KEHAMILAN
28 Maret 2020

Diet Tinggi Protein Saat Program Hamil, Ketahui 5 Fakta Ini

Benarkah meningkatkan peluang hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Mengkonsumsi protein berkualitas tinggi dalam jumlah yang memadai sangatlah penting untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, hormon, enzim, dan sel darah.

Protein juga sangat disarankan untuk dikonsumsi bagi Moms yang sedang program hamil. Bahkan banyak wanita yang memilih melakukan diet tinggi protein untuk program hamil.

Diet Tinggi Protein untuk Program Hamil, Apakah Efektif?

Namun, benarkah mengonsumsi lebih banyak sumber protein dapat meningkatkan peluang hamil? Yuk, simak beberapa fakta berikut ini:

1. Protein Nabati Lebih Baik Dari Protein Hewani

Diet Tinggi Protein Saat Program Hamil, Ketahui XX Fakta Ini 1

Foto: idealnutrition.com.au

Mengutip Baby Center Australia, Sasha Watkins, seorang ahli gizi berbasis di London, menuliskan bahwa peran asupan protein terhadap kesuburan sangatlah kompleks dan masih belum jelas bagaimana sumber atau jumlah konsumsi protein dapat mempengaruhi fungsi ovulasi atau kesuburan wanita.

Namun, ia menyebutkan bahwa protein dari sumber nabati memiliki dampak yang lebih baik untuk kesuburan wanita daripada protein dari sumber hewani.

Sumber protein hewani yang dimaksud termasuk daging dan ikan, sedang sumber nabati meliputi kacang-kacangan seperti kuinoa dan lentil, produk kedelai seperti tahu dan susu kedelai, serta biji-bijian seperti biji labu dan biji chia.

Sementara sebuah studi yang diterbitkan oleh National Institute of Health (NIH) menunjukkan bahwa mengganti sumber protein hewani, khususnya daging merah dan daging ayam, dengan sumber protein nabati dapat mengurangi risiko infekrtilitas anovulasi.

Baca Juga: 3 Pilihan Program Hamil yang Dapat Dicoba, Mana yang Terbaik?

2. Telur Dianggap Protein Hewani yang Baik

Diet Tinggi Protein Saat Program Hamil, Ketahui XX Fakta Ini 2

Foto: pixabay.com

Meskipun sebagian besar protein hewani dianggap berpengaruh buruk terhadap kesuburan, Pinnacle Health menyebutkan bahwa telur justru menjadi sumber protein hewani yang masuk dalam daftar pengecualian dan dapat dikonsumsi dalam diet sehat untuk program hamil.

Hal ini dikarenakan telur menyediakan sumber kolin yang sangat baik, nutrisi yang dapat membantu mencegah cacat lahir. Kolin juga membantu perkembangan fungsi otak bayi sejak dalam kandungan.

Namun, konsumsi berlebih juga tidak disarankan karena telur mengandung kolesterol yang dapat mengganggu konsentrasi hormon reproduksi (testosteron, estrogen, dan progesteron).

3. Protein Mengurangi Hiperinsulinemia Pada Penderita PCOS

Diet Tinggi Protein Saat Program Hamil, Ketahui XX Fakta Ini 3

Foto: mylotus.com

Asupan protein diketahui berkaitan dengan deregulasi steroidogenesis (sintesis hormon androgen) pada wanita yang terkena polycystic ovary syndrom (PCOS) dengan mengatasi hiperinsulinemia, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility.

Sementara untuk wanita sehat, Mumford et al. menemukan bahwa diet tinggi protein untuk program hamil, khususnya protein hewani, secara signifikan terkait dengan kadar testosteron yang lebih rendah.

Baca Juga: Bahaya PCOS Bagi Wanita yang Sedang Program Hamil

4. Harus Dikombinasikan Dengan Olahraga dan Asupan Gizi Seimbang

Diet Tinggi Protein Saat Program Hamil, Ketahui XX Fakta Ini 4

Foto: pexels.com

Meskipun asupan protein, terutama protein nabati, sangat baik untuk program hamil, sangat disarankan untuk tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan melakukan olahraga secara rutin.

Dalam laman Conceive Health disebutkan bahwa menggabungkan aktivitas fisik dan asupan gizi seimbang dapat secara positif mempengaruhi kesehatan dan komposisi tubuh secara keseluruhan.

Misalnya, wanita yang menjalani program hamil namun kekurangan berat badan dan/atau kurang gizi dapat melakukan yoga untuk meningkatkan kekuatan dan menghilangkan stres.

Jika dikombinasikan dengan peningkatan kalori, termasuk protein dengan minimum 65 gram per hari dapat membantu dalam penambahan berat badan yang sehat.

Baca Juga: Sedang Program Hamil? Yuk Ikut Senam Yoga

5. Konsumsi Berlebihan Dapat Memicu Kanker

Diet Tinggi Protein Saat Program Hamil, Ketahui XX Fakta Ini 5

Foto: unsplash.com

Hal terpenting yang perlu Moms pertimbangkan jika ingin menjalani diet tinggi protein selama program hamil adalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan/atau ahli gizi.

Pasalnya, sampai saat ini belum ada hasil penelitian dan ahli yang merekomendasikan takaran tertentu yang paling sesuai untuk program hamil.

“Salah satu kekhawatiran tentang asupan tinggi protein, terutama protein hewani, adalah cenderung membuat sel-sel berlipat ganda lebih cepat,” kata Dr. Walter Willet, ketua departemen nutrisi di Harvard T. H. Chan School of Public Health, seperti dikutip dari New York Times.

“Konsumsi tinggi protein bagus di awal kehidupan, ketika Anda adalah anak yang sedang tumbuh. Tetapi di usia dewasa, ini adalah salah satu proses mendasar yang meningkatkan risiko kanker.”

American Heart Association sendiri menyebutkan bahwa asupan protein harian yang direkomendasikan harus disesuaikan dengan usia dan berat badan. Umumnya, sekitar 46 gram protein untuk wanita dewasa dan 56 gram untuk pria dewasa (sekitar 10% - 35% dari kalori harian).

Artikel Terkait