3-5 TAHUN
9 Maret 2020

Kenapa Anak Suka Memukul? Simak Penjelasannya di Sini

Ternyata ada fasenya si Kecil suka memukul.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Suatu hari, Moms mendapat pesan singkat dari guru sekolah si Kecil yang mengatakan anak Moms memukul temannya.

Moms tentu kaget. Selama ini Moms tidak pernah mengajari anak balita Moms untuk bersikap kasar. Mengapa tiba-tiba ia berperilaku seperti itu?

Untuk memahami lebih dalam kenapa anak suka memukul, yuk, baca informasi penting ini, Moms.

Baca Juga: Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Menghadapi Anak Marah

Mengapa Anak Suka Memukul?

Duh! Kenapa si Kecil suka memukul (1).jpg

Foto: Orami Photo Stocks

“Perilaku memukul dan menggigit bukanlah hal yang aneh pada tahap perkembangan awal anak. Mereka ingin mengekspresikan kebutuhan dan perasaannya, tetapi tidak selalu tahu bagaimana caranya,” kata Miriam Schechter, M.D., dokter spesialis anak di The Children’s Hospital di Montefiore di New York.

“Perilaku yang tampak agresif, seperti memukul, menggigit, dan mendorong biasanya dilakukan oleh anak [usia 1−3 tahun] yang belum mampu berkomunikasi dengan lancar, merasa frustrasi, kewalahan, atau salah paham,” terang Julie Kandall, direktur pendidikan di Columbus Preschool di New York City.

Baca Juga: Cara Simpel Mencegah Temper Tantrum pada Anak, Yuk Ikuti

Bagaimana Menghentikan Perilaku Anak Suka Memukul?

Duh! Kenapa si Kecil suka memukul (2).jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tenang, Moms. Anak suka memukul bisa jadi hanya fase. Pada anak batita, perilaku tersebut ternyata cukup lazim terjadi.

Berikut ini adalah cara-cara untuk menghentikannya.

1. Ketahui Alasannya

Cari tahu kondisi atau kejadian yang bikin si Kecil frustrasi dan mendorongnya untuk memukul.

Saat Moms sedang menggendong atau hendak menidurkan si Kecil, Moms dapat membahas kejadian tersebut untuk membantu anak memahami emosi yang ia rasakan.

Misalnya, “Adik tadi kesal ya, karena mainan adik diambil teman?”. Atau, “Ternyata main perosotan di taman bikin capek juga ya, karena Adik harus antri”.

2. Langsung Menegur Si Kecil Saat Ia Memukul

Dikutip dari Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology, segera tegur si Kecil tiap kali ia memperlihatkan perilaku agresif, dan jangan menjadi agresif juga jika tidak ingin perilaku Moms ditiru Si Kecil.

Berlututlah agar pandangan mata Moms sejajar dengan si Kecil, lalu katakan secara lembut sambil menatap si Kecil, “Adik tidak boleh memukul (sebutkan nama orang yang ia pukul). Dipukul itu rasanya sakit.”

Ulangi langkah tersebut setiap kali anak suka memukul.

3. Memuji Anak Bila Bersikap Manis

Puji anak saat ia menunjukkan perilaku positif, seperti mau meminjamkan mainannya kepada teman atau mau bergantian saat bermain ayunan, dan sebagainya.

Pada dasarnya anak senang dipuji. Menurut Kandall, saat anak memahami Moms memberikan pujian atas perilaku yang positif, maka ia akan mengurangi berperilaku negatif untuk mendapatkan perhatian.

4. Berikan Contoh

Bacakan cerita yang menonjolkan perilaku positif dan menunjukkan perilaku negatif yang dapat menyakiti orang lain itu tidak baik.

Ini merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk mengajari si Kecil bahwa anak suka memukul itu bukanlah suatu sikap yang baik.

Nah, itulah penjelasan tentang anak suka memukul. Semoga bisa menjawab keresahan Moms ya.

Baca Juga: 4 Hal yang Membuat Anak Menjadi Penakut

(AN/DIN)

Artikel Terkait