KESEHATAN
8 Juli 2020

COVID-19 Bisa Menular Lewat Udara, Ini Fakta Tentang Airborne Disease

Penyakitnya tidak bisa disembuhkan langsung dengan obat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Para peneliti telah mulai meyakini bahwa virus SARS-CoV-2 nampaknya bisa menjadi airborne disease virus, atau virus yang bisa ditularkan lewat udara.

Dalam sebuah surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 239 ilmuwan di 32 negara telah menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa partikel lebih kecil dapat menginfeksi manusia.

Hal ini semakin mengukuhkan teori dari banyak ilmuwan selama berbulan-bulan, bahwa virus SARS-CoV-2 tetap hidup di udara dalam ruangan, dan menjangkiti orang-orang terdekat.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam konteks COVID-19, transmisi melalui udara mungkin bisa terjadi dalam keadaan tertentu, di mana ada prosedur atau perawatan yang menghasilkan aerosol.

Lalu, seperti apa fakta tentang airborne disease? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Perlukah Memiliki Nebulizer untuk Anak Batuk Pilek?

Fakta Tentang Airborne Disease

Nyatanya, tidak hanya COVID-19 yang mungkin termasuk dalam airborne disease. Ketahui apa saja fakta airborne disease berikut ini:

1. Bisa Menular Lewat Udara

fakta airborne disease-1

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Maine, airborne disease adalah penyakit yang ditularkan melalui udara, disebabkan oleh mikroba patogen kecil yang dikeluarkan dari orang yang terinfeksi melalui batuk, bersin, tertawa, atau aerosolisasi mikroba.

Mikroba yang dilepaskan tetap berada di udara dan menetap bersama partikel debu, saluran pernapasan, dan tetesan air (droplet). Infeksi dapat terjadi ketika mikroba terhirup, masuk ke selaput lendir, atau ketika menyentuh permukaan di mana terdapat mikroba virus tersebut.

Baca Juga: Waspada, 6 Penyakit Ini Bisa Menular Lewat Ciuman

2. Jenis Virus yang Termasuk Airborne Disease

fakta airborne disease-2

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai fakta lain dari airborne disease, tidak hanya virus ini, tetapi ada juga jenis virus lain yang dapat ditularkan lewat udara. Mengutip Very Well Health, berikut ini beberapa contohnya:

  • Rhinovirus (menyebabkan gejala flu biasa, tetapi bukan satu-satunya virus yang menyebabkan pilek)
  • Virus influenza (tipe A, tipe B, H1N1)
  • Virus varicella (menyebabkan cacar air)
  • Virus campak
  • Virus gondong
  • Hantavirus (virus langka yang dapat ditularkan dari tikus ke manusia)
  • Meningitis virus
  • Sindrom pernapasan akut berat (SARS)

Ada juga jenis airborne disease yang disebabkan bakteri, seperti penyakit antraks. Gejala dan pengobatannya tergantung pada patogen virus, tetapi beberapa penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik dan vaksin.

3. Gejala Umum Airborne Disease

fakta airborne disease-3

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun ada banyak penyakit yang bisa ditularkan lewat udara, fakta lain dari airborne disease adalah adanya beberapa gejala yang umum pada orang yang terinfeksi. Mengutip Healthline, berikut ini beberapanya:

  • Radang hidung, tenggorokan, sinus, atau paru-paru
  • Batuk
  • Bersin
  • Hidung mampet
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Kelenjar bengkak
  • Sakit kepala
  • Pegal-pegal
  • Kehilangan selera makan
  • Demam
  • Kelelahan

Pada Journal of Infectious Disease, disebutkan bahwa partikel dengan diameter kurang dari 5 μm adalah partikel yang termasuk airborne disease, tetapi partikel dengan diameter lebih dari 10 μm dapat tetap berada di udara cukup lama.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Penularan Batuk Pilek dari Orang Tua ke Anak

4. Tidak Bisa Disembuhkan Langsung dengan Obat

fakta airborne disease-4

Foto: Orami Photo Stock

Secara umum, airborne disease tidak dapat diobati atau disembuhkan langsung dengan obat. Namun, beberapa jenis virus akan mereda dengan konsumsi obat antivirus jika diminum dalam waktu 48 jam setelah timbulnya gejala.

Banyak obat yang dijual bebas dan dapat mengatasi gejala yang disebabkan oleh airborne disease. Misalnya, tubuh meriang, sakit tenggorokan, dan demam, yang dapat dikelola dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit.

Obat batuk dan pilek dapat digunakan untuk mengatasi gejala tetapi harus digunakan dengan hati-hati. Dalam U.S Food & Drug Administration, obat batuk dan pilek yang dijual bebas jangan diberikan pada anak-anak di bawah usia 2 tahun.

Itu dia Moms, beberapa fakta tentang airborne disease. Tetap jaga kesehatan dengan berada di rumah dan gunakan masker jika bepergian ke luar rumah ya, Moms.

Artikel Terkait