PASCA MELAHIRKAN
13 Agustus 2020

11+ Efek Operasi Caesar untuk Moms dan Si Kecil, Wajib Tahu!

Efek dari operasi caesar ini bisa cukup berbahaya bagi Moms dan Si Kecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setiap calon ibu tentu memiliki visi dan rencana tentang bagaimana mereka akan melahirkan. Sebagian besar tentu berharap dapat melahirkan normal dan tanpa komplikasi.

Melahirkan normal diyakini akan lebih cepat pulih dibandingkan efek operasi caesar yang membutuhkan waktu pulih lebih lama.

Namun, banyak kemungkinan yang bisa terjadi dan mengubah semua rencana yang sudah Moms susun. Berbagai indikasi medis yang terjadi pada Moms, bisa menjadi pertimbangan bagi dokter untuk memutuskan dilakukannya operasi caesar.

Operasi bedah caesar adalah operasi melahirkan bayi yang mengharuskan dibuatnya sayatan pada dinding perut dan rahim Moms. Secara umum operasi ini dianggap aman, meskipun operasi caesar memiliki lebih banyak risiko daripada kelahiran melalui vagina atau normal.

Operasi caesar bisa menjadi pilihan yang tepat karena dapat membantu Moms mengalami komplikasi dan dapat menjadi penyelamat dalam keadaan darurat. Namun, beberapa orang sengaja memilih operasi caesar karena enggan merasakan sakit ketika melahirkan normal.

Akan tetapi apapun alasannya, Moms harus tahu bahwa layaknya operasi lain, operasi caesar tetap memiliki efek samping yang mungkin harus Moms pertimbangkan. Efek samping ini tidak hanya mungkin terjadi pada Moms, tetapi juga bisa terjadi pada Si Kecil.

Berikut ini merupakan penjelasan efek operasi caesar pada Moms dan Si Kecil, baik jangka pendek ataupun jangka panjang.

Efek Operasi Caesar pada Ibu

Infeksi Pasca Caesar, Ketahui Mengenai Osteomielitis 4.jpg

Moms sebagai ibu akan menjadi objek yang paling banyak merasakan efek operasi caesar. Karena peperangan ini dilakukan oleh Moms sendiri, efek operasi caesar bagi Moms tidak hanya berlaku jangka pendek.

Efek operasi caesar jangka pendek seperti kemungkinan infeksi, pendarahan, mual, demam dan nyeri pada bagian luka sayatan mungkin adalah hal yang umum dan awalnya akan menyulitkan Moms untuk bersama Si Kecil tepat setelah dia lahir.

Memegang, menyusui, dan menenangkannya mungkin lebih menyakitkan daripada yang Moms perkirakan. Namun, kondisi ini akan berangsur pulih dalam waktu beberapa minggu.

Itu semua hanya efek operasi caesar yang Moms rasakan dalam jangka pendek. Namun, Moms juga harus tau bagaimana efek operasi caesar jangka panjang yang bisa terjadi.

Baca Juga: Moms, Inilah Hal yang Harus Diperhatikan Saat Kembali Hamil Setelah Operasi Caesar

1. Bekas Luka

Moms tentu tahu bahwa luka sayatan di perut Moms merupakan efek operasi caesar yang tidak akan hilang seumur hidup. Beberapa orang bisa mengakalinya agar luka itu tertutup dan tidak mengganggu penampilan fisik.

Namun, seperti dikutip dari Boldsky, luka operasi caesar akan membuat jaringan parut yang terbentuk di tempat perut Moms terpotong. Jaringan parut ini dapat menyebabkan masalah di kemudian hari dan akan cukup menyulitkan ketika suatu saat perlu menjalani operasi kritis lain di kemudian hari.

2. Istirahat Total yang Memakan Waktu

Efek operasi caesar yang juga cukup mengganggu adalah kebutuhan istirahat total hingga 3 bulan. Bagi sebagian besar Moms yang bekerja, ini terkadang menjadi masalah.

Moms yang bekerja biasanya hanya mendapatkan cuti hamil selama 3 bulan dari pekerjaan. Ini bisa dimulai beberapa minggu sebelum hari lahiran tiba.

3. Hernia

Hernia adalah kondisi yang terjadi ketika organ dalam tubuh menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya yang lemah. Ini bisa berasal dari luka dalam pada tubuh Moms dan biasanya terjadi sebagai efek operasi caesar.

Jika Moms tidak mengambil istirahat yang layak setelah melahirkan, hernia bisa menjadi salah satu efek operasi caesar yang Moms alami.

4. Masalah dengan plasenta pada Kehamilan Selanjutnya

Dikutip dari Mayo Clinic, semakin banyak operasi caesar yang Moms lakukan, maka akan semakin besar peluang Moms mengalami masalah dengan plasenta. Seperti masalah plasenta yang letaknya terlalu dalam atau dekat dengan dinding rahim (plasenta akreta) atau sebagian atau seluruhnya plasenta yang bisa menutupi bukaan serviks (plasenta previa).

