2-3 TAHUN
4 November 2019

Daripada Main Gadget, Mari Lakukan 5 Aktivitas Berkebun yang Cocok untuk Balita di Luar Rumah

Bermain di luar ruang itu lebih sehat, lho, Mom
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Rasanya mungkin sedikit aneh untuk mengajak balita berkebun ya, Moms?

Tapi, sebenarnya ada begitu banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh balita saat dia menghabiskan waktu di luar ruangan dan dekat dengan alam, seperti meringankan stres, menumbuhkan rasa ingin tahu, belajar konsep biologi dan nutrisi, ataupun mengasah motorik halusnya.

Moms cukup menyiapkan peralatan berkebun mini yang sesuai dengan usianya, lalu ajak balita berkebun dengan melakukan beberapa aktivitas ini:

1. Menanam Sayuran yang Cepat Tumbuh

5 aktivitas berkebun yang cocok untuk balita 1

Foto : js-diabetes.com

Moms pasti bisa membayangkan kan, betapa senangnya perasaan balita saat dia bisa memanen dan memakan sayuran yang sudah dia tanam sendiri?

Sayuran atau buah seperti tomat ceri, strawberry, baby carrot, atau lobak adalah pilihan yang tepat dan rasanya juga disukai oleh balita.

Sebagai alternatif, Moms juga bisa mengajak balita menanam bunga yang cepat mekar seperti aster, azalea, atau snapdragon.

Baca Juga : Ajak Anak Camping di Alam Terbuka. Ini Sederet Manfaatnya

2. Membuat Lubang Biopori

5 aktivitas berkebun yang cocok untuk balita 2

Foto : greeningwingrove.org.uk

Ukuran halaman di rumah sangat kecil dan sulit untuk ditanami berbagai macam sayuran?

Jangan khawatir Moms, membuat lubang biopori tidak membutuhkan lahan yang luas dan cukup dengan menggunakan alat sederhana yang biasanya bisa dipinjam dari kantor kelurahan setempat.

Supaya lebih seru, Moms juga bisa bercerita tentang berbagai kegunaan biopori, seperti meningkatkan daya resap air agar tidak banjir ketika turun hujan besar, dan menangani limbah rumah tangga dengan menjadikannya makanan bagi organisme yang ada di dalam tanah.

Baca Juga : 7 Manfaat Permainan Tradisional untuk Anak-anak

3. Mengubah Mainan Menjadi Pot

5 aktivitas berkebun yang cocok untuk balita 3

Foto : hgtv.com

Untuk Moms yang tinggal di apartemen, jangan merasa sedih karena tak bisa mengajak balita berkebun.

Coba minta balita mencari mainan yang sudah tidak terpakai dan bisa digunakan sebagai pengganti pot, seperti truk mainan, sepatu boots hujan yang sudah kekecilan, atau wadah playdoh.

Selanjutnya, ajak balita memasukkan tanah dan menanam benih didalamnya.

Letakkan di dekat jendela agar terkena sinar matahari dan ingatkan pada balita untuk menyiraminya setiap hari. Supaya aman, hindari menaruh pot mainan di balkon ya, Moms.

Baca Juga : Tips Mencegah Ular dan Binatang Melata Lainnya Masuk Rumah dengan 4 Cara Ini

4. Menghias Kebun

5 aktivitas berkebun yang cocok untuk balita 4

Foto : emmareed.net

Mengajak balita berkebun tak melulu soal menanam dan menyiram.

Agar terasa lebih menyenangkan dan membuat balita semakin sering mengunjungi kebun, Moms juga bisa mengajak balita menghias kebun dengan berbagai hiasan seperti kincir angin, memasang fairy light, atau bahkan membuat teepee.

Psst, supaya hemat Moms bisa membuat sendiri semua hiasan kebun yang diinginkan. Dengan berkreasi dan beraktivitas di alam bersama, hubungan Moms dan Si Kecil dijamin akan semakin erat.

5. Membuat “Kepala Rumput”

5 aktivitas berkebun yang cocok untuk balita 5

Foto : katescreativespace.com

Mungkin Moms masih ingat pernah menumbuhkan grassheads alias kepala rumput saat masih kecil dulu? Nah, sekarang Moms bisa mengajak balita berkebun secara menyenangkan dengan bantuan hal yang sama.

Yang Moms butuhkan hanya wadah atau pot, stocking tidak terpakai, bibit rumput atau kacang hijau, serta campuran tanah dan kompos.

Tutorialnya bisa Moms temukan internet, mulai dari yang berbentuk dasar, hingga yang unik menyerupai rumah, tikus, beruang, dan berbagai bentuk lain yang akan disukai balita.

Daripada terus bermain gadget didalam rumah, rasanya lebih baik kalau balita sedikit kotor di kebun ya, Moms?

Lagipula, aktivitas balita berkebun bukan hanya membuatnya bergerak aktif, tapi juga membuatnya mencintai lingkungan serta mendukung tumbuh kembang mental serta fisiknya.

(WA)

Sumber: kidspot.com.au

Artikel Terkait