KESEHATAN
25 Maret 2020

Sering Makan Es Batu, Ini Dampaknya pada Kesehatan Gigi

Kebiasaan ini bisa berisiko untuk gusi dan gigi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah Moms memiliki kebiasaan makan es batu? Ternyata, kebiasaan ini memiliki penyebab, dan dapat berdampak pada kesehatan lho, Moms!

Memang ketika cuaca sedang panas, akan ada keinginan untuk selalu ingin mengonsumsi minuman yang dingin dan menyegarkan.

Selain itu, memakan es batu usai menenggak minuman juga dapat memuaskan dahaga.

Tahukah Moms, bahwa kebiasaan menggigit es batu ini memiliki istilah medis yang dinamakan pagophagia, yang berarti dorongan untuk makan es batu tersebut.

Cari tahu lebih lanjut tentang penyebab pagophagia, dan apa dampak kesehatan yang bisa terjadi karena kebiasaan ini.

Baca Juga: 5 Fakta Kesehatan Gigi Bayi yang Wajib Moms Ketahui

Penyebab Makan Es Batu

makan es batu-1.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Mengutip Turkish Journal of Psychiatry, disebutkan bahwa pagophagia ditandai dengan konsumsi es batu atau minuman es. ]

Biasanya, dikaitkan dengan anemia defisiensi besi, atau kelainan mental seperti cacat intelektual, autisme, dll.

1. Anemia Defisiensi Besi

Makan es batu sering dikaitkan dengan anemia defisiensi besi.

Anemia terjadi ketika darah tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk bisa membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Tanpa oksigen, tubuh bisa merasa lelah dan kehabisan napas.

Brian Thompson, dalam paper Food and Agriculture Organization (FAO), menyebutkan bahwa kekurangan zat besi dan anemia memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan manusia.

Pada Journal of the American Association of Nurse Practitioners, disebutkan bahwa konsumsi es batu ini sering dikaitkan dengan kekurangan zat besi.

2. Pica

Mengutip National Eating Disorders Association, pica adalah gangguan makan yang melibatkan makanan yang biasanya tidak dianggap sebagai makanan yang mengandung nilai gizi.

Beberapa gejala dan karakter dari kondisi pica yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang tidak memberikan nilai gizi secara terus-menerus, selama setidaknya satu bulan.
  • Konsumsi zat yang bukan merupakan bagian dari praktik yang didukung secara budaya atau sosial normatif (misalnya, ada budaya yang menganjurkan tanah liat sebagai bagian dari praktik pengobatan).
  • Sesuatu yang dikonsumsi bervariasi, mungkin termasuk kertas, sabun, kain, rambut, tali, wol, tanah, kapur, bedak, cat, permen karet, logam, kerikil, arang, abu, tanah liat, atau makan es batu.
  • Secara umum, seseorang dengan kondisi pica tidak menolak untuk menelan makanan.

Baca Juga: Mengenal Diabulimia, Gangguan Makan yang Paling Berbahaya di Dunia

3. Gangguan Perkembangan, Mental atau Emosional

Dr. Rajiv K. Pruthi, M.B.B.S., seorang dokter hematologi, menjelaskan bahwa beberapa individu yang terus-menerus makan es batu bisa merupakan tanda adanya gangguan emosional, perkembangan, atau mental.

"Pada beberapa individu, pica adalah tanda adanya masalah emosional, seperti stres, gangguan obsesif-kompulsif (OCD) atau gangguan perkembangan," jelasnya mengutip Mayo Clinic.

Ia melanjutkan, "Evaluasi medis yang menyeluruh dapat membantu untuk menentukan penyebab pica berdasarkan kondisi medis yang mendasarinya. Jika penyebab pica adalah masalah emosional atau perkembangan, terapi perilaku kognitif dapat membantu."

Dampak Terlalu Sering Makan Es Batu

makan es batu-2

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa dampak yang diakibatkan karena terus-menerus makan es batu, yang sebagian besar dapat merusak kesehatan gigi dan gusi. Berikut penjelasannya, mengutip The Healthy.

1. Dapat Merusak Enamel Gigi

"Mengunyah es adalah kebiasaan yang dimiliki banyak orang dan mereka sama sekali tidak menyadari efeknya yang berbahaya," kata Gregg Lituchy, DDS, dokter gigi kosmetik di New York.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, "Ini akan membuat enamel aus, yang berpotensi menyebabkan gigi patah. Kondisi ini bahkan bisa separah hingga membutuhkan terapi saluran akar."

Baca Juga: Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut selama Hamil dengan Makanan Ini

2. Berisiko Membuat Gigi Berlubang dan Sensitif

Kerusakan gigi yang berasal dari makan es batu juga dapat membuat gigi berlubang dan lebih sensitif.

"Dampaknya juga termasuk gigi pecah-pecah, masalah dengan tambalan, dan bahkan otot rahang yang menjadi sakit, jelas Dr. Lituchy.

Selaini itu, banyak orang mengatakan gigi mereka menjadi sangat sensitif terhadap minuman dan makanan panas dan dingin. Makan es batu juga membuat seseorang mungkin menjadi lebih rentan mengalami gigi berlubang.

3. Bisa Menyebabkan Infeksi Gusi

Infeksi gusi juga menjadi dampak lain jika Moms sering mengonsumsi es batu secara terus-menerus.

"Ketika mengunyah es, ada risiko potensial memakan sepotong es yang tajam dan dapat menusuk gusi Anda, menyebabkan infeksi dan masalah gusi serius lainnya," kata Dr. Lituchy.

Jika merasa perlu mengunyah sesuatu, cobalah mengunyah permen karet bebas gula, membiarkan irisan es mencair di mulut, atau makan makanan seperti wortel atau potongan apel.

Itu dia Moms, beberapa penyebab dan dampak akibat makan es batu secara terus-menerus. Bila merasa sulit menghilangkan kebiasaan ini, konsultasikan ke dokter, ya.

Baca Juga: Radang Gusi pada Anak yang Bisa Menyerang. Simak Jenis Infeksi Lainnya!

Artikel Terkait