Kedua kondisi tersebut bisa berefek pada kelahiran yang prematur, pendarahan yang berlebihan, dan kebutuhan untuk transfusi darah serta pengangkatan rahim secara bedah (histerektomi).

5. Komplikasi Terkait dengan Adhesi

Adhesi atau jaringan parut yang lengket dengan organ atau bagian dari organ yang seharusnya tidak menyatu, biasanya berkembang atau selalu menjadi efek operasi caesar.

Perlu Moms tahu bahwa adhesi yang padat dapat membuat operasi caesar menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko cedera kandung kemih atau usus dan pendarahan yang berlebihan.

6. Komplikasi Terkait Sayatan

Efek operasi caesar seperti hernia, memiliki peluang untuk terjadi lagi atau bahkan lebih parah ketika jumlah sayatan perut sebelumnya ditambah. Penanganan dengan bedah mungkin diperlukan jika hal itu terjadi pada Moms.

Baca Juga: 6 Kegiatan yang Harus Dihindari Saat Merawat Bekas Luka Operasi Caesar

7. Sakit Punggung

Nyeri punggung efek operasi caesar paling sering terjadi karena anestesi epidural. Tetapi, ini bisa juga disebabkan oleh jaitannya. Setiap kali Moms tertawa atau batuk, Moms akan menarik otot-otot disekitar jahitan dan itu juga bisa menyebabkan sakit punggung.

Efek Operasi Caesar pada Bayi

4 Masalah Newborn Ini Harus Menjadi Perhatian Moms -1.jpg

Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, angka kelahiran sesar di AS pada tahun 2010 mengalami penurunan hanya 0,1 persen. Dikutip dari VBAC, penurunan menunjukan dari 32,9 persen menjadi 32,8 persen persen.

Namun demikian, satu dari tiga Moms yang melahirkan melalui operasi caesar dan dijadwalkan dengan alasan non-medis menunjukan peningkatan.

Operasi caesar bisa menimbulkan beberapa tantangan bagi Si Kecil, dibandingkan dilahirkan melalui vagina atau normal. Si Kecil yang lahir dengan operasi caesar berisiko menerima efek operasi caesar yaitu mengalami komplikasi kesehatan.

Komplikasi ini adalah hal yang cenderung bisa diminimalisir melalui lahiran normal. Berikut adalah beberapa efek operasi casar yang bisa dialami Si Kecil:

8. Masalah Pernapasan

Masih berdasarkan informasi dsri VBAC, diketahui jiks Moms tidak melahirkan Si Kecil secara normal, maka Si Kecil bisa mendapatkan efek operasi caesar berupa masalah pernapasan.

Si Kecil yang lahir melalui operasi caesar, cenderung mengalami kesulitan bernapas sendiri. Sementara itu dengan operasi caesar yang dijadwalkan, Si Kecil lebih mungkin dilahirkan prematur di mana saat paru-paru mereka belum berkembang sepenuhnya.

Komplikasi pernafasan dapat menjadi cukup serius sehingga memerlukan perawatan di ruang perawatan khusus.

Namun, dilansir dari Boldsky, alasan peningkatan dari efek ini masih belum terlalu jelas. Tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa masalah pernafasan Si Kecil memang efek dari operasi caesar itu sendiri.

Alasan lain seperti kesehatan Moms serta komplikasi lain yang menjadi alasan untuk menjalani operasi caesar, bisa sama-sama menjadi penyebabnya. Namun ada satu teori di mana ketika Si Kecil tidak dilahirkan secara normal melalui saluran lahir atau vagina, maka dia tidak terpapar molekul bakteri di area tersebut.

Bakteri ini disebut microbiom dan dapat membantu melindungi atau meningkatkan kekebalan tubuh Si Kecil terhadap masalah pernapasan, asma dan obesitas selama masa kanak-kanak.

Baca Juga Mengenal 4 Masalah Gangguan Pernapasan Pada Bayi Baru Lahir

9. Kesulitan Menyusu

Si Kecil yang dilahirkan caesar, tentu awalnya tidak bisa melakukan skin-to-skin layaknya bayi lain yang dilahirkan secara normal. Ini dikarenakan Moms yang melahirkan dengan operasi caesar, butuh waktu beberapa jam untuk benar-benar pulih dari anastesi yang diberikan dokter.

Padahal kontak skin-to-skin ini memiliki beberapa manfaat adaptif untuk Si Kecil yang baru lahir. Obat pereda nyeri yang menenangkan Moms, rupanya dapat memengaruhi kemampuan bayi baru lahir untuk menyusu.

Obat-obatan yang digunakan untuk anestesi, termasuk epidural, melewati plasenta dan dapat mempersulit Si Kecil untuk mulai menyusu.

American Academy of Pediatrics mendorong semua penyedia perawatan bersalin untuk berkolaborasi dalam mendukung peran ASI ekslusif atau menyusui. Itu termasuk memperhatikan prosedur-prosedur umum tanpa perlu mengganggu pemberian ASI dan membuat trauma Si Kecil yang baru lahir.

