BALITA DAN ANAK
12 Desember 2019

Do’s and Don’t’s Menghadapi Anak Aktif dan Emosional

Ajari anak cara menanganinya dengan tepat
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Menghadapi anak aktif dan emosional seringkali membuat orang tua frustrasi. Bahkan Moms mungkin pernah bertanya-tanya “Saya pernah berbuat apa, sih, sampai Si Kecil bersikap seperti itu?”.

Psikolog anak asal Inggris, Sara King, mengatakan bahwa ini bukan kesalahan orang tua, melainkan kombinasi genetik dan lingkungan.

Jika Moms bisa mencontohkan ke Si Kecil cara mengatasinya dengan baik, Michael Popkin, penulis buku “Taming the Spirited Child”, mengatakan bahwa ada manfaat yang bisa anak rasakan kelak.

“Sekarang, tingkah laku anak-anak seperti ini memang membuat Moms hampir gila. Tapi, kalau Si Kecil mempelajari cara menggunakan sifat tersebut secara konstruktif, temperamen tadi bisa menjadi aset anak di masa depan,” jelas Popkin.

Baca Juga: Menghadapi Anak yang Suka Berbohong

Menghadapi Anak Aktif dan Emosional

Ini hal yang perlu dilakukan dan dihindari saat menghadapi anak yang aktif dan anak emosional:

1. Cara Menghadapi Anak Aktif

menghadapi anak aktif dan emosional

Foto: Tânia Neves via The Wanderlust

Mereka seperti punya baterai yang tak habis-habis. Maunya langsung terlibat pada apa yang terjadi di sekitar mereka. Sulit sekali memintanya makan sambil duduk tenang. Bahkan, saat mau tidurpun, kakinya tetap bergerak-gerak di tempat tidur.

Positifnya: Mereka punya rasa ingin tahu yang tinggi dan terdorong untuk unggul di bidang olahraga. Namun, kalau Moms berniat mengarahkan anak menjadi atlet, sebaiknya Moms fokus ke teknik, kecepatan, atau kekuatan otot. Sebab, soal energi, anak-anak tak terkalahkan.

Menurut penelitian di jurnal Frontiers in Physiology, anak-anak lebih banyak menggunakan metabolisme aerobik sehingga tidak terlalu lelah saat melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

Mereka juga bisa pulih dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat daripada atlet endurance dewasa terlatih. Makanya, anak-anak seperti bisa bermain terus-menerus sementara orang dewasa sudah kelelahan sejak tadi.

Baca Juga: Anak Mulai Naksir Teman? Begini Cara Menghadapinya

Do: King menyarankan Moms membiarkan Si Kecil bermain bebas di luar ruangan. Misalnya, membakar energi dengan berlari-larian di halaman belakang rumah yang sudah dipastikan aman.

Saat sudah agak besar, Moms juga bisa mendaftarkannya ke sekolah sepakbola, kegiatan bela diri, dan sebagainya sebagai penyaluran positif dari tingkat aktivitasnya yang tinggi.

Bagaimanapun juga, ada kalanya Si Kecil harus duduk manis, seperti saat makan atau di sekolah. Tetap ada cara untuk menyalurkan energinya, Moms. Misalnya, Si Kecil dimintai tolong mengambilkan nasi dan sendok atau membagikan kertas serta mengumpulkan krayon milik sekolah.

Don’t: menyuruh Si Kecil duduk diam di perjalanan dengan mobil selama empat jam tanpa beberapa kali berhenti, atau berjalan tenang di samping Moms di pasar swalayan. Moms, ini tidak akan terjadi.

2. Cara Menghadapi Anak Emosional

menghadapi anak aktif dan emosional

Foto: parentline.com.au

Si drama king atau drama queen kecil ini seringkali menunjukkan perasaannya secara berlebihan, baik rasa senang maupun tantrum.

Positifnya: anak tersebut bisa jadi pemimpin dan orang yang bersemangat yang akan menginspirasi orang lain dengan antusiasmenya.

Baca Juga: Berbeda Pola Asuh Anak dengan Suami? Ini 3 Trik Menghadapinya

Do: ajarkan teknik relaksasi, seperti membuka dan menutup kepalan tangan serta menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.

Tetapkan batasan. Jangan mudah menyerah pada anak dengan temperamen emosional meski kelihatannya ini cara yang paling mudah. Beri konsekuensi yang logis terkait perilaku anak. Misalnya, kalau anak memberantaki kosmetik Moms, larang ia bermain di kamar.

Konsekuensi tidak harus negatif, kok, Moms. Kalau Moms melihat Si Kecil mulai panas, Moms bisa menyuruhnya mendengarkan musik sampai waktu makan tiba.

Don’t: berteriak atau menunjukkan kalau Moms marah. Sebab, ini malah membuat tingkah laku Si Kecil semakin menjadi-jadi.

Semoga bisa selalu bersabar, ya, Moms, saat menghadapi anak aktif dan emosional.

EMA

Artikel Terkait