DI ATAS 5 TAHUN
16 Februari 2019

Dul Gantikan Ahmad Dhani Saat Konser Dewa 19, Begini Cara Mewariskan Bakat Pada Anak

Banyak orang tua yang ingin mewariskan bakat ke anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (mentari.delita)
Disunting oleh (mentari.delita)

Lantaran harus menjalani masa tahanan, Ahmad Dhani yang merupakan pentolan dari grup musik Dewa 19 tak bisa tampil dalam sebuah konser yang digelar di Malaysia.

Hal ini tak membuat konser tersebut lantas dibatalkan, karena sosok Ahmad Dhani digantikan langsung oleh sang anak, Dul Jaelani.

Melihat hal tersebut membuat Moms tentunya juga penasaran bukan bagaimana cara mewariskan bakat pada anak? Mari simak ulasan berikut:

Cara Turunkan Bakat Orang Tua Pada Anak

41555844 345178206252429 4043062988748946251 n

Ada dua hal yang menumbuhkan bakat pada anak, yakni genetik dan faktor lingkungan.

Bila bakat tersebut sudah diturunkan secara genetik, maka tak perlu khawatir karena mereka akan mampu melakukan hal yang telah turun temurun dari orang tuanya.

Namun bila dibentuk dari faktor lingkungan, maka yang dapat Moms lakukan adalah memberikan stimulus yang tepat.

“Cara menumbuhkan bakat pada anak adalah dengan memberikan stimulus yang tepat dan sesuai dengan bakat yang memang ingin diasah. Kemudian sedari dini mendekatkan anak pada lingkungan yang dapat mendukung bakat tersebut.

Jangan lupa juga sebagai orang tua harus memberikan contoh, sehingga anak secara tidak sadar dapat mempelajari apa yang ingin orang tua berikan dan mengolahnya dengan baik," jelas psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi, Psi. pada Orami. 

Baca Juga: 5 Penyanyi Indonesia Ini Menurunkan Bakat Seninya ke Anak

Jangan Paksakan Anak untuk Ikuti Jejak Orang Tua

38481852 505757209863168 3413744786882953216 n

Bila Si Kecil rupanya tak mewarisi bakat orang tua, jangan pernah memaksakan mereka. Contohnya saat mereka memang tak ingin menjadi musisi, maka jangan terus paksa mereka mengikuti berbagai macam kursus musik.

“Selain mereka merasa tidak senang, hasilnya juga tidak akan maksimal terlebih kursus itu biasanya juga ada levelnya. Pada awalnya memang bisa mengikuti, namun lama kelamaan tentu tidak akan selesai dan hasilnya sia-sia. Memang pada beberapa kasus ada anak yang cerdas dan mampu menjalaninya, namun kembali lagi tentunya mereka tetap tidak merasa senang,” tambah Ayoe.

Di samping itu, Moms juga mungkin menemukan kasus lain seperti saat orang tua ingin anak melanjutkan cita-cita yang tidak tercapai.

Contohnya saat dulu Moms ingin menjadi model, lalu kini Si Kecil menjadi sering didaftarkan pada lomba modelling.

Dengan harapan, mereka dapat meneruskan cita-cita orang tua. Dampaknya akan sama seperti di atas, selain tidak senang hasilnya juga tidak akan maksimal.

Baca Juga: 3 Cara Nola Mengembangkan Bakat Anak-anaknya

Lalu bagaimanakah menemukan bakat anak yang sesungguhnya? Untuk menemukan bakat pada anak tentunya orang tua harus melakukan observasi.

"Hal ini bisa dilakukan dengan cara melihat, anak ini paling pintar menguasai bidang apa? Lihat saja dari kegiatan sehari-harinya. Apakah ia mudah mengikuti sebuah irama musik saat mendengar lagu? Atau apakah ia dengan mudahnya belajar berenang? Dari observasi itulah kita bisa melihat bakatnya. Selain itu, perkenalkan juga anak dengan sebanyak-banyaknya bidang dan hal baru. Anak yang mengenal banyak hal akan membuat bakat mereka lebih mudah terlihat dan diasah,” tutup Ayoe.

Mengasah bakat anak memang penting, Moms namun jangan lupa untuk mengutamakan hal yang membuatnya senang. Jangan pernah memaksakan anak melakukan segala sesuatu yang sebenarnya menjadi keinginan orang tua.

(MDP)

Artikel Terkait