BAYI
6 November 2019

10 Fakta mengenai Botol Susu Bayi yang Wajib Diketahui Ibu Baru

Ada banyak macam susu botol bayi dan faktanya yang perlu Moms ketahui
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Botol susu bayi memang memiliki beragam bentuk dan fungsi, meskipun terlihat sama. Ada beberapa perbedaan yang memang tidak terlalu kentara.

Moms masih bingung dengan variasi botol susu bayi dan perbedaan antara yang satu dengan yang lain?

Fakta mengenai Botol Susu Bayi

Yuk, kita simak terlebih dahulu beberapa fakta penting mengenai botol susu bayi berikut sebelum Moms menentukan pilihan terbaik untuk si buah hati.

1. Gelas vs Plastik

botol susu bayi

Fakta mengenai botol susu bayi yang pertama adalah bahannya. Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah bahan botol susu bayi. Perlu diketahui ada beberapa perbedaan mendasar, yaitu daya tahan dan keamanan botol bayi.

Baca Juga: 3 Cara Melepaskan Ketergantungan Anak pada Botol Susu

Kaca lebih kuat dibandingkan botol susu plastik yang tidak tahan lama. Tetapi botol bayi plastik ini bisa dijadikan pilihan karena tidak mudah pecah, ringan, dan bebas BPA, yang artinya bebas dari bahan kimia bisphenol A.

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan Ncbi.nlm.nit.gov, BPA merupakan bahan kimia berbahaya. Banyak penelitian menemukan bahwa BPA dapat terlepas dari botol bayi saat botol terpapar suhu panas, tekanan mekanik, dan sabun cuci dengan pH tinggi.

BPA bisa berdampak pada aktivitas estrogenik, gangguan endokrin, dan gangguan pertumbuhan. World Health Security Agency telah melarang penggunaan BPA pada produk gelas dan botol susu bayi.

Jadi, untuk menghindari bahaya BPA, sebaiknya Moms pilih botol susu bayi yang berlabel BPA free ya.

2. Dot Bayi

botol susu bayi

Fakta mengenai botol susu bayi yang selanjutnya adalah dot bayi. Dot bayi sebagian besar terbuat dari bahan silikon atau lateks dalam variasi bentuk dan warna.

Sementara itu, arus susu yang keluar juga bisa diatur sesuai ukuran lubang pada dot bayi.

Saat memilih dot bayi, sesuaikan dengan usia serta kebiasaan bayi sebagai acuan dalam membeli dot bayi.

3. Mencuci Botol Susu Bayi

Fakta mengenai botol susu bayi yang selanjutnya adalah cara mencuci botol susu bayi. Mencuci botol susu bayi cukup mudah, yaitu dengan menggunakan cairan khusus membersihkan botol susu, sikat, dan air bersih.

Setelah dicuci biasa, botol susu bisa disterilisasi untuk menjamin kesehatan Si Kecil.

Namun jika Moms tidak nyaman dengan proses sterilisasi yang berulang kali, pastikan air yang digunakan untuk mencuci sudah benar-benar bersih dan bebas dari kuman.

4. Susu Formula dan ASI

botol susu bayi

Fakta mengenai botol susu bayi yang selanjutnya adalah botol susu hanya untuk susu formula dan ASI. Untuk bayi yang baru lahir, hanya susu formula dan ASI yang disarankan untuk dimasukkan ke dalam botol susu bayi.

Hindari memberikan jus, air putih, atau cairan lain yang tidak dianjurkan oleh dokter anak.

Baca Juga: 4 Fakta Tentang Susu Formula Bayi

5. Memilih Susu Formula

Fakta mengenai botol susu bayi yang selanjutnya adalah cara memilih susu formula. Moms harus konsultasikan jenis susu formula terbaik dengan dokter bayi, mulai dari pemilihan jenis sufor yang cocok, seperti anti alergi, dilengkapi dengan zat besi, konsentrat, bentuk bubuk, dan sebagainya.

Ikuti petunjuk pemakaian dan usia sesuai keterangan yang tertera pada kemasan.

6. Suhu Susu

Fakta mengenai botol susu bayi yang selanjutnya adalah suhu susu yang tepat. Tidak ada aturan khusus untuk suhu susu. Moms bisa memberikan susu hangat, sedang, atau sesuai dengan suhu ruangan.

Pastikan botol susu dan susu tidak terlalu panas.

Untuk mengukur suhu, kita bisa menggunakan telapak tangan dan bukan dengan punggung tangan yang cenderung tidak peka. Jangan lupa juga untuk mengaduk susu hingga benar-benar rata sebelum diberikan pada bayi.

7. Pegangan Botol

botol susu bayi

Fakta mengenai botol susu bayi yang selanjutnya adalah pentingnya pegangan botol. Moms dianjurkan untuk selalu memegang botol susu bayi sewaktu menyusui.

Bukan hanya untuk alasan keamanan, juga untuk keselamatan bayi, karena menyusui ini juga baik untuk membangun kedekatan dengan bayi.

Setelah bayi selesai menyusui, jangan biarkan anak terus mengulum dot bayi.

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Menggunakan Sterilizer Botol Susu Bayi

8. Mengganti Botol Susu

Fakta mengenai botol susu bayi yang selanjutnya adalah waktu untuk mengganti botol susu. Banyak Moms yang tidak memahami kapan botol susu bayi harus diganti.

Botol susu bayi atau dot bayi wajib diganti jika sudah menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Pecah atau retak.
  • Pudar atau berganti warna.
  • Mengeluarkan bau tak sedap.
  • Ukuran dot berubah atau koyak.
  • Berubah bentuk.

9. Antikolik dan Antirefluks

botol susu bayi

Fakta mengenai botol susu bayi yang selanjutnya adalah pilih botol dengan fitur antikolik dan antirefluks.

Hingga saat ini, penyebab kolik belum diketahui secara pasti. Kolik atau bayi menangis secara terus-menerus dan tanpa sebab dapat mengakibatkan stres untuk orang tua. Sama halnya dengan refluks dan gumoh/tersedak saat menyusui.

Namun beberapa botol bayi memiliki fitur antikolik dan antirefluks dengan desain khusus supaya bayi tidak kembung, tidak mudah tersedak, dan lancar menyusui.

Baca Juga: Kenali Lebih Jauh tentang Kolik pada Bayi

10. Jumlah Botol Susu Bayi

Fakta mengenai botol susu bayi yang selanjutnya adalah jumlah ideal botol susu di rumah.

Berapa jumlah botol susu bayi yang ideal? Rata-rata orang tua akan menyediakan minimal 2-3 botol bayi.

Sesuaikan jumlah botol bayi dengan perkembangan usianya, karena bayi akan terus membutuhkan takaran susu yang lebih seiring waktu. Usahakan agar ada beberapa variasi ukuran, tetapi tidak perlu berlebihan dari segi jumlah.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai botol susu yang penting diketahui oleh Moms, terutama ibu baru. Sudah tidak bingung lagi kan?

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait