang anak.

Apalagi, anak mempunyai kebiasaan menjelajah dan beraktivitas di luar ruangan, sehingga ia rentan menghirup atau terpapar polusi udara.

"Pengaruh polusi udara yang paling umum pada anak yaitu iritasi mata dan saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, dan perburukan penyakit paru dan jantung yang sudah ada sebelumnya," papar dr. Wahyuni Indawati, Sp. A (K), dokter spesialis anak konsultan respirologi RS Pondok Indah-Pondok Indah.

Ia melanjutkan, "Risiko perburukan penyakit paru akan lebih tinggi pada anak yang memiliki penyakit sebelumnya seperti asma, pneumonia, penyakit jantung, gangguan imunitas, malnutrisi, dan lain-lain."

Baca Juga: Cegah Risiko Akibat Polusi Udara, Ini Cara Pemilihan Masker yang Tepat

Tips Mengurangi Dampak Buruk Polusi pada Anak

polusi udara

Lebih lanjut, dr. Wahyuni juga membagikan beberapa panduan untuk mengurangi dampak dari kualitas udara yang buruk pada anak:

  • Hindari beraktivitas di sekitar jalan raya yang penuh dengan kendaraan
  • Atur pendingin ruangan (air conditioner) dalam mode “re-circulate”, dan ganti filter secara teratur
  • Bekerjasama dengan pihak sekolah untuk membatasi waktu bermain anak di luar ruang apabila AQI sedang tidak baik
  • Pakai masker dengan ukuran yang sesuai anak. Gantilah masker jika sudah tampak kotor. Apabila AQI sedang sangat tinggi, sebaiknya anak-anak tetap beraktivitas di dalam ruangan saja
  • Hindari aktivitas dalam rumah yang dapat menambah kontaminasi, seperti merokok di lingkungan sekitar rumah, karena akan memperburuk dampak polusi udara dan dampak paparan asap rokok bagi anak
  • Pastikan anak tetap terhidrasi, dianjurkan untuk banyak minum agar saluran napas tetap lembap dan lendir tetap encer
  • Bisa menggunakan alat penyaring udara (air purifier) agar dapat membantu membersihkan udara di dalam ruangan
Artikel Terkait