TRIMESTER 1
24 September 2020

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil Berikut Ini!

Tidak perlu panik, ada beberapa langkah pengobatan dan pencegahannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat hamil, tubuh wanita akan mengalami perubahan hormon. Tak hanya perubahan fisik yang bisa terjadi, perubahan hormon ini juga sayangnya bisa menyebabkan efek samping pada pencernaan. Jadi tak heran jika masalah seperti sembelit, perut kembung, hingga diare pada ibu hamil sangat mungkin terjadi.

Salah satu yang cukup mengganggu saat kehamilan adalah diare. Dokter akan menganggap diare adalah buang air besar dengan bentuk yang cair selama tiga kali atau lebih dalam sehari. Namun, diare selama kehamilan tak hanya terkait perubahan hormon, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi usus atau gangguan usus yang perlu ditangani.

Pasalnya, diare pada ibu hamil yang terus-menerus terjadi bisa menyebabkan dehidrasi dan malnutrisi. Alhasil, kondisi ini sangat wanita dan bayi di dalam kandungan.

Baca Juga: 3 Penyebab Diare saat Hamil, Yuk Cari Tahu!

Beberapa Penyebab Diare pada Ibu Hamil

Beberapa Penyebab Diare pada Ibu Hamil

Foto: americanpregnancy.org

Mengutip American Pregnancy Association, mengalami diare saat hamil adalah hal yang sangat wajar. Diare merupakan kondisi yang sangat umum, dan ia bisa menyerang siapa saja, termasuk wanita yang sedang hamil.

Selain itu, hanya karena Moms mengalami diare, tidak selalu berarti diare ini berhubungan langsung dengan kehamilan. Ada beberapa alasan selain kehamilan yang bisa sebabkan diare, antara lain:

  • Infeksi virus atau bakteri.
  • Parasit usus.
  • Keracunan makanan.
  • Stres dan depresi selama kehamilan.
  • Penggunaan obat-obatan atau suplemen.

Kondisi tertentu juga membuat diare lebih sering terjadi. Ini termasuk sindrom iritasi usus besar, penyakit Crohn, penyakit celiac, dan kolitis ulserativa.

Diare yang didiap wisatawan juga merupakan penyakit umum yang kerap terjadi setiap tahun. Dan sangat mungkin ibu hamil mengalami kondisi ini saat sedang babymoon.

Munculnya diare pada wisatawan biasanya terjadi dalam seminggu setelah perjalanan, tetapi dapat dimulai kapan saja saat bepergian. Penting untuk mengetahui tingkat sanitasi daerah tujuan wisata.

Penyebab utama diare bagi para wisatawan adalah mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi kotoran.

Jika Moms sedang melakukan babymoon, ada beberapa cara untuk terhindar dari diare, antara lain:

  • Hindari air mentah di area berisiko tinggi. Jangan meminumnya, menggosok gigi dengan air atau menggunakan es batu yang terbuat dari air tersebut.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang dijual pedagang kaki lima.
  • Hindari buah yang tidak bisa dikupas atau tidak bisa kamu kupas sendiri.
  • Selalu rutin cuci tangan dengan sabun, atau bawa hand sanitizer dengan kandungan alkohol jika air tidak tersedia.
  • Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang matang, hindari salad atau hidangan sayuran dan buah mentah yang dijual di kawasan wisata.

Baca Juga: Mengatasi Diare Selama Kehamilan

Sementara itu, ada beberapa penyebab diare yang berhubungan dengan kehamilan, antara lain:

1. Perubahan Pola Makan

Banyak wanita melakukan perubahan pola makan saat mengetahui bahwa dirinya hamil. Perubahan asupan makanan yang tiba-tiba ini kemudian bisa membuat perut sakit dan berpotensi menyebabkan diare.

2. Sensitif Terhadap Makanan

Kepekaan terhadap makanan mungkin menjadi salah satu dari banyak perubahan yang akan Moms alami selama kehamilan. Makanan yang tidak pernah mengganggu pencernaan sebelum hamil sekarang bisa dengan mudah membuat perut Moms terasa kembung, sakit perut, dan diare.

3. Suplemen Kehamilan

Mengonsumsi vitamin selama kehamilan memang baik untuk kesehatan ibu serta kesehatan bayi yang sedang bertumbuh. Namun, vitamin ini juga bisa mengganggu pencernaan ibu hamil sehingga menyebabkan diare.

