BALITA DAN ANAK
24 Juli 2020

Dehidrasi pada Anak, Mengapa Lebih Rentan Terjadi?

Selalu ingatkan Si Kecil untuk konsumsi air putih secukupnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pernahkah Moms dan Dads merasakan mulut kering dan rasa haus berkepanjangan? Rupanya gejala tersebut bisa menjadi tanda dehidrasi, lho.

Dalam jurnal Media Gizi Indonesia yang berjudul Hubungan Asupan Cairan, Status Gizi dengan Status Hidrasi pada Pekerja di Bengkel Divisi General Engineering PT Pal Indonesia, dehidrasi merupakan kondisi tubuh yang mengalami kekurangan cairan karena jumlah yang keluar lebih besar daripada yang masuk ke dalam tubuh.

Dehidrasi bisa terjadi karena kurangnya minum air, kekurangan cairan karena diare, muntah, atau berkeringat.

Selain gejala mulut kering dan rasa haus, gejala lain dari dehidrasi ialah warna kuning pada urine, merasa sangat lelah dan mengantuk, hingga pusing dan mual.

Mengapa Dehidrasi pada Anak Lebih Rentan Terjadi?

Dehidrasi dapat terjadi kepada siapapun termasuk dehidrasi pada anak. Bahkan mereka lebih rentan mengalami dehidrasi lho, Moms.

Melansir dari situs Independent, University of Sheffield Medical School melakukan penelitian kepada 450 anak di Inggris pada tahun 2012. Penelitian tersebut menghasilkan 60% dari jumlah anak yang diteliti berada pada status “tidak cukup terhidrasi”.

Studi di Prancis juga menunjukkan 62,2% anak kurang terhidrasi. Begitupun di Amerika Serikat dengan persentase 64%.

Lantas, mengapa dehidrasi pada anak lebih rentan terjadi? Simak ulasannya berikut ini ya, Moms.

1. Sistem Imun Anak yang Belum Berkembang Maksimal

anak-anak rentan dehidrasi 1.jpg

Foto: Freepik.com

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh anak yang belum sepenuhnya berkembang membuat anak mudah terserang penyakit seperti flu dan diare.

Kedua penyakit tersebut cukup menguras cairan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi pada anak.

Flu menyebabkan dehidrasi pada anak karena demam dan keluarnya keringat dari dalam tubuh. Sedangkan diare yang berlangsung secara terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi karena tubuh secara intens terus mengeluarkan cairan yang diperlukan.

Apalagi jika diare dibarengi dengan muntah, maka tubuh akan lebih cepat kehilangan cairan dan mineral. Diare sendiri cukup rentan menyerang bayi dan anak-anak.

Baca Juga: Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak, Ketahui Penyebab dan Jenisnya

2. Anak-Anak Membutuhkan Air dan Elektrolit Lebih Cepat daripada Orang Dewasa

anak-anak rentan dehidrasi 2.jpg

Foto: Freepik.com

Masa pertumbuhan anak-anak membutuhkan asupan air yang banyak, Moms. Penulis buku ‘Water: For Health, for healing, for life: You’re Not Sick, You’re Thirsty!’ bernama Dr. F. Batmanghelidj mengatakan bahwa perkembangan sel pada anak membutuhkan banyak air, sehingga hal tersebut menjadikan dehidrasi pada anak lebih rentan terjadi.

Tingkat metabolisme yang tinggi dan peningkatan luas permukaan tubuh menurut indeks massa berkontribusi terhadap pergantian cairan.

Maka, tidak heran jika tubuh anak butuh volume air lebih besar untuk menyeimbangkan cairan.

3. Anak-Anak Lebih Banyak Bergerak

anak-anak rentan dehidrasi 3.jpg

Foto: Freepik.com

Anak usia dua tahun ke atas memiliki kecenderungan untuk aktif bergerak karena rasa penasaran mereka terhadap lingkungan.

Si Kecil akan mengeksplor berbagai kegiatan bersama teman-teman atau orang tua.

Berbagai aktivitas yang dilakukannya tentu akan menyebabkan ia berkeringat dan air dalam tubuh berkurang sehingga tubuh lebih banyak butuh cairan.

Baca Juga: Bentuk Karakter Semangat Juang Tinggi Pada Anak Sejak Dini

4. Anak-Anak Belum Mengenal Pentingnya Air

anak-anak rentan dehidrasi 4.jpg

Foto: Freepik.com

Menurut Netti yang ditemui pada acara Kolaborasi Strategis Danone AQUA dan HIMPAUDI, melalui Program “Aku Mau Air, Aku Sehat” (5/10), menambahkan, anak yang kurang minum akan mengalami gangguan kesehatan. Seperti buang air besar kurang lancar, tubuh cepat lelah, dan tingginya risiko penyakit ginjal. “Juga menimbulkan masalah pada proses kerja otak,” ujar Netti.

Sebagian besar anak-anak menyukai minuman manis dan belum paham betul apa pentingnya air putih bagi kesehatan tubuhnya.

Tidak heran jika dehidrasi pada anak lebih rentan terjadi, karena umumnya mereka akan minum air putih jika diingatkan orang tua saja.

Menurut riset yang dilakukan The European Food Safety Authority, anak laki-laki berusia 9 hingga 13 tahun membutuhkan 2.1 liter cairan per hari dan anak perempuan 1,9 liter per hari.

Jika diukur dengan gelas adalah delapan gelas ukuran 150 ml per hari.

5. Kebutuhan Air Anak-Anak yang Lebih Tinggi

anak-anak rentan dehidrasi 5.jpg

Foto: Freepik.com

Anak-anak membutuhkan volume air lebih besar agar mempertahankan keseimbangan cairan untuk tubuh mereka. Total air dalam tubuh pada bayi sekitar 70% dari berat badan dan anak-anak 65%.

Ginjal anak-anak yang masih dalam masa perkembangan juga menyebabkan anak lebih mengeluarkan banyak urine dan rentan dehidrasi.

Menurut Michael Farrell, M.D., kepala staf di Children's Hospital Medical Center of Cincinnati mengatakan bahwa anak-anak juga kencing dengan frekuensi yang lebih sering setiap beberapa jam.

Baca Juga: Pentingnya Membiasakan Anak Minum Air Putih

Moms, itulah beberapa penyebab mengapa dehidrasi pada anak lebih rentan terjadi. Pastikan Moms dan Dads memperhatikan pola konsumsi air pada anak sehingga dapat mencegah ia mengalami dehidrasi, ya.

Apabila Si Kecil mengalami dehidrasi, mengutip The Royal Children's Hospital Melbourne, cara mengatasi dehidrasi pada anak yaitu dengan memberikannya lebih banyak cairan, seperti air atau larutan rehidrasi oral rehydration solution (ORS) selama 3-4 jam, untuk menggantikan cairan dan garam tubuh.

Takarannya adalah 1-2 sendok teh ORS setiap beberapa menit atau sebanyak 250 ml air. Takaran tersebut untuk anak dengan berat lebih dari 10 kilogram.

Tetapi, jika Si Kecil menolak minum air atau larutan rehidrasi oral, cobalah membuat jus apel encer, atau susu biasa pada anak. Jangan memberikan minuman berkadar gula tinggi, karena justru dapat memperburuk dehidrasinya.

Semoga sehat selalu Si Kecilnya ya, Moms!

Artikel Terkait