RUPA-RUPA
26 Agustus 2020

5 Fakta Investasi Logam Mulia yang Sedang Naik Daun

Saat ini logam mulia menjadi salah satu instrumen investasi yang digandrungi banyak orang.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Saat ini logam mulia menjadi salah satu instrumen investasi yang digandrungi banyak orang lho, Moms.

Jika pandemi COVID-19 sempat membuat harga saham anjlok, maka hal ini tak terjadi pada investasi logam mulia.

Sebaliknya, semenjak pandemi COVID-19 harga emas dan logam mulia cenderung naik pesat.

Bahkan per hari ini, Jumat (7/8/2020), harga emas ukuran 1 gram dibanderol Rp 1.065.000 naik Rp 11.000,- dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Ingin Investasi Emas? Inilah 4 Hal yang Perlu Kita Ketahui

Fakta Investasi Logam Mulia

Selain harganya yang cenderung selalu naik, logam mulia dan emas merupakan salah satu instrumen investasi yang likuid.

Sebab, harganya cenderung stabil dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti saham maupun reksa dana.

Sehingga, tak heran banyak orang memilih berinvestasi emas di tengah pandemi COVID-19.

Namun, sebelum memberanikan diri mencoba berinvestasi logam mulia, Moms harus tahu dulu fakta-fakta mengenai investasi ini, berikut lima faktanya.

1. Aman dari Inflasi

xx Fakta Investasi Logam Mulia yang Sedang Naik Daun

Foto: Orami Photo Stocks

Naik dan turunnya harga emas dipengaruhi oleh penawaran, permintaan, dan perilaku investor.

Misalnya, saat pandemi COVID-19 ini banyak orang sebagai pelaku investor menilai bahwa emas aman dijadikan alat pelindung mata uang agar tidak tergerus nilai inflasi.

Hal ini karena logam mulia lebih likuid dibandingkan dengan uang kertas yang bisa mengalami penurunan nilai jual dan beli.

Selain itu, melansir dari Kontan, tidak adanya penambahan pasokan dari tambang emas menjadikan logam mulia sebagai investasi yang lebih aman terlebih saat pandemi COVID-19 yang mana perekonomian cenderung lesu dan menurun.

2. Jumlah Permintaan Tinggi Menyebabkan Harga Emas Naik

uang.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam jurnal makalah berjudul The Golden Dilemma oleh Claude B. Erb, Campbell R. Harvey tahun 2013 menyebutkan bahwa harga emas cenderung positif dan meningkat setiap tahunnya.

Selain itu, banyaknya permintaan dari investor atau masyarakat yang ingin membeli emas juga jadi penyebab harga emas melambung tinggi.

Terlepas dari situasi perekonomian saat ini, jika permintaan masyarakat dalam berinvestasi emas meningkat maka harga emas akan terus naik.

Dan sebaliknya, apabila jumlah permintaan menurun maka harga jual beli emas juga turun.

Baca Juga: Tips Simpel Investasi Reksadana

3. Kenaikan Mencapai 34%

Viral Klien Investasi Jouska Rugi 70%, Ini 3 Tips Investasi untuk Moms.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Harga emas memecahkan rekor tertinggi setelah melewati level USD 2.000.

Melemahnya nilai tukar dolar dan menurunnya pengembalian obligasi AS secara tidak langsung mendorong investor untuk memilih instrumen investasi yang lebih aman dan likuid, salah satunya ialah emas juga logam mulia.

CNBC mencatat sejak awal tahun 2020 hingga saat ini, harga eas naik 34% dan disinyalir sebagai salah satu investasi dengan kinerja terbaik selama tahun 2020.

Bahkan diperkirakan dalam waktu dekat harga emas akan terus meningkat hingga USD 2.500.

4. Harga Perak Ikut Melonjak

xx Fakta Investasi Logam Mulia yang Sedang Naik Daun

Tak hanya harga emas yang mengalami peningkatan, harga perak pun juga ikut naik hingga 4,4% menjadi USD 27,13.

Peningkatan ini menjadi yang tertinggi sejak April 2013 yakni 2,3%.

Melonjaknya harga perak ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni meningkatkan peningkatan industri hingga sisi penawaran.

Sementara itu, platinum naik menjadi 2,4% atau USD 959,97 dan paladium juga anik menjadi USD 2,155.

Baca Jug: Ingin Investasi Emas? Inilah 4 Hal yang Perlu Kita Ketahui

5. Diperkirakan Akan Terus Naik

xx Fakta Investasi Logam Mulia yang Sedang Naik Daun

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms baru akan memulai berinvestasi emas, jangan khawatir.

Meskipun harga emas sudah menembus angka Rp 1 juta, namun menurut Perencana Keuangan dari Finansial Consulting Eko Endarto harga emas masih akan mengalami kenaikan.

Sebab, emas memiliki tingkat risiko yang rendah sehingga lebih aman untuk dijadikan alat investasi meskipun oleh para investor pemula.

Eko menyarankan untuk membeli emas secara bertahap agar bisa memprediksi kenaikan atau penurunan harga emas.

Sehingga, ketika harga emas sudah mulai turun, Moms bisa menambah jumlah investasi lebih banyak.

Itulah lima fakta menangani investasi emas yang sedang digandrungi banyak orang. Apakah Moms tertarik untuk memulai investasi emas?

Artikel Terkait