KEHAMILAN
4 April 2020

Diet Rendah Karbohidrat Tingkatkan Peluang Hamil? Ini Kata Ahli

Ada manfaat dan risikonya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Banyak wanita yang percaya bahwa diet rendah karbohidrat seperti Atkins, Paleo, atau Keto dapat membantu meningkatkan peluang mereka untuk hamil. Namun, benarkah demikian?

Yuk, simak penjelasan para ahli terkait diet rendah karbohidrat untuk peluang kehamilan yang telah kami rangkum di bawah ini.

Diet Rendah Karbohidrat Bermanfaat Bagi Penderita PCOS

Diet Rendah Karbohidrat Tingkatkan Peluang Hamil? Ini Kata Ahli 1

Foto: pexels.com

Sebuah studi dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat membantu mengurangi kadar insulin dalam tubuh, memperbaiki ketidakseimbangan hormon, dan mengembalikan siklus ovulasi yang dapat meningkatkan peluang kehamilan, khususnya pada wanita yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas dengan PCOS.

Selain itu, studi lain yang diterbitkan dalam jurnal American Association o Clinical Endrocinologist (AACE Journals) menemukan bahwa diet rendah karbohidrat juga dapat membantu wanita dengan PCOS untuk lebih mudah menurunkan berat badan dan memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur tanpa bantuan obat.

“Penelitian kami mengungkapkan bahwa diet keto membantu memfasilitasi ovulasi dengan penurunan berat badan minimal,” kata Ula Abed Alwahab, MD, peneliti utama dari studi tersebut yang merupakan kepala program PCOS di Cleveland Clinic’s Obesity and Weight Management Program, seperti dikutip dari ClevelandClinic.org.

“Wanita-wanita ini (peserta studi) berat badannya turun dan mendapatkan menstruasi yang teratur tanpa risiko kesehatan yang berhubungan dengan terapi hormon.”

Baca Juga: Mengenal Ketogenic, Diet Rendah Karbo dan Tinggi Lemak

Diet Rendah Karbohidrat Dikaitkan Dengan Cacat Lahir Pada Bayi

Diet Rendah Karbohidrat Tingkatkan Peluang Hamil? Ini Kata Ahli 2

Foto: pixabay.com

Meskipun diet rendah karbohidrat untuk peluang kehamilan penderita PCOS sudah terbukti memberikan hasil yang positif, masih belum ada penelitian yang cukup mendukung mengenai manfaat tersebut pada wanita yang tidak memiliki PCOS.

Selain itu, diet rendah karbohidrat justru dikaitkan dengan cacat lahir pada bayi, terutama yang berkaitan dengan masalah otak dan tulang belakang.

“Diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan kekurangan asupan asam folat yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko memiliki bayi dengan cacat tabung saraf,” kata Tania Desrosiers, PhD, MPH, peneliti dari Gilling School of Public Health University of North Carolina yang memimpin penelitian terkait diet rendah karbohidrat yang diterbitkan dalam jurnal Birth Defect Research, seperti dikutip dari Parents.

“Wanita hamil atau sedang program hamil harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan tentang diet dan pola makan mereka sambil terus mengonsumsi vitamin setiap hari, baik sebelum ataupun selama kehamilan, yang mengandung setidaknya 400 mikrogram asam folat,” jelas Dr. Desrosiers.

Baca Juga: Efektifkah Diet Rendah Karbohidrat untuk Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

“Cacat tabung saraf muncul sangat awal dalam kehamilan, sering kali sebelum seorang wanita tahu bahwa dia sedang hamil dan sebagian besar kehamilan sering kali terjadi tanpa direncanakan. Inilah sebabnya CDC merekomendasikan agar semua wanita wanita usia subur mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram asam folat setiap hari, terlepas sedang berusaha untuk hamil ataupun tidak.”

Konsumsi Karbohidrat Kompleks Lebih Disarankan

Diet Rendah Karbohidrat Tingkatkan Peluang Hamil? Ini Kata Ahli 3

Foto: pixabay.com

University of Rochester Women’s Lifestyle Center mengungkapkan bahwa pola makan wanita yang sedang menjalani program hamil bukanlah bergantung pada jumlah karbohidrat, melainkan jenis karbohidrat yang dikonsumsi.

Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat yang cepat dicerna oleh tubuh (karbohidrat simpleks) seperti roti putih, nasi, kentang, bagel, dan gula soda terbukti dapat meningkatkan risiko infertilitas yang disebabkan oleh gangguan ovulasi.

Sementara itu, konsumsi karbohidrat kompleks yang kaya akan serat justru dapat meningkatkan kesuburan. Selain itu, serat juga terbukti dapat membantu mencegah diabetes kehamilan (gestasional).

Baca Juga: 5 Karbohidrat yang Baik untuk Diet

Jadi, itu dia penjelasan para ahli mengenai diet rendah karbohidrat untuk peluang kehamilan. Apa pun keputusan diet yang akan Moms jalani untuk memperbesar peluang hamil, selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan/atau ahli gizi.

Artikel Terkait