NEWBORN
5 Agustus 2019

DBD Pada Bayi: Apa Saja Gejala yang Ditunjukkan?

Gejala muncul setelah demam mereda
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Sebagai negara tropis, salah satu penyakit yang paling umum ditemukan di Indonesia ketika musim hujan adalah demam berdarah dan/atau demam berdarah dengue (DBD).

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan nyamuk tertentu ke manusia.

Beberapa orang mengembangkan demam berdarah yang lebih parah yang dikenal sebagai demam berdarah dengue (DBD), yang dapat berakibat fatal jika tidak didiagnosis dan diobati sesegera mungkin.

Demam berdarah dan demam berdarah dengue dapat menyerang semua usia, mulai dari bayi, anak-anak hingga orang dewasa.

Bayi di bawah 12 bulan adalah yang lebih mungkin untuk mengembangkan kasus DBD.

Bagaimana Gejala Demam Berdarah pada Bayi?

dbd pada bayi apa saja gejala yang ditunjukkan 1

Foto: straitstimes.com

Sulit untuk mengetahui bahwa bayi terserang demam berdarah, tetapi ada beberapa gejala yang umumnya ditunjukkan seperti:

- Demam dengan suhu 100,4 derajat Fahrenheit atau lebih. Dapat pula menunjukkan sebaliknya yaitu dengan suhu tubuh rendah kurang dari 96,8 derajat Fahrenheit atau 36 derajat Celcius.

- Rewel yang tidak seperti biasanya, mengantuk terus menerus dan menolak menyusu atau diberi makan.

- Muncul ruam di beberapa bagian tubuh bayi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala demam berdarah pada bayi dapat semakin parah menjadi demam berdarah dengue.

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

Bayi dengan DBD akan mengalami gejala demam berdarah biasa selama sekitar 2 hingga 7 hari.

Setelah demam mereda, gejala DBD pada bayi lainnya memburuk dan dapat menyebabkan munculnya gejala-gejala yang lebih serius seperti berikut ini:

- Perdarahan hebat

- Masalah pernapasan seperti kesulitan bernapas atau bernapas terlalu cepat

- Muntah terus menerus

- Muntah darah

- Nyeri perut parah

- Pendarahan mukosa (gusi dan hidung)

“Seorang pasien dengan gejala-gejala peringatan demam berdarah dengue membutuhkan perhatian medis yang serius karena ini merupakan kondisi yang mengancam jiwa,” kata Dr. Maciej Piotr Chlebicki, Konsultan Senior, Departemen Penyakit Menular di Singapore General Hospital (SGH).

Baca Juga: Mengenal Pertusis Alias Batuk Rejan Yang Membahayakan Nyawa Bayi

Apakah DBD pada Bayi Dapat Diobati?

Foto: todaysparent.com

Kate Marple, seorang penulis kesehatan dari Amerika Serikat, dan tim pediatrinya, berkata bahwa tidak ada obat untuk demam berdarah, baik untuk bayi maupun orang dewasa.

Pada kasus DBD pada bayi, penyedia layanan kesehatan umumnya akan menyarankan pengobatan terhadap gejala-gejala yang muncul dengan cara-cara berikut:

- Pastikan bayi lebih banyak beristirahat.

- Usahakan agar bayi sering menyusu atau minum susu formula untuk menghindari dehidrasi. Bayi yang berusia 3 bulan atau lebih dapat diberikan cairan oralit sesuai rekomendasi dokter. Sementara bayi yang sudah berusia minimal 6 bulan dapat diberikan air minum dan oralit untuk mencegah dehidrasi.

- Berikan asetaminofen pada bayi untuk meredakan demam dan nyeri. Tetapi, jangan berikan NSAID seperti ibuprofen atau aspirin.

Jika DBD pada bayi semakin parah atau mengalami muntah dalam 24 jam pertama setelah demamnya turun, segera bawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Sleep Apnea Pada Bayi Prematur, Ketahui 6 Fakta Ini

Bayi yang mengalami DBD lebih parah dapat dirawat di rumah sakit dan diberi terapi pengganti cairan.

DBD pada bayi yang didiagnosis lebih awal juga dapat diobati secara efektif menggunakan cara ini.

(RGW)

Artikel Terkait