DI ATAS 5 TAHUN
16 Maret 2019

Dampak Psikologis Verbal Bullying pada Anak dan Cara Menghentikannya

Berpotensi merenggut nyawa jika sudah parah.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina
Disunting oleh Dina

Berteriak, merendahkan, memanggil dengan makian atau mengejek, mengancam serta meremehkan adalah tindak verbal bullying yang bisa mengancam kesehatan mental anak, Moms.

Penelitian menunjukkan bahwa verbal bullying seringnya terjadi tanpa banyak disadari anak.

Ketika anak dilecehkan secara verbal, pelaku bullying menggunakan kombinasi dari dua bentuk pelecehan yang terang-terangan seperti mengejek serta mengancam, atau memanas-manasi keadaan dengan menginterupsi pembicaraan dan menanamkan ide-ide negatif tentang diri seseorang.

Bahkan silent treatment yang berkepanjangan ternyata termasuk dalam kategori kekerasan verbal karena pelaku bullying tengah berupaya untuk mengendalikan dan menghukum anak dengan menolak untuk berbicara dengannya.

Baca Juga: 5 Jenis Bullying yang Mungkin Dialami Anak

Parahnya jika sudah terjadi dalam lingkungan keluarga sedari kecil, verbal bullying bisa dipandang sebagai hal yang lumrah, bahkan dianggap komunikasi biasa.

Konsekuensi dari hal ini tentunya akan lebih panjang.

Dampak Verbal Bullying pada Anak

dampak psikologis ejekan 1

Foto: momjunction.com


Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dilecehkan secara verbal baik di rumah atau di sekolah berisiko lebih besar untuk mengalami depresi dan gangguan kecemasan ketika dewasa.

Verbal bullying juga bisa membuat anak mengorbankan harga dirinya karena lama kelamaan dia akan percaya dengan ucapan-ucapan negatif yang ditujukan kepadanya sedari lama.

Hal ini dapat memengaruhi kehidupan anak, termasuk kinerja akademis, persahabatan, dan keberhasilan mereka di tempat kerja di kemudian hari.

Berbahaya sekali, ya, Moms?

Korban verbal bullying ini mungkin akan memilih untuk diam saja dan tidak menunjukkan reaksi apa-apa, membiarkan emosinya terpendam.

Hal ini berbahaya karena akan mempengaruhi segala tindakan dan tingkah laku korban di kemudian hari.

Berikut dampaknya bagi korban, dilaporkan oleh sebuah penelitian organisasi bullying di Inggris:

  • Self-harm
  • Depresi
  • Mengisolasi diri dengan mengurung diri di rumah atau di kamar
  • Menghindari sosial media
  • Merasa gelisah ketika harus berangkat sekolah
  • Pemarah dan agresif
  • Ikut menggertak orang lain
  • Mengalami gangguan makan
  • Beralih ke minuman beralkohol atau narkotika
  • Jika sudah sangat parah, korban berpotensi besar melakukan bunuh diri

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Balita Menjadi Pelaku Bullying

Menghentikan Verbal Bullying pada Anak

dampak psikologis ejekan 2 (2)

Foto: unsplash.com

Mengambil tindakan yang tepat tidaklah mudah bagi korban kekerasan.

Maka dari itu, penting untuk Moms dan Dads untuk mengajarkan rasa empati kepada anak-anak dan mengingatkan untuk membela kebenaran selayaknya pahlawan-pahlawan super.

Beberapa tindakan sederhana yang bisa dilakukan adalah:

  1. Jika terjadi di sekolah, laporkan kepada guru atau otoritas tertentu di sekolah. Dengan memberitahu pihak otoritas sekolah, walau tidak bisa langsung meredam kekerasan tersebut, setidaknya ada tindakan khusus seperti pengawasan ketat di sekolah.
  2. Laporkan kepada orang tua atau anggota keluarga yang lain. Menjadi orang tua yang terbuka dengan anak-anak menumbuhkan rasa percaya dan rasa aman bagi anak-anak. Setelah melaporkan hal ini pada orang tua, anak akan merasa lega dan didukung secara emosional serta menumbuhkan keberaniannya.
  3. Tegaskan kepada si pelaku kekerasan bahwa dia hanya membuat dirinya terlihat bodoh. Ini akan menunjukkan penolakan untuk merasa tertindas dari diri korban, namun perlu dipahami sebelum menegaskan diri di depan pelaku kekerasan, pastikan tindakan tersebut tidak membuat pelaku menjadi semakin agresif dan memperparah tindak kekerasannya.
  4. Abaikan “anjing menggonggong”, karena semakin kita beri dia perhatian, semakin lama dia menggonggong. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjelaskan Bullying Pada Anak?

Itulah dampak verbal bullying pada anak berikut dengan cara mengentikannya. Yuk, lindungi anak kita dari verbal bullying ini.

(MDA)

Artikel Terkait