Misalnya, prosedur rutin setelah kelahiran caesar seperti pengisapan mulut bayi baru lahir, kerongkongan, dan saluran udara yang juga dapat mempersulit mereka untuk memulai dan melanjutkan menyusui.

10. Asma di Kemudian Hari

Beberapa laporan menunjukkan adanya hubungan antara kelahiran dengan operasi caesar dan perkembangan asma di kemudian hari. Studi terbaru yang dilakukan di Belanda dan di Norwegia menemukan bahwa anak-anak yang dilahirkan dengan caesar berisiko lebih tinggi terkena asma di kemudian hari.

Rupanya, penyakit asma ini masih berhubungan dengan masalah pernapasan sejak lahir karena efek dari operasi caesar.

11. Obesitas

Sejumlah penelitian dari JAMA Pediatrics telah menunjukkan bahwa efek operasi caesar lainnya bagi Si Kecil adalah rentan mengalami obesitas pada masa kanak-kanak.

Dalam sebuah penelitian, hampir semua bayi yang dilahirkan melalui persalinan bedah ditemukan kelebihan berat badan atau obesitas.

Indeks massa tubuh mereka ditemukan relatif lebih tinggi daripada bayi-bayi yang dilahirkan secara normal. Penelitian ini dilakukan dengan mempertimbangkan etnisitas, jenis kelamin, berat lahir bayi, usia ibu, proses menyusui, antibiotik kehamilan, dan jenis persalinan.

Akhirnya, sampailah pada kesimpulan bahwa efek operasi caesar bagi Si Kecil yang bisa meningkatkan risiko obesitas hingga 46 persen.

12. Diabetes Tipe 1

Dikutip dari Defeat Diabetes, sebuah penelitian mengenai kelahiran bayi melalui operasi caesar, bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar secara signifikan lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 1. Ini artinya, diabetes tipe 1 bisa jadi salah satu efek operasi caesar bagi Si Kecil.

Diabetes tipe 1 sering berkembang di awal kehidupan dimana nama lainnya adalah diabetes remaja atau dimulai pada usia anak-anak. Diabetes tipe 1 ditandai oleh penghancuran sel beta penghasil insulin oleh sistem kekebalan tubuh.

Kekurangan insulin selanjutnya membuat ketidakmampuan untuk mengatur kadar glukosa darah, yang jika tidak dipertahankan dengan suntikan insulin eksternal, dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan kematian.

Ada berbagai faktor risiko yang terkait dengan perkembangan diabetes tipe 1, meskipun alasan dan momen pasti untuk perkembangannya kurang dipahami. Beberapa faktor risiko ini termasuk genetika, infeksi, berat lahir, kebiasaan menyusui, dan riwayat ibu dengan diabetes gestasional selama kehamilan.

Dalam studi dari Queen's University Belfast [QEB], berasalkan semua faktor resiko tersebut, ditemukan bahwa anak-anak yang dilahirkan dengan bedah Caesar memiliki kemungkinan 20 persen lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 1 daripada mereka yang dilahirkan secara normal.

Baca Juga: Yuk Ketahui 5 Mitos dan Fakta Seputar Diabetes Pada Anak

Studi ini dilakukan dengan menganalisis data dari lebih dari 10.000 anak-anak dengan diabetes tipe 1 dan lebih dari satu juta anak-anak kontrol [mereka yang tidak menderita diabetes tipe 1]. Data ini berasal dari 20 studi terakhir yang dilakukan di berbagai belahan dunia.

Dr. Chris Cardwell, Dosen Senior Medical Statistic QEB, sekaligus pemimpin penelitian tersebut, mengatakan diabetes tipe 1 dapat menjadi efek operasi caesar karena perkembangan sistem kekebalan tubuh Si Kecil yang lebih dulu terpapar bakteri yang berasal dari lingkungan rumah sakit daripada bakteri ibu.

"Karena sistem kekebalan bertanggung jawab untuk menghancurkan sel beta pankreas pada penderita diabetes tipe 1, gangguan awal terhadap pengembangan sistem kekebalan ini dapat memicu mekanisme berbahaya tersebut," ujar dokter tersebut.

Studi ini juga menunjukan peningkatan 20 persen secara konsisten dalam risiko diabetes tipe 1 dan masih ditekankan bahwa alasannya masih belum dipahami.

"Ada kemungkinan bahwa anak-anak yang dilahirkan melalui operasi caesar berbeda dari anak-anak lain sehubungan dengan beberapa karakteristik yang tidak diketahui yang akibatnya meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga mungkin bahwa operasi caesar itu sendiri yang bertanggung jawab, ” katanya.

Nah Moms, itulah beberapa efek operasi caesar yang mungkin akan dialami oleh Moms dan Si Kecil. Selalu diskusikan dengan dokter ya mengenai metode persalinan yang akan Moms jalani dan efek sampingnya.

Artikel Terkait