4. Perubahan Hormon

Salah satu perubahan hormon yang dapat menyebabkan diare adalah peningkatan kadar prostaglandin. Prostaglandin, seperti oksitosin, biasanya membantu merangsang kontraksi di rahim, tetapi juga dapat meningkatkan pergerakan di sepanjang saluran pencernaan.

Jika tinja keluar terlalu cepat, maka ini dapat menyebabkan diare. Peningkatan kadar prostaglandin juga dapat menyebabkan diare selama siklus menstruasi. Prostaglandin sintetis, seperti obat yang disebut misoprostol (Cytotec), dapat menyebabkan diare sebagai efek samping. Ini karena misoprostol dapat menyebabkan feses menyerap lebih banyak air dan elektrolit dari perut, yang menyebabkan diare.

Baca Juga: 5 Camilan Pengusir Diare untuk Ibu Hamil yang Aman

Diare pada Ibu Hamil akan Sering Terjadi Mendekati Persalinan

Saat mendekati tanggal perkiraan kelahiran, ibu hamil mungkin menemukan bahwa diare menjadi sering terjadi. Itu mungkin karena tubuh sedang mempersiapkan diri untuk persalinan. Diare tidak selalu berarti bahwa persalinan tinggal beberapa hari lagi, jadi jangan khawatir dengan frekuensi yang meningkat.

Beberapa wanita bahkan tidak akan sering mengalami diare pada trimester ketiga mereka, meskipun yang lain akan merasakannya. Ingat, pengalaman setiap orang akan berbeda-beda.

Beberapa wanita mungkin juga sangat khawatir tentang diare dan sembelit, karena mereka takut hal itu dapat menyebabkan keguguran. Ini bukanlah ketakutan yang mengada-ada. pasalnya kram yang terkait dengan diare bisa terasa sangat mirip dengan kram yang terjadi saat keguguran. Jika Moms harus mengejan untuk buang air besar, maka ini juga bisa menyebabkan bayi terdorong keluar.

Apalagi jika Moms pernah punya bayi sebelumnya, Moms mungkin ingat bahwa mengejan di akhir persalinan menggunakan banyak otot perut yang sama. Jadi mungkin Moms perlu berhati-hati saat mengejan saat mendekati hari persalinan. Sebagai gantinya, coba atasi masalah diare yang terjadi dengan cara-cara sederhana.

Baca Juga: Diare Selama Kehamilan, Apa yang Harus Moms Lakukan?

Daftar Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan Saat Diare

Daftar Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan Saat Diare

Foto: medicalnewstoday.com

Saat Moms mengalami diare, maka penting untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan. Dengan begini, maka Moms bisa lebih cepat untuk sembuh dari diare.

Dikutip dari American Academy of Family Physicians, makanan seperti pisang, nasi, apel, roti panggang adalah beberapa jenis makanan yang perlu Moms konsumsi saat mengalami diare.

Makanan ini tidak memiliki rasa yang kuat sehingga tidak berpotensi memperburuk sistem pencernaan. Makanan ini juga bersifat mengikat, sehingga membantu mengencangkan tinja.

Beberapa jenis makanan lain yang baik dikonsumsi selama diare antara lain:

  • Sereal yang dimasak.
  • Biskuit.
  • Saus apel dan jus apel.

Tak hanya itu, Moms juga perlu minum banyak cairan agar tetap terhidrasi dan mengganti cairan yang hilang. Jika Moms bosan minum air putih, maka ada beberapa cara untuk mendapatkan asupan air dengan cara lain, misalnya:

  • Konsumsi kaldu bening, seperti kaldu ayam atau kaldu sapi, tanpa minyak.
  • Air kelapa atau minuman dengan kandungan elektrolit yang rendah gula.
  • Teh tanpa kafein

Setelah mulai pulih dari diare, Moms juga bisa segera mendapatkan kembali energi dengan menambahkan makanan seperti telur orak-arik.

