NEWBORN
12 Juli 2019

5 Fakta Menarik Seputar Kulit Bayi yang Perlu Moms Ketahui

Kulit bayi mudah terbakar matahari
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Kulit bayi baru lahir memang sangat berbeda dengan kulit orang dewasa. Dalam beberapa bulan pertama kehidupan bayi, kulitnya bahkan masih sangat rapuh dan membutuhkan perawatan ekstra.

Bukan hanya itu saja, berikut merupakan beberapa fakta menarik seputar kulit bayi baru lahir yang perlu Moms dan Dads ketahui.

Baca Juga: Apa Saja Dampak Kulit Sensitif Pada Bayi?

1. Kulit Bayi Tiga Kali Lebih Tipis dari Kulit Orang Dewasa

kulit bayi baru lahir

“Kulit memiliki tiga lapisan. Bagian paling atas, yang dapat disentuh disebut epidermis. Lapisan ini juga memiliki stratum korneum, lapisan terluar epidermis. Ini adalah lapisan yang berubah menjadi serpihan ketika kulit menjadi kering,” jelas Dr. Giselle Adasa, dokter kulit anak dan anggota Philippine Dermatological Society, seperti dikutip dari Smart Parenting.

“Lalu selanjutnya ada dermis dan hipodermis. Di sini terdapat pembuluh darah, ujung saraf, dan penyimpanan lemak.” Dibandingkan dengan kulit orang dewasa, lapisan kulit bayi tiga kali jauh lebih tipis. “Sekitar 40-60% lebih tipis dibandingkan dengan kulit orang dewasa,” lanjutnya.

2. Dilapisi Dengan Vernix Saat Baru Lahir

kulit bayi baru lahir

Fakta menarik seputar kulit bayi baru lahir yang selanjutnya berkaitan dengan vernix. Di mana saat lahir ke dunia, kulit bayi sudah dilindungi dengan lapisan pelindung alami yang disebut vernix. Lapisan ini mengandung lipid, asam amino, protein, senyawa ant-bakteri dan antimikroba.

Para ahli menyarankan agar orang tua rutin memijat bayi untuk membantu mengurangi vernix yang ada di kulit bayi. Namun, kebanyakan dokter menyarankan agar orang tua menunda memandikan bayi sampai sekitar 24 jam setelah bayi lahir. Tujuannya untuk mempertahankan lapisan pelindung alami dan meningkatkan ikatan yang lebih baik.

Baca Juga: 3 Tips Mandi untuk Bayi Berkulit Sensitif

3. Kulit Bayi Lebih Mudah Kehilangan Kelembapan

kulit bayi baru lahir

Kulit bayi, terutama kulit bayi baru lahir cenderung lima kali lebih mudah kehilangan kelembapan dibandingkan dengan orang dewasa.

Moms memiliki faktor pelembap yang alami. Kulit memiliki zat yang larut dalam air dan dapat menarik air. Pada bayi, jumlahnya dua kali lebih rendah dari pada orang dewasa. Selain itu, kulit bayi juga memiliki corneocyte (sel-sel di kulit yang menyimpan air) yang lebih kecil.

“Pastikan bayi mandi dengan sabun yang mengandung pelembap. Setelah berendam mandi, harus dibilas sampai bersih. Kalau tidak bersih kulit nanti akan gatal-gatal” ujar dr. Nanny Shoraya, Sp.KK, FINS-DV., kepada Orami.

4. Kulit Bayi Rentan Terhadap Ruam

kulit bayi baru lahir

Kulit bayi baru lahir masih sangat sensitif terhadap ruam, benjolan, dan cacat yang mungkin berubah-ubah. Sejak usia beberapa hari kehidupan, banyak bayi mengalami ruam karena mereka belum terbiasa dengan lingkungan baru di luar rahim.

Sebagian besar situasi yang seperti ini dapat ditangani dengan mudah dan sembuh dengan sendirinya. Jika Moms khawatir, konsultasikan dengan dokter anak atau profesional dalam bidang kesehatan lainnya.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Tisu Basah Anti Bakteri untuk Menjaga Kebersihan Kulit Bayi

5. Sangat Mudah Terbakar Sinar UV

kulit bayi baru lahir

Menjemur bayi, terutama pada jam 10 pagi hingga 4 sore dapat membahayakan bayi. Pasalnya, kulit bayi baru lahir sangat sensitif terhadap sinar matahari dan dapat dengan cepat terbakar, karena melaninnya belum sepenuhnya berkembang.

Sebelum mengajak bayi berjemur, pastikan untuk memakaikan pakaian dengan benar dan aman. Setelah berusia lebih dari 6 bulan, jangan lupa untuk mengoleskan tabir surya khusus anak-anak pada wajah dan telinga. Pakaikan topi atau selalu bawa payung untuk berteduh.

Apakah Moms mengetahui fakta menarik seputar kulit bayi lainnya?

(RGW)

Artikel Terkait