PARENTING
8 Juni 2019

Deposito dan Logam Mulia, Efektifkah untuk Jadi Investasi Dana Pendidikan Anak?

Ada beragam investasi dana pendidikan anak, salah satunya deposito dan logam mulia
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, mengelola keuangan rumah tangga memang bukan perkara yang mudah, ya? Terlebih lagi jika Moms dan pasangan sudah mempunyai anak, tentunya pengeluaran akan semakin bertambah banyak.

Di samping pengeluaran sehari-hari, penting untuk menyiapkan dana demi masa depan anak, yaitu investasi dana pendidikan anak.

Alasannya sederhana karena setiap tahunnya biaya pendidikan sekolah akan mengalami kenaikan. Jadi, semakin dini persiapan investasi dana pendidikan anak tentunya akan semakin banyak waktu yang Moms dan pasangan bisa lakukan untuk mengumpulkan dana tersebut.

Annissa Sagita, financial planner di Aidil Akbar Madjid & Associates, bahkan mengungkapkan waktu ideal untuk mengumpulkan dana pendidikan dimulai sejak anak baru lahir.

Menyiapkan investasi dana pendidikan anak tidak bisa setengah-setengah melainkan harus dengan persiapan yang matang dan dilakukan secara bersamaan.

Bersamaan artinya adalah menyiapkan dana bukan saja untuk anak masuk TK atau SD saja, melainkan sebaiknya menyiapkan dana pendidikannya hingga masuk ke perguruan tinggi.

Pertama yang harus disiapkan adalah menentukan sekolah yang ingin dituju. Bicarakan hal ini pada pasangan dan sebagai orangtua harus satu visi dan misi. Setelah itu, rencanakan anggaran beserta estimasi kenaikan biaya yang mungkin terjadi.

"Lalu, baru bicarakan berapa banyak biaya yang harus dikumpulkan serta produk keuangan yang dipilih,” ungkap Annissa pada bincang-bincang Kulwap Orami Community, Rabu (20/3) lalu.

Banyak produk keuangan yang dapat menjadi cara untuk mengumpulkan dana pendidikan anak, beberapa di antaranya yang mungkin Moms ketahui adalah investasi deposito dan logam mulia.

Namun sebenarnya, efektifkah investasi dana pendidikan anak melalui cara ini? Simak ulasannya!

Baca Juga: Selain Tabungan Konvensional, Ini 5 Cara untuk Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Investasi Deposito dan Logam Mulia Efektif, Asalkan…

Investasi Deposito dan Logam Mulia, Efektifkah untuk Siapkan Dana Pendidikan Anak-1.jpg

Foto: marriagekidsandmoney

Menurut Annissa, investasi dana pendidikan anak dalam bentuk apa pun sebenarnya bisa saja dilakukan untuk perencanaan masa depan. Begitu juga dengan investasi deposito dan logam mulia.

Namun, deposito dan logam mulia untuk investasi dana pendidikan anak hanya disarankan jika anak sudah berusia mendekati masuk sekolah.

“Jika anak Moms sudah mau masuk sekolah kurang dari 2 tahun, lebih baik gunakan tabungan, deposito, atau simpanan dalam bentuk logam mulia. Hindari berinvestasi dalam jangka panjang. Untuk jenjang sekolah yang lebih tinggi, baru gunakan investasi jangka panjang,” ujar Annissa.

Investasi dana pendidikan anak sebenarnya disarankan untuk menggunakan investasi jangka panjang. Namun, lakukan investasi tersebut ketika anak masih kecil dan jangka waktu anak masuk sekolah masih 5 tahun atau lebih.

Alasannya karena kenaikan biaya pendidikan sebenarnya tidak sebanding dengan kenaikan deposito. Kenaikan biaya pendidikan bisa 8-25 persen per tahun sedangkan kenaikan deposito hanya 5-6 persen per tahun sehingga tidak dapat menutupi.

Untuk itu, persiapkan investasi dana pendidikan anak sejak dini agar dapat mengambil produk keuangan yang lebih agresif.

Baca Juga: Penghasilan Pas-pasan, Bisakah Tetap Menyimpan Dana Pendidikan?

Pelajari Produk Investasi yang Dipilih

Investasi Deposito dan Logam Mulia, Efektifkah untuk Siapkan Dana Pendidikan Anak-3.jpg

Foto: yourmoneyrelationship

“Saya lebih menyarankan produk investasi jangka panjang untuk dana pendidikan anak. Pakai produk yang lebih agresif seperti reksadana campuran, reksadana saham, dan saham. Namun, sebelum memilih produk investasi mana pun, sebaiknya Moms dan pasangan mempelajari produk yang dipilih,” ungkap Annissa.

Nyatanya, produk investasi, termasuk untuk investasi dana pendidikan anak, pasti mengandung risiko. Pelajari baik-baik sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Lakukan investasi ketika kondisi keuangan rumah tangga sudah sehat, sudah mengerti profil risiko keuangan sendiri, dan mengerti cara kerja serta seluk beluk produk investasi yang akan dibeli.

Baca Juga: Jarak Usia Anak Berdekatan, Ini Cara Mengatur Dana Pendidikannya

Meskipun tengah menyiapkan investasi dana pendidikan anak, Moms dan pasangan juga tetap memerlukan adanya dana darurat yang dapat digunakan jika mengalami keadaan yang tidak diinginkan dan sifatnya mendadak. Persiapkan semua hal tentang keuangan rumah tangga secara baik, ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait