TRIMESTER 3
28 Juli 2019

Hati-hati, Emosi yang Tak Stabil Dapat Pengaruhi Kehamilan

Jaga kestabilan emosi saat hamil karena ternyata dapat memengaruhi kondisi janin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Apa yang muncul dalam perasaan Moms ketika mengetahui tubuh sedang mengandung? Pastinya tak dapat tergambarkan dengan kata-kata, ya! Rasa bahagia, haru, dan deg-degan bercampur satu membuat penantian kelahiran calon buah hati menjadi begitu spesial.

Perjalanan selama kehamilan memang menjadi pengalaman yang takkan terlupakan bagi setiap wanita yang mengalaminya.

Namun, perlu diketahui kehamilan membawa banyak perubahan bagi seorang ibu, baik perubahan tubuh hingga psikis.

Perubahan tubuh yang bisa dirasakan seperti payudara yang membengkak, perut yang membesar, dan berat badan bertambah. Sedangkan perubahan psikis yang dimaksud adalah perubahan suasana hati yang dapat dengan mudah berubah saat masa kehamilan tiba.

Baca Juga: Emosi Negatif Hadir saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Perubahan Emosi Saat Hamil

Emosi Saat Hamil

Umumnya emosi saat hamil dapat dimulai saat trimester pertama, yaitu waktu ketika Moms baru beradaptasi dengan kehamilannya, dan dimulai lagi saat trimester ketiga yaitu ketika sudah menjelang masa persalinan.

Ada banyak faktor pemicu, namun penyebab utamanya adalah perubahan hormon memainkan peranan besar dalam suasana hati Moms selama dan setelah masa kehamilan.

Hormon kehamilan seperti hormon progesteron dan estrogen membantu Moms untuk mempertahankan kehamilan dan menjaga janin dalam kandungan, namun perlu diketahui pula lonjakan hormon saat hamil dapat memengaruhi kestabilan emosi Moms.

Perubahan emosi saat hamil pada setiap ibu tentunya berbeda. Faktor lainnya yang memengaruhi adalah faktor lingkungan, kondisi kesehatan tubuh, pola tidur, dan faktor stres yang dialami. Terlepas dari itu semua, hal yang harus diperhatikan adalah emosi yang dialami Moms dapat memengaruhi kondisi janin.

“Pada dasarnya, kondisi psikis ibu saat hamil ikut menentukan kondisi bayi kelak baik secara fisik atau psikis. Banyak penelitian membuktikan bahwa kestabilan emosi ibu memengaruhi kondisi kestabilan emosi anak. Untuk itu, penting menjaga emosi Moms agar tetap stabil,” ujar Astrid Hendrawati, yang sudah berpengalaman 3 tahun di bidang Awareness Meditation Facilitator Stress Release - Forgiveness Therapy.

Sebenarnya, baik emosi positif atau emosi negatif, masing-masing memberikan peran dalam pembentukan sikap dan karakter seseorang. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kepercayaan yang dibawa dalam emosi negatif tersebut.

“Jangan sampai kepercayaan-kepercayaan negatif itu menurun ke anak sehingga perlu disadari, dilepaskan, dan dimaafkan. Kepercayaan negatif bisa berasal dari diri sendiri, pasangan, atau orang-orang terdekat Moms,” lanjut Astrid saat bincang-bincang bersama Kulwap Orami Community, Jumat (14/6) lalu.

Baca Juga: 4 Cara Ayah Hadapi Mood Swing Ibu Hamil

Menjaga Emosi Tetap Stabil Saat Hamil

Emosi Saat Hamil

Mengatasi perubahan emosi saat hamil sangat diperlukan agar Moms tetap mampu menjaga kesehatan janin dalam kandungan. Adapun perasaan yang dapat terjadi seperti rasa cemas, kekhawatiran yang berlebihan, dan tidak percaya diri berisiko membuat Moms menjadi stres hingga dapat berujung depresi.

Untuk itu, ikuti beberapa cara ini agar Moms tetap dapat menjaga emosi agar selalu stabil saat masa kehamilan, yaitu sebagai berikut.

  • Belajar untuk menerima diri dan memaafkan diri sendiri. Hal ini juga berlaku kepada pasangan, karena dia adalah seseorang yang akan selalu di samping kita dalam melewati masa-masa kehamilan.
  • Olahraga yang teratur membantu Moms untuk memiliki aktivitas menyenangkan dan juga menyehatkan. Banyak olahraga yang cocok untuk ibu hamil, seperti yoga, pilates, senam hamil, atau sekadar jalan-jalan santai.
  • Pola makan yang sehat. Benar bahwa ibu hamil tidak boleh kekurangan asupan nutrisi, namun sebaiknya juga mempertimbangkan gizi dalam makanan tersebut. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan janin dengan optimal.
  • Tidur yang cukup dan penuhi asupan cairan tubuh yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.

Baca Juga: Saat Hamil, Atasi Mood Swing dengan Trik Ini!

Perjalanan hamil memang bukan hal yang mudah. Namun, perjalanan tersebut akan berakhir pada kelahiran sang calon buah hati yang tentunya memberikan kebahagiaan bagi Moms dan pasangan, ya.

(DG)

Artikel Terkait