BALITA DAN ANAK
30 Juni 2020

Ketahui 5 Efek Negatif Bila Anak Dibesarkan Oleh Orang Tua Narsistik

Mengganggu kondisi sosial, emosional, dan mental hingga anak dewasa kelak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Jarang dibicarakan, efek negatif anak dibesarkan orang tua narsistik ternyata sangat serius dan berpengaruh besar pada kepribadian, pola pikir, kesehatan mental, serta kualitas hidup Si Kecil hingga ia dewasa nanti.

Mengutip psychologytoday.com, para orang tua narsistik memandang keberadaan anak adalah untuk memenuhi segala keinginan orang tua meski tidak sesuai dengan impian, minat, maupun pendapat anak.

Mereka juga tidak bisa berempati pada perasaan anak, tidak mendukung kemandirian dan pencapaian anak, bahkan tidak segan menggunakan ancaman dan manipulasi emosional supaya anak mau menuruti keinginan dan ambisinya.

5 Efek Negatif Anak Dibesarkan Orang Tua Narsistik

Yuk Moms, simak penjelasan berikut untuk tahu lebih banyak tentang efek negatif yang akan dirasakan oleh anak yang dibesarkan orang tua narsistik.

1. Kepercayaan Diri Rendah

Ketahui 5 Efek Negatif Bila Anak Dibesarkan Oleh Orang Tua Narsistik 1.jpg

Foto: Popsugar.com

Orang tua narsistik menjalankan pola asuh yang menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian dan orang terpenting dengan segala cara. Baik dengan meremehkan kemampuan dan pencapaian anak, menyalahkan anak, kekerasan emosional, kritik berlebihan, atau manipulasi.

Dengan keseharian yang penuh tekanan dan kurangnya pengakuan, anak dari orang tua narsistik seringkali tumbuh dengan kepercayaan diri rendah, merasa tidak cukup baik, dan ketakutan mencoba hal baru di luar zona nyamannya.

Baca Juga: Anak Sering Minder? Yuk Bantu Bangun Kepercayaan Dirinya

2. Rentan Terlibat Dalam Hubungan Tidak Sehat

Ketahui 5 Efek Negatif Bila Anak Dibesarkan Oleh Orang Tua Narsistik 2.jpg

Foto: Youngparents.com.sg

Kegagalan komunikasi emosional berulang antara anak dan orang tua narsistik juga membuat Si Kecil rentan terjebak dalam hubungan tidak sehat saat tumbuh besar dan dewasa kelak.

Pada sebagian besar kasus, hal tersebut terjadi karena perlakuan orang tua narsistik membentuk pikiran bawah sadar kalau anak tidak cukup baik untuk dicintai.

Akibatnya, anak merasa takut ditinggalkan dan diabaikan oleh orang terdekatnya, sehingga rela mentolerir perlakuan tidak wajar untuk mempertahankan suatu hubungan. Baik dalam hubungan pekerjaan, pertemanan, atau dengan lawan jenis.

3. Menyalahkan Diri Berlebihan

Ketahui 5 Efek Negatif Bila Anak Dibesarkan Oleh Orang Tua Narsistik 3.jpg

Foto: Sbcc.sg

Menurut psikolog klinis Dr. George Simon, orang tua narsistik seringkali memanipulasi pikiran dan emosi anak dengan metode gaslighting, sebuah bentuk kekerasan mental dimana pelaku membuat korban meragukan ingatan, sudut pandang, dan kewarasannya.

Efek anak dibesarkan orang tua narsistik yang terjadi kemudian adalah tertanamnya kebiasaan meragukan diri dan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan, bahkan saat ia yang diperlakukan tidak baik.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membuat anak kesulitan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam pendidikan dan karier, dan bisa termasuk dalam efek negatif anak dibesarkan orang tua narsistik.

Baca Juga: 3 Perkembangan Anak yang Butuh Perhatian Serius

4. Tidak Berani Mengekspresikan Diri

Ketahui 5 Efek Negatif Bila Anak Dibesarkan Oleh Orang Tua Narsistik 4.jpg

Foto: Gabbitas.com

Orang tua narsistik juga diketahui tidak peduli pada perasaan dan pendapat anak, selalu merasa paling benar, dan tidak jarang menganggap ekspresi diri anak sebagai bentuk konfrontasi atau perlawanan.

Dengan perlakuan seperti itu, anak pun kemudian tumbuh besar dengan rasa takut untuk mengekspresikan diri karena tidak mau menimbulkan masalah, juga menganggap pendapat dan perasaannya memang tidak berarti

5. Rentan Mengalami Masalah Kesehatan Mental

Ketahui 5 Efek Negatif Bila Anak Dibesarkan Oleh Orang Tua Narsistik 5.jpg

Foto: Justmommies.com

Berbagai hasil studi, termasuk yang dilansir oleh International Journal of Psychology and Psychological Therapy, menemukan kalau anak yang dibesarkan oleh orang tua narsistik hampir selalu mengalami masalah emosional, depresi, dan kecemasan kronis.

Semakin abusif orang tua narsistik, semakin mendalam trauma yang dirasakan anak. Bahkan tidak sedikit anak yang kemudian tumbuh dewasa dengan post-traumatic stress disorder (PTSD), serangan ingatan abusif, menghindari konfrontasi, dan pikiran untuk bunuh diri.

Baca Juga: Mari Perhatikan Kesehatan Mental Anak Sejak Dini dengan 4 Cara Ini

Percayalah Moms, efek negatif anak dibesarkan orang tua narsistik itu nyata, mendalam, dan kompleks, sehingga perlu bantuan terapi jangka panjang dari ahli kejiwaan untuk memulihkan “luka” yang dirasakan anak.

Menurut Moms, adakah yang bisa kita lakukan untuk membantu anak yang dibesarkan oleh orang tua narsistik?

Artikel Terkait