SELEBRITI
28 Agustus 2020

4 Fakta Dermatitis Atopik pada Bayi yang Diderita Anak Keempat Mona Ratuliu

Mona Ratuliu mengungkapkan bahwa sudah 2 hingga 3 hari kulit wajah Numa mengalami ruam merah hingga berair.
placeholder

Foto: instagram.com/monaratuliu

placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Artis Mona Ratuliu bercerita tentang kondisi putri kecilnya, Numa, yang berusia 3 bulan sedang mengalami dermatitis atopik. Cerita tersebut ia bagikan di akun Instagram pribadinya.

Mona Ratuliu mengungkapkan bahwa sudah 2 hingga 3 hari kulit wajah Numa mengalami ruam merah hingga berair. Bukan karena dicium atau ASI, Mona menjelaskan bahwa kondisi anak keempatnya ini terjadi karena alergi. Sebelumnya, putri ketiga Mona yakni Ulah Sinala juga mengalami kondisi serupa saat masih bayi. Lalu, apa itu dermatitis atopik?

Baca Juga: Apa Dermatitis Atopik Pada Balita Akan Terus Berlanjut Sampai Dewasa?

Fakta-fakta Dermatitis Atopik

Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases dermatitis atopik atau eksim merupakan penyakit kronis yang menyebabkan kulit meradang dan teriritasi, sehingga sangat gatal. Umumnya penyakit ini dimulai pada masa kanak-kanak. Meski begitu, tak memungkiri jika siapapun bisa terkena penyakit ini. Berikut ini fakta-fakta mengenai dermatitis atopik.

1. Apakah Dermatitis Atopik dan Eksim Itu Sama?

fakta dermatitis atopik pada bayi yang diderita anak keempat mona ratuliu

Foto: Orai Photo Stocks

Menurut David Hauswirth, seorang profesor di Universitas Negeri Ohio & Rumah Sakit Anak Nasional menjelaskan bahwa dermatitis atopik sering digunakan secara bergantian dengan istilah 'eksim'. Secara teknis eksim sedikit berbeda dan merupakan istilah yang lebih umum, tetapi banyak dokter dan pasien merujuk pada dermatitis atopik dan eksim sebagai hal yang sama.

Eksim dan dermatitis atopik adalah penyakit kulit di mana Anda memiliki kulit kasar, merah, kering, dan gatal. Penyakit ini tidak menular. Mereka disebabkan oleh berbagai faktor. Keluarga genetik atau alergi cenderung lebih bermasalah dengan eksim.

2. Gejala Dermatitis Atopik

fakta dermatitis atopik pada bayi yang diderita anak keempat mona ratuliu

Foto: Orai Photo Stocks

Gejala yang dialami setiap orang saat mengalami dermatitis atopik bervariasi. Namun ada gejala umum yang perlu Moms waspadai, yaitu:

- Kulit kering.

- Kulit terasa sangat gatal terutama di malam hari.

- Terdapat bercak kemerahan hingga kecoklatan terutama pada bagian tangan, kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, leher, dada bagian atas, kelopak mata, di dalam lekukan siku dan lutut, serta pada bayi, pada wajah dan kulit kepala.

- Benjolan kecil dan menonjol, yang dapat mengeluarkan cairan dan mengeras saat digaruk.

- Kulit menebal, pecah-pecah, bersisik.

- Kulit sensitif, dan bengkak karena menggaruk.

Biasanya, dermatitis atopik paling sering menyerang anak sebelum berusia 5 tahun dan tak memungkiri hal ini bisa berlanjut hingga remaja dan dewasa. Sehingga perlu pengobatan secara berkala.

Baca Juga: Apa Bedanya Dermatitis Seboroik dan Dermatitis Atopik?

3. Penyebab Dermatitis Atopik

fakta dermatitis atopik pada bayi yang diderita anak keempat mona ratuliu

Foto: Orai Photo Stocks

Menurut University of Rochester Medical Center, dermatitis atopik pada bayi disebabkan oleh gen alergi dan eksim yang diturunkan dari keluarga, sistem kekebalan yang tidak berkembang sepenuhnya sehingga berpengaruh pada kemampuan diri untuk melindungi kulit, dan faktor eksternal lainnya seperti cuaca musim dingin, kering, suhu panas, dan kurang pelembab kulit.

