NEWBORN
22 Juli 2019

Empeng Bayi, Benarkah Berbahaya?

Cek kelebihan dan kekurangan dari penggunaan empeng bayi
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Dina Vionetta

Hingga kini, penggunaan empeng bayi masih menjadi kontroversi. Ada Moms yang setuju karena cukup bermanfaat untuk menenangkan Si Kecil, namun ada juga yang tidak setuju akan penggunaan empeng bayi karena takut Si Kecil terbiasa dan sulit lepas dari empeng bayi.

Apa sebenarnya kelebihan dan bahaya empeng bayi? Cek informasinya berikut ini sebelum Moms memutuskan memberikan empeng bayi pada Si Kecil.

Kelebihan Empeng Bayi

kelebihan empeng bayi memuaskan refleks bayi untuk mengisap

Foto: Unsplash.com

Empeng ternyata membantu mengurangi risiko terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). American Academy of Pediactrics merekomendasikan penggunaan empeng bayi saat tidur malam dan tidur siang, karena terbukti mencegah SIDS.

"Hingga usia satu tahun, empeng bayi masih berguna untuk menenangkan bayi saat sakit, kelelahan, atau bahkan selama proses tumbuh gigi,” ungkap Dr. Dave Tesini, DMD, MS, dokter gigi anak dan ortodontik, seperti dikutip dari romper.com.

Empeng juga memuaskan refleks bayi untuk mengisap. Salah satu alasan mengapa beberapa Moms memberikan empeng bayi, adalah agar Si Kecil tidak mengisap jempol atau tangannya.

Bayi memang memiliki kebutuhan alami untuk mengisap. Meskipun menyusui melalui botol atau langsung dari payudara Moms memang akan memenuhi kebutuhan ini, namun keinginan untuk mengisap bisa terus ada meski perut bayi sudah terasa kenyang.

Empeng membantu menenangkan bayi dan Moms. Empeng bayi dapat membantu Si Kecil untuk belajar mengontrol perasaan, membuat bayi lebih tenang, dan membuat dirinya merasa aman. Dengan kondisi bayi yang tenang, Moms dan Dads tentu juga menjadi lebih tenang.

Baca Juga: 4 Cara Jitu Menyapih Empeng Bayi

Bahaya Empeng Bayi

bahaya empeng bayi masalah pendengaran

Foto: Unsplash.com

Sayangnya, ada juga bahaya empeng Moms. Bingung puting salah satunya. Menyusui adalah proses alami, namun tetap membutuhkan waktu bagi Moms dan bayi yang menyusui untuk saling beradaptasi.

Untuk itu, hindari memberikan empeng bayi di beberapa minggu pertama usia bayi. Ada baiknya, temukan dahulu pola menyusui yang baik. Sehingga ia tetap lebih menyukai menyusui dibanding menggunakan empeng bayi.

Empeng juga ternyata bisa menimbulkan masalah pendengaran. Menurut sebuah penelitian, anak yang menggunakan empeng bayi hampir dua kali lebih besar risikonya mengalami infeksi telinga.

Yang tidak kalah bahaya adalah masalah gigi bayi. Penggunaan empeng bayi dalam jangka waktu yang lama dapat memengaruhi kesehatan dan bentuk gigi Si Kecil.

Menurut penelitian, efek berbahaya dari penggunaan empeng bayi yang berkepanjangan biasanya dimulai sekitar usia Si Kecil menginjak 18 bulan.

Baca Juga: Benarkah Empeng Dot Bisa Merusak Gigi Bayi?

Batas Waktu Pemberian Empeng Bayi

batas waktu pemberian empeng bayi

Foto: romper.com

Jika Moms telah memutuskan untuk menggunakan empeng bayi, cek batasan usia yang tepat untuk mulai melepaskan empeng bayi agar tidak menjadi kebiasan.

“Hentikan pemberian empeng bayi saat usia enam bulan. Di mana risiko SIDS mulai menurun dan kemungkinan infeksi telinga bayi mulai meningkat,” ungkap Sumi Sexton, MD, seperti dikutip dari webmd.com.

Untuk itu, pastikan empeng bayi tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat mengurangi efek dari bahaya empeng bayi dan lebih mudah melepaskan empeng bayi saat usianya masih dini.

Baca Juga: Benarkah Empeng Dot Bisa Merusak Gigi Bayi?

Bagaimana pengalaman Moms memberikan empeng selama ini? Share yuk!

(GS)

Artikel Terkait