KESEHATAN
15 Oktober 2019

Darah Haid Hitam, Apa Harus Khawatir?

Darah haid hitam memang normal di awal atau akhir siklus, tapi jika disertai gejala lain tetap harus diwaspadai
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Orami

Bagi sebagian besar perempuan, menstruasi dimulai antara usia 12-13 tahun. Siklus menstruasi ini terjadi setiap 21-35 hari atau lebih.

Menurut American Academy of Obstetricians dan Gynaecologists, menstruasi dapat digunakan sebagai tanda kesehatan yang vital.

Mulai dari panjangnya siklus, tekstur, dan warna, semua bisa mengindikasikan sesuatu yang penting terkait kesehatan Moms.

“Siklus menstruasi setiap perempuan berbeda dan tidak ada penyebab spesifik yang bisa disebutkan kenapa siklus tersebut berbeda-beda,” ujar dr. Vanessa MacKay, Konsultan Ginekolog dan Juru Bicara untuk Royal College of Obstetricians and Gynecologists.

Sebenarnya darah menstruasi pun bervariasi, lho. Mungkin Moms pernah melihat warna darah yang hitam, cokelat, merah, merah terang, bahkan oranye.

Meskipun sebagian besar warna darah menstruasi ini dianggap “normal” atau “sehat”, tetapi ada pula warna-warna yang patut diperhatikan.

Darah Haid Hitam, Haruskah Khawatir?

Membuat Kalender Haid untuk Menghitung Masa Subur 3.jpg

Nah, bagaimana dengan darah hitam? Darah hitam mungkin terlihat mengkhawatirkan, tetapi tidak berarti darah hitam selalu butuh perhatian lebih serius.

Biasanya Moms akan melihat warna darah haid hitam ini saat periode menstruasi mau selesai atau mau mulai.

Ketika darah membutuhkan waktu ekstra untuk keluar dari rahim, darah pun mengoksidasi.

Hal ini bisa menyebabkan munculnya warna cokelat, cokelat tua, hitam, bahkan menyerupai bubuk kopi.

Namun, apabila darah haid hitam keluar disertai gejala-gejala lain seperti nyeri, demam, bau tidak sedap, dan keluhan lain, saat itulah Moms harus berjaga-jaga.

Baca Juga: Ini Jenis dan Gejala Kista Ovarium yang Patut Diwaspadai

Apa Arti Darah Haid Hitam

Bikin Haid Tak Teratur dan Ganggu Kesuburan, Apa Penyebab PCOS dan Gejalanya 02.jpg

Keluarnya darah haid hitam biasanya merupakan tanda darah tua. Darah sudah memiliki waktu untuk teroksidasi, sehingga berubah warna menjadi hitam atau cokelat. Biasanya darah hitam atau cokelat ini dikaitkan dengan:

  • Awal atau akhir siklus menstruasi

Saat aliran darah Moms lambat, darah mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari tubuh.

Darah jadi tinggal di rahim lebih lama, sehingga warnanya pun berubah jadi cokelat atau hitam. Darah hitam ini juga mungkin merupakan sisa-sisa dari menstruasi terakhir Moms.

  • Lochia

Lochia adalah perdarahan setelah persalinan. Setiap perempuan yang habis melahirkan pasti mengalami perdarahan selama empat hingga enam minggu.

Awalnya darah akan keluar sangat banyak, lalu pada hari keempat dan seterusnya, lochia akan berubah warna jadi merah muda atau kecokelatan.

  • Kehamilan

Apabila Moms mengalami bercak selama kehamilan, beberapa di antaranya mungkin berwarna cokelat atau hitam. Jika Moms mengalami hal ini, segera hubungi dokter, ya.

Baca Juga: Benarkah Siklus Menstruasi Tidak Teratur Bikin Susah Hamil?

  • Keguguran

Umumnya, saat keguguran, Moms akan mengalami perdarahan merah terang. Tetapi, ada juga yang mendapati darahnya jadi cokelat atau hitam karena mengalami “missed miscarriage” atau “keguguran yang terlewat.”

Dengan jenis keguguran ini, janin berhenti berkembang tetapi tidak keluar dari rahim selama setidaknya 4 minggu. Untuk itu, Moms mungkin akan mengalami bercak atau perdarahan berwarna cokelat tua.

  • Ada Objek yang Tertinggal

Darah haid hitam juga bisa jadi pertanda bahwa ada objek atau benda asing di dalam vagina Moms.

Hal ini bisa terjadi apabila Moms mungkin secara tidak sengaja memasukkan tampon dan lupa menariknya.

Benda-benda lain yang bisa saja tersangkut di vagina adalah kondom, alat kontrasepsi, dan mainan seks. Segera kunjungi dokter ya, Moms.

Bagaimana Merawatnya?

5 Konsultasi Dokter.jpg

Darah hitam mungkin adalah bagian dari siklus menstruasi Moms dan tidak membutuhkan perawatan khusus.

Namun, apabila darah haid hitam disertai gejala lain seperti demam, nyeri, atau bau tidak sedap, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Perawatan untuk darah haid hitam tergantung penyebabnya. Misalnya, untuk objek yang tertinggal di vagina harus diangkat oleh dokter, terutama jika Moms mengalami gejala lain seperti nyeri atau demam.

Contoh lain, untuk missed miscarriage biasanya akan teratasi dengan sendirinya, tetapi jika tidak, dokter mungkin akan menyarankan beberapa prosedur.

Baca Juga: Selain Buah Zuriat, 7 Buah Ini Juga Bagus untuk Program Hamil

Itulah informasi mengenai darah haid hitam untuk Moms. Apabila Moms memang merasa ada yang salah dengan bagian rahim atau vagina Moms, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter, ya. Lebih baik diobati sejak dini daripada menunggu sampai parah.

(SR)

Artikel Terkait