Sementara itu, selama masa pemulihan, ada juga beberapa jenis makanan yang bisa memicu sistem pencernaan semakin buruk sehingga memperpanjang diare. Beberapa makanan yang harus dihindari saat mengalami diare tersebut, antara lain:

  • Susu dan produk susu (termasuk minuman protein berbasis susu).
  • Makanan yang digoreng, berlemak, dan berminyak.
  • Makanan pedas.
  • Makanan olahan.
  • Daging sapi muda.
  • Ikan sarden.
  • Sayur mentah.
  • Bawang
  • Jagung
  • Semua buah jeruk
  • Buah-buahan lainnya, seperti nanas, ceri, beri berbiji, buah ara, kismis, dan anggur.
  • Kopi, soda, dan minuman berkafein atau berkarbonasi lainnya.
  • Pemanis buatan, termasuk sorbitol.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Diare dengan Bahan Alami

Langkah Mengatasi Diare Saat Hamil

Jika Moms ragu akan pengobatan saat hamil, ada kabar baik bahwa Moms mungkin tidak perlu minum obat tambahan untuk mengobati diare. Ini karena kebanyakan kasus diare sembuh tanpa pengobatan. Namun, ada juga beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Beri Waktu

Sebagian besar kasus diare akan hilang dalam beberapa hari. Hal ini sering terjadi jika diare disebabkan oleh keracunan makanan, virus, atau bakteri. Selama diare, pastikan agar terus terhidrasi.

2. Pertimbangkan Mengganti Suplemen

Jika suplemen yang Moms konsumsi selama kehamilan, atau bahkan susu kehamilan menyebabkan diare, tubuh mungkin memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Namun, jika diare tidak berhenti, maka minta dokter mengganti jenis suplemen yang tanpa efek samping.

3. Kunjungi Dokter

Buat janji bertemu dokter jika diare tidak berhenti setelah dua atau tiga hari. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin mengambil darah untuk menentukan penyebab diare.

Jangan minum obat antidiare yang dijual bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, diare bisa saja semakin memburuk karena konsumsi sembarang obat. Selain itu, obat mungkin saja tidak aman untuk ibu hamil.

4. Hindari Makanan Penyebab Diare

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada beberapa makanan penyebab atau yang bisa memperparah gejala diare pada ibu hamil.

Menurut American College of Gastroenterology (ACG), hingga kini belum ditemukan hubungan antara penggunaan loperamide (Imodium) selama trimester pertama kehamilan dan kelainan pada janin. Jadi, ibu hamil mungkin bisa konsumsi imodium yang merupakan obat yang efektif untuk mengobati diare jangka pendek.

Namun, ACG tidak menganjurkan penggunaan obat antidiare diphenoxylate-atropine (Lomotil) atau bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol) selama kehamilan. Pasalnya, mereka melaporkan temuan yang menunjukkan bahwa Lomotil dapat membahayakan janin pada trimester kedua dan ketiga. Pepto-Bismol juga dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, perdarahan neonatal, dan bayi lahir mati.

Baca Juga: Ini Penyebab Ibu Hamil Sulit Tidur di Trimester Ketiga

5. Segera Temui Dokter Jika Diare pada Ibu Hamil Sebabkan Gejala Ini

Segera Temui Dokter Jika Diare pada Ibu Hamil Sebabkan Gejala Ini

Foto: freepik.com

Meskipun banyak kasus diare pada ibu hamil yang dapat diobati di rumah dengan pengobatan seperti yang disebutkan sebelumnya, namun ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan dokter. Pastikan Moms segera menghubungi dokter apabila:

  • Diare berlangsung lebih dari dua hari tanpa perbaikan gejala yang signifikan.
  • Moms mengalami dehidrasi, terlihat dari tubuh yang lemas, sulit konsentrasi, bibir yang kering, urine berwarna gelap, haus, dan jarang buang air kecil
  • Tinja yang mengandung darah atau nanah.
  • Demam dengan suhu 39 ° Celsius atau lebih tinggi.
  • Sering muntah.
  • Sakit parah di rektum atau perut.
  • Jika Moms mengalami dehidrasi atau mengalami gejala lain, mungkin perlu pergi ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Atur Pola Makan Selama Kehamilan dengan 4 Cara Ini

Itulah penyebab dan langkah yang harus dilakukan ibu hamil saat alami diare. Ingat, diare adalah kondisi yang sangat umum dan bisa terjadi pada siapa saja. Jadi, pastikan untuk selalu menjalani gaya hidup sehat untuk mencegah diare.

Jika diare bikin Moms khawatir, tidak ada salahnya untuk segera menemui dokter guna mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan melakukan pengobatan yang tepat dan cepat, niscaya Moms akan terhindar dari masalah lain yang tidak diinginkan selama kehamilan.

Artikel Terkait