COVID-19
9 September 2020

Apa Itu Klaster Keluarga? Ini 4 Faktanya

Setelah masyarakat dikhawatirkan dengan klaster perkantoran, muncul klaster terbaru
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Setelah masyarakat dikhawatirkan dengan klaster perkantoran, kini warga harus waspada dengan kemunculan klaster penularan COVID-19 terbaru yakni klaster keluarga. Menurut kamus kesehatan, klaster keluarga merupakan epidemiologi atau pengelompokan pada suatu penyakit yang ditemukan pada lebih dari dua anggota keluarga.

Sebelumnya, presiden Joko Widodo melalui pidatonya mengingatkan masyarakat bahwa COVID-19 bisa ditularkan melalui anggota keluarga yang sudah terinfeksi. Karenanya, Jokowi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap di rumah agar persebaran COVID-19 tidak semakin meluas.

Baca Juga: Ada Klaster Perkantoran COVID-19 di Era New Normal, Ini Penjelasannya

Fakta Klaster Keluarga yang Jadi Penyebab Maraknya Kasus COVID-19

Kasus infeksi COVID-19 yang terjadi di lingkup keluarga dikarenakan adanya kontak sosial dan fisik yang erat antara anggota keluarga. Faktor kedekatan inilah yang membuat banyak anggota keluarga mengabaikan protokol kesehatan sehingga persebaran COVID-19 pun lebih cepat. Selain itu, ada beberapa fakta lain terkait klaster keluarga yang perlu Moms waspadai.

1. Klaster Keluarga Menjadi Penyebaran Tertinggi COVID-19

apa itu klaster keluarga? ini xx faktanya

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, klaster keluarga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia.

"Kontribusi klaster keluarga dari berbagai negara sangat tinggi. Rata-rata lebih dari 50 persen," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/9/2020)

China dan Amerika Serikat adalah contoh negara dengan kasus COVID-19 terbanyak akibat persebaran virus Corona melalui klaster keluarga yakni sekitar 50 hingga 90 persen.

Jika tidak ditangani lebih lanjut, Dicky memprediksi Indonesia juga akan mengalami hal yang sama dengan China juga Amerika Serikat. Selain karena kontak sosial yang erat, hal lain yang menyebabkan terjadinya klaster keluarga ialah belum adanya swab test dan rapid test secara masif.

Untuk kesehatan dan keselamatan anggota keluarga, Dicky menghimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehataan baik di dalam maupun di luar rumah.

Baca Juga: Setelah Klaster Perkantoran, Muncul Klaster Sekolah!

2. Kasus Klaster Keluarga di Indonesia

apa itu klaster keluarga? ini xx faktanya

Foto: Orami Photo Stocks

Salah satu kasus klaster keluarga yang mencuri perhatian publik terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Menurut Pemerintah Kota Bekasi, sebanyak 211 anak dan remaja berusia 0-19 tahun terpapar virus Corona akibat klaster keluarga.

Meskipun sebagian besar anak dan remaja yang positif COVID-19 sudah dinyatakan sembuh, namun Pemkot Bekasi terus mengimbau para orang tua untuk mengawasi anak dan selalu menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari virus berbahaya tersebut.

3. Penyebab Klaster Keluarga

apa itu klaster keluarga? ini xx faktanya

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlang Samoedro klaster keluarga muncul karena beberapa hal. Pertama, anggota keluarga yang terinfeksi COVID-19 dari luar kemudian menularkannya pada anggota keluarga lain. Kedua, lingkungan bermain anak-anak yang secara tidak sadar membawa virus Corona dan menularkannya ke anggota keluarga. Ketiga, adanya pembebasan aktivitas masyarakat selama pandemi COVID-19 sehingga memicu penyebaran virus Corona semakin meluas saat beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Klaster COVID-19 Terbesar di 5 Negara di Dunia, Jangan Abaikan Protokol Kesehatan!

4. Hal yang Harus Dilakukan saat Salah Satu Anggota Keluarga Positif COVID-19

apa itu klaster keluarga? ini xx faktanya

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut Health Care Utah University, saat anggota keluarga terbukti positif COVID-19, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni:

Menjaga Jarak

Bagi anggota keluarga yang terinfeksi harus menerapkan isolasi mandiri di rumah saja dan menghindari tempat-tempat umum seperti kantor dan sekolah. Selanjutnya, gunakan ruangan terpisah agar virus Corona tidak menginfeksi anggota keluarga lainnya. Lalu, pastikan ruangan di seluruh sudut rumah memiliki ventilasi dan udara yang baik.

Menjaga Kebersihan Diri

Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat bersin atau batuk. Lalu, buang tisu bekas ke tempat sampah tertutup, cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik. Jika di rumah tidak ada air atau sabun, Moms bisa menggunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol 60%. Jangan lupa untuk membersihkan permukaan perabotan di rumah.

Hal ini dilakukan karena seseorang bisa tertular COVID-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang terinfeksi dan menyentuh mata, hidung, atau mulutnya. Namun, ini tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus. Untuk mencegah metode infeksi ini, CDC merekomendasikan pembersihan dan desinfeksi secara teratur semua permukaan yang sering disentuh, termasuk meja, gagang pintu, saklar lampu, meja, pegangan, meja, telepon, keyboard, remote, toilet, faucet, dan wastafel.

Untuk membersihkan permukaan yang kotor, Moms bisa menggunakan deterjen atau sabun dan air. Untuk mendesinfeksi, gunakan pemutih rumah tangga yang diencerkan, larutan alkohol yang mengandung setidaknya 70% alkohol, atau desinfektan rumah tangga yang terdaftar di EPA.

Pantau Gejala Infeksi, Apabila Memburuk Segera ke Rumah Sakit

Jika kondisi keluarga memburuk, segera menghubungi layanan kesehatan atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Beberapa tanda darurat pasien COVID-19 ialah sesak napas, nyeri di bagian dada, tidak bisa bangun, bibir dan wajah kebiruan.

Itulah beberapa fakta mengenai klaster keluarga. Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun berada.

Artikel Terkait