KESEHATAN
16 Mei 2019

Terjadi Kasus Cacar Monyet di Singapura, Ketahui 4 Fakta Penyakit Menular Ini

Cacar monyet telah terdeteksi di Singapura!
placeholder

Sumber: Parents.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Andra Nur

Melalui siaran pers, Kementerian Kesehatan Singapura menyebutkan adanya satu kasus konfirmasi Monkeypox (MPX) atau cacar monyet pertama di Singapura.

Kasus ini terjadi ketika warga negara Nigeria, dinyatakan positif terinfeksi virus Monkeypox ketika berkunjung pada 28 April 2019. Dampaknya, sebanyak 23 orang yang melakukan kontak erat dengannya telah dikarantina.

Menurut data dari SINKARKES, dari bulan Januari sampai 10 Mei 2019, kedatangan kapal yang terbanyak adalah dari Singapura, yaitu 18.176 kapal.

Ini juga belum termasuk penerbangan dari Singapura yang relatif cukup banyak sehingga kemungkinan penyebaran penyakit cacar monyet ke Indonesia bisa terjadi. Terlepas Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan risiko penyebarannya rendah.

Karenanya, ketahui fakta tentang cacar monyet, dikutip dari Surat Edaran Kemenkes RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox.

Baca Juga: Agar Bisa Dicegah, Cari Tahu Waktu Terbaik Vaksin Cacar Air

1. Penularan Melalui Hewan

cacar monyet-1

Foto: passporthealthusa.com

Menurut data WHO, negara Afrika Tengah dan Barat menjadi daerah endemis cacar monyet. Penyakit ini ditularkan oleh hewan, terutama hewan pengerat yang mengandung virus cacar monyet.

Penularan bisa terjadi melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi di kulit atau mukosa hewan, juga konsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik.

Penularan cacar monyet dari manusia ke manusia mungkin terjadi namun sangat terbatas, bisa melalui saluran pernapasan atau lesi pada kulit.

Mengutip dari situs WHO, infeksi cacar monyet di Afrika telah ditemukan pada banyak spesies hewan seperti tupai pohon, tikus Gambia, tikus bergaris, dormice, dan hewan primata.

2. Gejalanya Mirip Dengan Cacar Air

181106-chickenpox-al-1236_e57f4cf83864d0745fb59be610aada9a.jpg

Foto: Nbcnews.com

Gejala cacar monyet mirip dengan cacar air, namun lebih ringan. Terjadinya masa inkubasi yaitu 5-21 hari. Gejala yang timbul termasuk demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati), nyeri otot, nyeri punggung, dan lemas.

Selain itu, muncul ruam pada wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras.

Biasanya, butuh waktu sekitar 3 minggu sampai ruam cacar monyet ini bisa menghilang.

Baca Juga: 10 Kiat Mengatasi Anak Sulit Makan Saat Sakit

3. Penyakit yang Bisa Sembuh Sendiri

cacar monyet-2.jpg

Foto: health.howstuffworks.com

Cacar monyet adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.

Kasus yang parah sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian akibat cacar monyet bervariasi, tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar diantaranya adalah anak-anak. Kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap cacar monyet.

4. Belum Ada Vaksin yang Bisa Membasmi

image-20160804-12207-1flp6oj.jpg

Foto: Theconversation.com

Mengutip dari situs WHO, tidak ada perawatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk infeksi cacar monyet, tetapi wabah dapat dikendalikan.

Vaksinasi terhadap cacar telah terbukti 85 persen efektif dalam mencegah cacar monyet di masa lalu, tetapi vaksin ini tidak lagi tersedia untuk masyarakat umum dan dihentikan setelah pemberantasan cacar secara global.

Itulah beberapa fakta penting yang perlu Moms ketahui tentang penyakit cacar monyet. Jika Si Kecil atau anggota keluarga ada yang menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera mencari bantuan medis ya Moms!

Artikel Terkait