Sementara itu hal-hal yang memicu dermatitis atopik terjadi pada orang dewasa ialah mandi dengan air panas terlalu lama, goresan, keringat, cuaca panas, cuaca dingin dan kering, sabun, deterjen, pembersih pakaian, wol, kain sintetis, iritasi fisik (terkena kotoran, debu, pasir, dan asap), alergen (serbuk sari, debu, bulu), olahraga berat, hingga stres.

4. Cara Menangani Dermatitis Atopik

fakta dermatitis atopik pada bayi yang diderita anak keempat mona ratuliu

Foto: Orami Photo Stocks

Jika si kecil mengalami dermatitis atopik, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan yakni:

- Memberikan pelembab yang mengandung ceramide yakni asam lemak yang sering dicampurkan dalam berbagai produk perawatan kulit akan jadi pilihan terbaik untuk merawat bayi dengan dermatitis atopik. Penggunaannya bisa dilakukan dengan resep dokter atau tanpa resep dokter. Jika sulit menemukan pelembab ber-ceramide, Moms bisa menggunakan krim bebas parfum atau salep seperti petroleum jelly dengan cara mengoleskannya secara berkala. Krim ini mampu mempertahankan kelembaban kulit bayi. Jangan lupa selalu oleskan krim tersebut segera setelah memandikan si kecil.

- Mandi air hangat juga mampu melembabkan dan mendinginkan kulit serta meredakan rasa gatal yang ditimbulkan saat mengalami dermatitis atopik. Pastikan air yang digunakan tidak terlalu panas dan tidak disarankan untuk mandi terlalu lama atau maksimal 10 menit. Untuk lebih meredakan rasa gatal, Anda bisa mencoba menambahkan oatmeal ke bak mandi bayi Anda.

- Gunakan sabun mandi dan cuci tanpa pewangi. Sebab, sabun dengan wewangian, deodoran, dan anti bakteri bisa menyebabkan kulit bayi menjadi sensitif dan kasar.

- Memandikan si kecil dengan sabun tanpa pewangi hanya di tempat-tempat yang penuh bakteri seperti bagian kelamin, tangan dan kaki. Lalu bilas secara menyeluruh tubuh si kecil.

- Keringkan bagian kulit yang berair dengan cara menepuk-nepuk dan jangan digosok.

- Pakaian si kecil pakaian yang berbahan katun dan longgar untuk menghindari iritasi pada pakaian karena bergesekan dengan kulit.

- Saat membeli pakaian baru, sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai dengan deterjen dan pelembut yang bebas pewangi.

- Agar tetap nyaman, jangan mengenakan pakaian berlapis-lapis. Sebab, udara panas dan keringat bisa memicu eksim yang lebih parah.

Baca Juga: 5 Makanan yang Cocok Dikonsumsi Anak Penderita Dermatitis Atopik

5. Dermatitis Atopik Bisa Sembuh Sendiri?

fakta dermatitis atopik pada bayi yang diderita anak keempat mona ratuliu

Foto: Orai Photo Stocks

Hingga kini masih belum ada obat yang bisa menyembuhkan eksim atau dermatitis atopik. Sehingga eksim dan ruam tidak akan hilang begitu saja tanpa ada perawatan dan penanganan khusus. Sebab, bagi sebagian orang, eksim adalah kondisi kronis yang membutuhkan cara agar tidak memicunya kembali dan mencegahnya untuk kambuh.

Meski begitu, menurut American Academy of Dermatology Association menyebut bahwa usia berpengaruh terhadap kesembuhan dermatitis atopik. Tercatat, sekitar 60% orang yang menderita dermatitis atopik saat mereka bayi ketika dewasa dermatitis atopik akan membaik dan bahkan sembuh. Namun, seberapa lama seseorang mengidap dermatitis atopik tergantung pada penyebab atau pemicu penyakit.

Itulah penjelasan mengenai penyakit dermatitis atopik yang diderita oleh Numa, putri keempat Mona Ratuliu. Jika si kecil mengalami gejala serupa disarankan untuk segera memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat ya, Moms.o

Artikel Terkait