TREN
2 Maret 2017

Energy Bar, Camilan Sehat dan Kekinian

Makanan sehat juga bisa enak rasanya, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (andia.ratna)
Disunting oleh (andia.ratna)

Inilah camilan diet yang sekarang semakin banyak jenis dan variannya. Kita bisa menemukannya hampir di seluruh supermarket. Bentuknya yang seperti batang membuatnya lazim disebut sebagai energy bar. Makanan ini populer karena kombinasinya yang menarik: terbuat dari bahan baku sehat yang diklaim tidak akan meningkatkan angka di timbangan, menjadi penyelamat di saat Mama sedang berdiet dan tidak bisa makan sembarangan. Dan yang paling penting… rasanya tak kalah enak dengan dessert berkalori tinggi.

Dengan sekian banyak jenis energy bar, apakah Mama jadi bingung untuk memilih produk mana dengan kandungan gizi yang paling baik? Gampang, pilih saja energy bar yang kandungan kalorinya berkisar antara 100 sampai 200 kalori, serta mengandung bahan-bahan yang baik untuk tubuh Anda, seperti berikut ini:


1. Protein
Kebanyakan energy bar diformulasikan untuk para atlet, sebagai solusi cepat dalam memenuhi kebutuhan protein yang berfungsi untuk membangun otot. Itulah sebabnya kenapa protein menjadi ingredient utama. Selain karena protein dapat menunda rasa lapar dan dicerna lebih lambat dibanding nutrisi lainnya, protein juga membuat tubuh membakar lebih banyak kalori dengan cara meningkatkan metabolisme. Yang harus Anda perhatikan, energy bar yang sehat setidaknya mengandung 6 gram protein, dengan jenis protein berupa whey (protein yang berasal dari susu sapi), karena memiliki keunggulan dalam hal membantu memecah lemak di perut dan mengurangi berat badan secara keseluruhan.


2. Karbohidrat
Karbohidrat menyediakan energi dengan cepat setelah Mama berolahraga. Itu sebabnya energy bar sangat diandalkan oleh para atlet. Nah, pastikan energy bar pilihan Mama mengandung karbohidrat yang berasal dari biji-bijian dan buah kering, dengan jumlah maksimal 35 gram atau kurang dari total karbohidrat, dan tidak lebih dari 19 gram dari total gula. Hindari yang mengandung gula alkohol (gula buatan) yang sulit dicerna.


3. Lemak
Energy bar sebaiknya tidak mengandung lemak jika tujuan mengonsumsinya adalah sebagai pengganjal lapar saat diet. Memang, sih, lemak akan membantu meningkatkan citarasa energy bar, dan sekaligus memberi rasa kenyang. Solusinya, cari yang mengandung lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung, yang berasal dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan selai kacang (totalnya 8 gram atau kurang).


4. Serat
Cari energy bar yang mengandung hingga 5 gram serat. Biasanya energy bar tidak menyebutkan jenis serat yang dikandungnya, tetapi kebanyakan merupakan gabungan antara serat larut dan tidak larut, dimana kedua jenis ini sama-sama bekerja memenuhi ruang di dalam saluran pencernaan sehingga membuat Anda merasa kenyang.


5. Vitamin dan mineral
Sebagian besar energy bar juga melengkapi kandungannya dengan antioksidan dan nutrisi penting lain seperti potasium, zat besi, folat, serta vitamin A, C, dan D.
Tapi yang paling penting, pastikan ada kalsium di antara deretan ingredient-nya. Mineral ini sangat penting untuk kesehatan tulang dan fungsi otot, sehingga dapat membantu memecah lemak dan mencegah patah tulang akibat tekanan.


Bagaimana, Mama? Apakah makin semangat untuk mengonsumsi camilan diet energy bar? Yuk, share pendapat Mama di kolom komentar!

<VAN>

Artikel Terkait