NEWBORN
17 Oktober 2017

Do's and Don'ts Menyimpan ASI Perah

Jangan simpan ASI perah melebihi kapasitas, Ma!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Menyusui menjadi awal yang paling menyehatkan dalam kehidupan bayi. American of Pediatric menyampaikan bahwa menyusui eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi adalah waktu yang optimal.

Melakukan perawatan khusus untuk meningkatkan produksi ASI dan juga menghindari kebiasaan yang bisa mengurangi nutrisi bermanfaat merupakan tindakan sangat penting bagi Mama.

Namun, terkadang kesibukan dan alasan lainnya membuat Mama tidak bisa menyusui si kecil secara langsung. Maka dari itu, ASI perah menjadi pilihan yang tepat untuk tetap memberikan ASI eksklusif kepada si kecil.

Meskipun demikian, terdapat beberapa hal penting yang penting Mama ketahui mengenai cara menyimpan ASI perah yang benar. Apa yang boleh dan dilarang dalam menyimpan ASI perah?

Do's

shutterstock 520843618
  • Pastikan hanya mengisi plastik penyimpanan ASI perah dengan jumlah maksimum yang tercantum pada plastik ASI.
  • Letakkan plastik ASI ke dalam freezer. Bisa juga dengan menggunakan wadah terpisah di freezer untuk membuat ASI perah lebih cepat beku.
  • Pastikan membuang kelebihan udara sebelum mengisi maupun menutup plastik atau botol ASI yang Mama gunakan.
  • Pastikan untuk menutup rapat plastik atau botol ASI dan kembali memeriksanya apakah sudah benar-benar tertutup sebelum menyimpannya ke dalam freezer.
  • Tandai menggunakan spidol permanen agar Mama tahu ASI perah mana yang terlebih dahulu harus diberikan kepada si kecil, sesuai tanggal ASI tersebut dipompa.
  • Termasuk juga perkiraan jumlah takaran ASI perah yang ada dalam plastik atau botol tersebut.
  • Jika Mama ingin mendonorkan ASI, pastikan sudah menandai masing-masing plastik dan botol ASI dengan tanggal ASI dipompa, nama ibu dan anak penerima donor ASI.
Baca Juga : Bolehkah Mencampur ASI Perah Dalam Waktu Berbeda?

Don’ts

shutterstock 544124749
  • Jangan simpan plastik dan botol ASI satu tempat dengan makanan atau minuman lain di dalam freezer. Selain itu, jangan simpan plastik dan botol ASI perah di pintu freezer atau pintu kulkas.
  • Jangan mengisi plastik dan botol ASI perah melebihi kapasitas yang dianjurkan. Cukup isi dengan kapasitas maksimal sesuai yang tercantum pada plastik atau botol ASI.
  • Jangan lupa periksa kembali plastik dan botol ASI perah yang akan Mama simpan. Pada masing-masing plastik dan botol ASI perah pastikan sudah dillengkapi tanggal ASI perah dipompa. Terlebih lagi jika Mama berniat untuk memberikannya sebagai donor.
  • Jangan mengabaikan kebersihan. Mulai dari kebersihan tangan, alat pompa ASI, plastik atau botol ASI yang digunakan untuk menyimpan hingga proses pompa ASI harus benar-benar Mama perhatikan kebersihannya. Termasuk freezer yang Mama gunakan untuk menyimpan ASI perah.

Mengapa beberapa hal di atas harus benar-benar diperhatikan dalam menyimpan ASI perah? Di saat tempat menyimpan ASI perah, khususnya plastik ASI mengalami kebocoran karena terlalu banyak diisi, maka bukan hanya volume ASI saja yang akan berkurang. Di waktu yang sama, ASI perah yang Mama simpan komposisinya juga berubah seperti protein, lemak dan nutrisinya.

Selain itu, jika plastik dan botol ASI tidak tertutup rapat atau justru bocor dan berlubang, maka kemungkinan bakteri dan kuman bisa masuk dengan bebas ke dalam ASI perah yang disimpan. Padahal kuman dan bakteri tersebut bisa menjadikan ASI perah mudah basi dan sudah tentu sangat berbahaya bagi kesehatan si kecil.

Nah, ada “Dos and Don’ts” lain seputar cara menyimpan ASI perah yang bisa Mama tambahkan?

(RGW)

Foto : Shutterstock

Artikel Terkait