SELEBRITI
15 Agustus 2019

Fairuz Diopname di Rumah Sakit, Ketahui 6 Penyakit Akibat Stres Ini

Stres kronis dapat meningkatkan risiko asma lebih tinggi
placeholder

Foto: instagram.com/rency_milano

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Artis Fairuz A. Rafiq mengunggah Instagram Story yang memperlihatkan tangannya yang sedang diinfus, lewat akun Instagram-nya, @fairuzarafiq.

Namun, istri dari Sonny Septian ini tidak memberikan keterangan yang lebih jelas terkait kondisinya kala itu.

Tapi sang kakak ipar, Rency Milano menggunggah foto Fairuz yang sedang terbaring di rumah sakit, dengan caption, "Cepet sembuh yah,. Sayang jng banyak pikiran,. Jaga makan harus kuat yah," tulisnya.

69045932_778224949260573_4318868068877003876_n.jpg

Foto: instagram.com/rency_milano

Moms mungkin berpikir bahwa penyakit hanya bisa terjadi karena infeksi dari virus atau bakteri. Tetapi, kondisi psikologis seseorang juga dapat memicu timbulnya penyakit lho, Moms.

"Stres tidak hanya membuat kita merasa sangat emosional. Stres juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang dapat Anda alami," kata Jay Winner, MD, penulis buku Take the Stress Out of Your Life dan direktur Program Manajemen Stres untuk Klinik Sansum di Santa Barbara, California, mengutip dari WebMD.

Baca Juga: Anak Fairuz A Rafiq Di-bully di Sekolah, Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua saat Anak Di-bully

Penyakit yang Bisa Timbul Akibat Stres

Stres bukan hanya perasaan yang nantinya akan menghilang. Tubuh akan memberikan respons terkait stres yang nantinya bisa berdampak pada kondisi kesehatan seseorang.

Ketika orang stres, tubuh merespons. Pembuluh darah akan menyempit. Tekanan darah dan nadi naik sehingga bernapas lebih cepat. Aliran darah akan dibanjiri dengan hormon seperti kortisol dan adrenalin.

"Stres tidak hanya ada di kepala Anda. Ketika Anda mengalami stres kronis, terjadinya perubahan fisiologis tersebut, seiring waktu dapat menyebabkan masalah kesehatan," jelas Winner.

Berikut ini penyakit yang muncul akibat stres yang perlu diwaspadai, mengutip WebMD.

1. Penyakit Jantung

penyakit jantung

Stres secara langsung dapat meningkatkan denyut jantung dan aliran darah, dan menyebabkan pelepasan kolesterol dan trigliserida ke dalam aliran darah.

Mungkin juga seseorang yang sedang memiliki pola hidup tidak sehat, seperti merokok atau obesitas, yang secara tidak langsung meningkatkan risiko penyakit jantung.

Stres emosional yang tiba-tiba dapat menjadi pemicu masalah jantung, termasuk serangan jantung. Sehingga, orang yang memiliki masalah jantung kronis perlu menghindari stres akut.

2. Asma

asma

Banyak penelitian melihat bahwa stres dapat memperburuk kondisi asma. Beberapa bukti menunjukkan bahwa stres kronis pada orang tua mungkin meningkatkan risiko mengembangkan asma pada anak-anak mereka.

Satu studi melihat bagaimana stres pada orang tua memengaruhi asma anak-anak yang juga terpapar polusi udara, dengan anak yang ibunya merokok selama kehamilan.

Anak-anak dengan orang tua yang stres memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena asma.

Baca Juga: Begini Kompaknya Fairuz A Rafiq dan Suaminya, Bikin Iri!

3. Kegemukan

obesitas

Kelebihan lemak di perut menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar daripada lemak di kaki atau pinggul, dan seseorang yang sedang stres tinggi dapat meningkatkan jumlah lemah di perut.

"Stres menyebabkan kadar hormon kortisol yang lebih tinggi, dan itu tampaknya meningkatkan jumlah lemak yang tersimpan di perut," jelas Winner.

Tak hanya obesitas, tingkat stres tinggi pada seseorang juga memengaruhi diabetes, hal ini terjadi dengan dua cara.

Pertama, stres bisa meningkatkan kemungkinan perilaku buruk, seperti makan dan minum yang tidak sehat secara berlebihan. Kedua, stres bisa meningkatkan kadar glukosa penderita diabetes tipe 2 secara langsung.

4. Depresi dan Kecemasan

depresi

Mungkin sudah tidak mengherankan bahwa stres kronis dihubungkan dengan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi pada seseorang.

Satu survei baru-baru ini menemukan bahwa orang yang stres karena pekerjaannya, seperti dituntut bekerja lebih tetapi dengan sedikit imbalan, memiliki risiko 80 persen lebih tinggi terkena depresi dalam beberapa tahun dibandingkan orang dengan tingkat stres yang lebih rendah.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Radang Tenggorokan dan Infeksi Tenggorokan

5. Masalah Pencernaan

masalah pencernaan

Pengaruh stres kronis terhadap kondisi tubuh yang lain, termasuk terjadinya masalah pada pencernaan.

Beberapa masalah pencernaan yang diakibatkan oleh stres kronis yaitu seperti mulas, penyakit gastroesophageal reflux, GERD, dan irritable bowel syndrome (IBS).

6. Cepat Terjadi Penuaan

penuaan lebih cepat

Sebenarnya ada bukti bahwa stres dapat memengaruhi usia seseorang. Satu studi membandingkan DNA ibu yang berada di bawah tekanan tinggi, yaitu merawat anak yang sakit kronis, dengan wanita yang kondisinya tidak sedang mengalami tekanan.

Para peneliti menemukan bahwa wilayah tertentu pada kromosom menunjukkan efek penuaan yang terjadi lebih cepat.

Artikel Terkait