BALITA DAN ANAK
5 Juni 2020

Dosis Parasetamol Balita Berlebihan, Ini Bahayanya

Ternyata parasetamol sering digunakan untuk bunuh diri
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Parasetamol alias asetaminofen sudah lama menjadi obat standar untuk demam dan nyeri pada anak-anak. Namun, siapa sangka, efeknya bisa berbahaya jika dosis parasetamol balita berlebihan?

Parasetamol efektif dan bisa dibeli secara bebas. Tapi ternyata, asetaminofen adalah salah satu obat yang paling umum digunakan oleh anak-anak dalam kasus overdosis secara tidak sengaja.

Selain itu, parasetamol rupanya juga sering digunakan untuk bunuh diri. Menenggak parasetamol dalam jumlah besar sangat berbahaya, tapi efeknya baru terlihat 2-3 hari setelah meminumnya.

Jika Moms tahu bahwa seseorang mencoba bunuh diri dengan minum banyak parasetamol, segera bawa ia ke rumah sakit meski ia tampak baik-baik saja di awal. Sebab, penanganan harus segera dilakukan sebelum efeknya terlihat.

Baca Juga: Ibu Hamil Yuk, Mengenal Lebih Jauh Parasetamol

Penyebab Overdosis Parasetamol pada Balita

Penyebab Overdosis Parasetamol pada Balita.jpeg

Foto: huffingtonpost.com

Overdosis parasetamol bisa terjadi dalam sekejap mata. Seringkali hal ini terjadi karena ketidaksengajaan maupun ketidaktahuan. Contohnya:

  • Terburu-buru sehingga tidak menakar parasetamol dengan tepat
  • Salah membaca cara penggunaan di label obat
  • Memberikan dua dosis obat dalam waktu berdekatan
  • Tidak tahu kalau orang lain (misalnya pengasuh anak) sudah meminumkan obat ke Si Kecil sehingga dosisnya jadi dobel
  • Menggabungkan obat. Misalnya, obat demam dan obat pilek karena Si Kecil sedang mengalami beberapa gejala flu. Ini bisa jadi berbahaya karena banyak obat pilek sudah mengandung parasetamol. Selain itu, menurut situs web Mayo Clinic, obat batuk pilek sebaiknya dihindari pada anak usia di bawah enam tahun terkait kemungkinan efek samping serius. Produk multibahan juga sebaiknya tidak diberikan pada anak usia tersebut.
  • Menggunakan formulasi parasetamol untuk orang dewasa
  • Menganggap semakin sering minum obat atau semakin tinggi dosisnya, semakin cepat sembuh. Hal ini biasanya dilakukan karena merasa tidak puas dengan performa dosis sesuai anjuran.
  • Si Kecil menyangka obat adalah permen atau minuman manis. Hal ini bisa terjadi jika orang dewasa teledor membiarkan obat dalam jangkauan anak-anak.

Baca Juga: Mengonsumsi Parasetamol dapat Memengaruhi Kesuburan? Ini Penjelasannya

Dosis Parasetamol Balita yang Dianjurkan

Dosis Parasetamol Balita yang Dianjurkan.jpg

Foto: iStock

Dosis parasetamol disesuaikan dengan berat badan Si Kecil. Berikut anjuran dosis parasetamol balita untuk sirop 160 mg/5 ml seperti dikutip dari situs web healthychildren.org:

  • BB 8-11 kg: 3,75 ml
  • BB 11-16 kg: 5 ml
  • BB 16-21 kg: 7,5 ml
  • BB 21-27 kg: 10 ml

Bagaimanapun, dosis sesuai yang tertulis di label masing-masing obat adalah yang paling tepat. Dosis bisa diulangi setiap 4-6 jam, namun tidak boleh diberikan lebih dari lima kali dalam 24 jam.

Bahaya Kelebihan Dosis Parasetamol Balita

Bahaya Kelebihan Dosis Parasetamol Balita.jpg

Foto: media.npr.org

Terlalu banyak meminum parasetamol membebani kemampuan hati untuk mengolah obat tersebut secara aman. Overdosis asetaminofen bisa menyebabkan masalah hati yang mengancam jiwa.

Bahkan, meminum parasetamol sesuai dosis yang dianjurkan selama lebih dari satu atau dua hari bisa menyebabkan kerusakan hati pada sebagian anak yang kurang sehat.

Baca Juga: Mengonsumsi Parasetamol Saat Hamil Sebabkan Autisme pada Bayi?

Gejala awal overdosis parasetamol adalah mual, muntah, pucat, lesu, dan sakit perut dalam 24 jam setelah minum obat. Segera bawa Si Kecil ke rumah sakit jika menemukan tanda-tanda tersebut.

Di RS, Si Kecil akan menjalani tes darah untuk menentukan apakah konsentrasi parasetamol di darahnya berbahaya. Jika perlu, dokter memberikan antidot untuk meredakan efek asetaminofen.

Cara Mencegah Overdosis Parasetamol pada Balita

Cara Mencegah Overdosis Parasetamol pada Balita.jpg

Foto: dralamiskids.com

Pertama, pertimbangkan lagi apakah Si Kecil benar-benar membutuhkan parasetamol. Menurut situs web Women’s and Children’s Health Network, banyak dokter tidak menyarankan pemberian parasetamol atau ibuprofen jika demam Si Kecil rendah (sekitar 38,5-390C). Sebab, demam adalah salah satu cara sistem kekebalan tubuh bekerja untuk mengendalikan infeksi.

Parasetamol tidak dapat menyembuhkan penyebab demam, melainkan membuat Si Kecil nyaman karena suhu tubuh tinggi bisa menyebabkan sakit kepala dan nyeri di tubuh.

Baca Juga: Dosis Parasetamol Balita Berlebihan, Ini Bahayanya

Jika Moms merasa perlu memberikan parasetamol pada Si Kecil, patuhi hal-hal ini untuk mencegah overdosis parasetamol pada balita:

  • Ketahui berat badan Si Kecil sehingga Moms bisa memberikan dosis sesuai bobotnya. Baca label obat dengan saksama.
  • Gunakan gelas atau sendok takar yang disertakan bersama obat. Jangan menggunakan sendok teh biasa untuk mengukur obat karena ukurannya beragam.
  • Jangan berikan Si Kecil parasetamol saat ia sedang mengonsumsi obat lain yang mengandung asetaminofen.
  • Jangan berikan parasetamol dengan formulasi dewasa kepada Si Kecil
  • Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak

Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Jadi, pastikan Moms memberikan dosis parasetamol balita yang tepat, ya!

Artikel Terkait