PERNIKAHAN & SEKS
24 November 2019

Bertengkar dengan Suami, Begini 4 Cara Mengelola Emosi

Menahan emosi negatif saat bertengkar sangat diperlukan agar rumah tangga tetap bisa langgeng
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Di dalam rumah tangga, hubungan tidak selalu harmonis dan romantis setiap saat. Konflik dapat terjadi dan terkadang pertengkaran suami istri tidak dapat dihindari.

Seringnya, muncul emosi negatif berbentuk rasa marah, yang bisa membuat pertengkaran semakin runyam.

Hubungan rumah tangga membutuhkan kerja sama dan kemauan untuk saling memahami. Untuk itu, terkadang Moms perlu menahan emosi negatif di dalam diri agar tidak menjadi sumber konflik yang semakin besar.

Tentunya ini bukan perkara siapa yang salah dan siapa yang benar. Namun, lebih kepada siapa yang mau mengalah dan siapa yang mau memaafkan.

Baca Juga: Jika Bertengkar dengan Suami, Sebaiknya Curhat ke Siapa?

Cara Mengelola Emosi Saat Bertengkar dengan Suami

Untuk itu, sebaiknya ikuti beberapa cara ini agar mampu mengelola emosi saat bertengkar dengan suami, di antaranya adalah:

1. Butuh Ruang Sendiri

bertengkar dengan suami

Psikoterapis dan ahli pakar hubungan di New York, Rachel A. Sussman, mengungkapkan bahwa saat bertengkar dengan suami, kita terkadang membutuhkan waktu sendiri dulu.

Nyatanya, tidak semua masalah bisa diselesaikan saat itu juga. Sebaiknya tenangkan diri sendiri terlebih dulu, ya, Moms. Memberikan keputusan saat emosi negatif sedang memuncak juga seringnya berakhir dengan penyesalan.

“Tidak ada salahnya bilang kepada pasangan bahwa kita membutuhkan ruang sendiri. Atau pasangan yang membutuhkannya. Jangan ‘menghukum’ mereka dengan memaksakan semua harus selesai saat itu juga. Setelah emosi sudah surut, maka bisa membahas lebih banyak lagi,” ujar Rachel.

2. Jangan Menyalahkan Keadaan

bertengkar dengan suami

Saat bertengkar dengan suami, Moms mungkin sering menyalahkan keadaan di sekitar. Misalkan, pekerjaan rumah tangga yang menumpuk, anak yang rewel, pengeluaran rumah tangga yang semakin banyak sehingga menyebabkan kurang tidur, gelisah, dan sakit kepala.

Lalu, Moms menyalahkan keadaan tersebut untuk membuat argumen kepada pasangan. Hal ini yang akhirnya membuat emosi negatif dan menjadi mudah marah.

“Setiap orang pasti akan mengalami hari-hari yang buruk, jangan salahkan keadaan yang sudah terjadi. Jika kamu merasa marah, sedih atau sedang terluka, sebaiknya suami mengetahui hal tersebut dan jangan ada yang ditutup-tutupi,” ujar Michelle Golland, psikolog klinis di Los Angeles.

Baca Juga: Menurut Ahli, Make Up Sex atau Seks Setelah Bertengkar Justru Lebih Menggairahkan

3. Mengatur Harapan

bertengkar dengan suami

Moms, buang jauh-jauh gambaran pasangan yang ideal dan diukurkan kepada suami. Kenyataannya, tidak ada manusia yang benar-benar seratus persen memenuhi harapan kita.

Dilansir dari How to Not Fight with Your Spouse When You Get Home from Work yang diterbitkan oleh Harvard Business, disebutkan bahwa pasangan tidak boleh saling berasumsi bahwa satu sama lain saling mengerti kebutuhan masing-masing.

Menurut Dr. Leah Ruppanner, sosiolog dari University of Melbourne, penting untuk mengelola harapan dalam sebuah hubungan. Hal ini untuk mencegah kekecewaan yang akhirnya nanti bisa menjadi sumber konflik di dalam rumah tangga.

Begitu juga saat bertengkar, berhenti untuk berharap bahwa pasangan akan mengerti kita kalau kita hanya diam saja. Sebaiknya, utarakan perasaan masing-masing dan cari solusi di tengah.

4. Jangan Berfokus pada Masalah

bertengkar dengan suami

Pertengkaran antar suami istri biasanya semakin larut karena energi masing-masing dihabiskan hanya berfokus pada masalah, bukan solusi. Padahal, masalah yang sudah terjadi tidak dapat dicegah melainkan harus diselesaikan.

Sebaiknya, Moms dan pasangan tidak fokus kepada masalah melainkan sama-sama mencari solusi terbaik bagi rumah tangga.

Baca Juga: Catat, Begini Tanda Hubungan Suami Istri yang Tidak Sehat

Itulah yang bisa Moms lakukan untuk menahan emosi saat bertengkar dengan suami. Ingatlah bahwa rumah tangga pasti rentan terkena masalah, untuk itu sebaiknya pasangan suami istri bisa saling berusaha untuk mencari solusi dari setiap masalah.

(DG)

Artikel Terkait