RUPA-RUPA
17 Agustus 2018

Fakta-fakta Unik yang Jarang Orang Ketahui Dibalik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Bung Karno sedang malaria saat memproklamirkan Kemerdekaan RI
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Tidak terasa sudah 73 tahun sejak Indonesia dinyatakan merdeka. Bertahun-tahun silam para pahlawan berjuang melawan penjajah demi kebebasan rakyat Indonesia.

Tentu saja semangat dan cerita perjuangan mereka yang mengorbankan segala hal demi memerdekakan bangsanya ini akan Mom wariskan kepada Si Kecil dan generasi penerus berikutnya, bukan. 

Itu sebabnya tanggal 17 Agustus selalu diperingati secara istimewa oleh kita sebagai bangsa Indonesia.

Baca Juga : 6 Tradisi Unik yang Selalu Ada di Perayaan 17 Agustus

Namun, ternyata tanpa kita semua tahu rupanya ada beberapa fakta unik di balik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang jarang diketahui orang, lho.

Daripada penasaran mari kita simak kelima hal berikut:

1. Presiden Soekarno meriang saat proklamirkan kemerdekaan

shutterstock 333461432

Pada saat memproklamirkan kemerdekaan, ternyata Bung Karno sedang terkena gejala malaria tertiana.

Suhu badannya tinggi dan Beliau kelelahan karena begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah Proklamasi.

Bung Karno bahkan sempat mengeluh tidak enak badan ketika dibangunkan dokternya. Namun, semangatnya memerdekakan Indonesia tak lalu surut.

Setelah upacara Proklamasi selesai, Bung Karno pun kembali ke kamar tidurnya karena masih meriang.

2. Bendera pusaka dibuat dari seprai

shutterstock 698918203

Bendera resmi pertama RI yang dibuat oleh Ibu Fatmawati ternyata hanya bermodalkan kain seprai tempat tidur. Bahkan, warna merahnya pun dibuat dari warna merahnya kain tukang soto.

Wah, tidak disangka, ya.

Baca Juga : 4 Lomba 17 Agustus Paling Unik untuk Perempuan

3. Naskah asli proklamasi ditemukan di tempat sampah

download

Naskah asli yang didikte Bung Hatta dan ditulis tangan Bung Karno ini ditemukan di tempat sampah oleh wartawan BM Diah.

Naskah historis itu ada di keranjang sampah rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.

Sekitar 46 tahun kemudian, tepatnya pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan naskah historis tersebut kepada Presiden Soeharto.

Baca Juga : 5 Museum untuk Merayakan Kemerdekaan Indonesia Bersama Si Kecil

4. Ibukota pindah tiga kali hanya dalam empat tahun

1977 monas

Hanya Indonesia negara di dunia yang berganti ibukota sampai tiga kali dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Kota-kota itu antara lain Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948), dan Bukittinggi (1948-1949).

Baca Juga : 4 Lomba 17 Agustus Unik untuk Ibu dan Anak, Biar Makin Kompak!

5. Revolusi di Indonesia jadi latar belakang film Hollywood

the

Pidato Soekarno pada 17 Agustus 1964 yang berjudul  Tahun  Vivere Perilocoso (Tahun yang Penuh Bahaya) dijadikan latar belakang film Hollywood yang berjudul The Year of Living Dangerously.

Film yang diperankan Mel Gibson ini bercerita tentang seorang wartawan Australia yang ditugaskan di Indonesia pada 1960-an, detik-detik menjelang peristiwa berdarah 1965.

Baca Juga : 5 Cara Tumbuhkan Rasa Nasionalisme Pada Anak

Nah, Moms ternyata banyak hal menarik yang terjadi, ya, ketika Proklamasi Kemerdekaan 73 tahun silam. Tentu kita semakin bangga dengan besarnya perjuangan para pahlawan kemerdekaan ini di masa-masa tersebut.

Sudah sepatutnya kita bersyukur dengan adanya pengorbanan mereka dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif bagi bangsa Indonesia.

Selamat merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia bersama Si Kecil ya!

(BILNA)

Artikel Terkait