DI ATAS 5 TAHUN
2 April 2020

Benarkah Diet Bebas Gluten dan Kasein Baik Untuk Anak Autis?

Sebelum mencoba, konsultasi dulu dengan dokter dan ahli gizi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Diet bebas gluten dan kasein untuk anak autis sempat dikatakan dapat meredakan masalah perilaku dan berbagai gejala pada anak yang berada dalam spektrum autisme. Namun, pola makan khusus ini belakangan mulai diragukan keefektifannya.

Meski sebagian orang tua yang pernah mencobanya mengaku melihat ada perubahan positif pada anak, berbagai hasil studi terkini malah menemukan kalau diet bebas dan gluten tidak memberikan efek apapun.

Baca Juga: Benarkah Gluten Menjadi Salah Satu Penyebab Susah Hamil?

Diet Bebas Gluten dan Kasein

Untuk Moms yang tertarik mencoba diet bebas gluten dan kasein untuk anak autis, coba simak dulu penjelasan berikut, ya.

Apa Itu Gluten dan Kasein?

Benarkah Diet Bebas Gluten dan Kasein Baik Untuk Anak Autis 1.jpg

Foto: newsbeezer.com

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita kenali dulu apa yang dimaksud dengan gluten dan kasein ya, Moms.

Menurut ensiklopedia kesehatan University of Rochester Medical Center, gluten adalah sejenis protein yang ada dalam tepung serta gandum. Bisa dibilang, hampir semua makanan yang sering kita konsumsi mengandung gluten.

Sedangkan kasein adalah sejenis protein dalam susu dan keju, yang juga mengandung asam amino umum maupun esensial.

Baca Juga: Apa Itu Diet Gluten Free dan Apa Manfaatnya?

Teori Dibalik Diet Gluten dan Kasein Untuk Anak Autis

Benarkah Diet Bebas Gluten dan Kasein Baik Untuk Anak Autis 2.jpg

Foto: chicagotribune.com

Tahukah Moms, kalau ada hubungan yang sangat erat antara pencernaan dan fungsi otak? Menurut University of Washington School of Medicine, komposisi mikrobioma dalam sistem pencernaan dapat mempengaruhi emosi dan fungsi otak seseorang, termasuk anak autis.

Pencernaan pada anak penyandang autisme sendiri diketahui cenderung tidak optimal dalam memproses gluten dan kasein dari makanan, sehingga menyisakan peptida opioid berlebih di dalam tubuh.

Secara teori, peptida oipoid dalam jumlah tertentu bisa keluar dari saluran pencernaan dan mengganggu perkembangan serta fungsi otak anak. Itulah kenapa anak penyandang autisme dirasa perlu menghindari konsumsi gluten dan kasein.

Baca Juga: Ingin Coba Diet Bebas Gluten? Begini Caranya!

Diet Bebas Gluten dan Kasein Untuk Anak Autis Kurang Efektif

Benarkah Diet Bebas Gluten dan Kasein Baik Untuk Anak Autis 3.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Dari berbagai hasil studi ilmiah, termasuk yang dilakukan oleh Profesor Dr. dr. Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) beserta rekan dan dilansir oleh National Institutes of Health, diet bebas gluten dan kasein untuk anak autis tidak memberikan perubahan signifikan pada kondisi anak penyandang autisme.

Mengutip kumpulan studi lain yang dimuat dalam situs sciencedirect.com, diet bebas gluten dan kasein juga berpotensi menyebabkan kekurangan vitamin D, kalsium, zat besi, vitamin B, dan nutrisi penting lainnya.

Melihat penjelasan di atas, orang tua memang sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak dan ahli gizi sebelum memberikan buah hatinya diet bebas gluten dan kasein untuk anak autis ya, Moms.

Apa Moms, tahu cara lain yang efektif untuk mendukung perkembangan dan perilaku pada anak yang berada dalam spektrum autisme?

Artikel Terkait