3-12 BULAN
28 Juni 2019

Fakta vs Mitos Seputar Demam Pada Bayi, Sudahkah Moms Tahu?

Demam tinggi tidak selalu menyebabkan kerusakan otak
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah demam selalu menandakan bayi mengalami sakit parah? Belum tentu. Banyak orang tua berpikir bahwa demam pada bayi disebabkan langsung oleh virus atau bakteri, tetapi sebenarnya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh bayi yang melawan kuman.

Kuman tidak menyukai suhu yang lebih hangat. Itulah sebabnya tubuh bayi akan mengirim hormon untuk meningkatkan suhu tubuh setiap kali melawan serangan infeksi.

Sayangnya, tidak banyak orang tua yang mengetahui hal tersebut dan khawatir berlebihan ketika buah hatinya mengalami demam.

Berikut merupakan beberapa mitos dan fakta seputar demam pada bayi yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Tidak Selalu Demam, Ini 5 Penyebab Kepala dan Tubuh Bayi Terasa Panas

Mitos: Suhu antara 37,1˚ C – 37,8˚ C adalah demam tingkat rendah.

demam pada bayi

Fakta: Suhu ini sebenarnya suhu tubuh normal pada bayi dan bukan demam. Suhu tubuh bayi berubah sepanjang hari dan secara alami akan lebih tinggi pada sore dan malam hari. Sementara bayi demam yang sebenarnya memiliki suhu tubuh 38˚ C atau lebih tinggi.

Mitos: Kepala dan tubuh bayi terasa hangat saat disentuh, jadi dia pasti demam.

demam pada bayi

Fakta: “Kepala dan tubuh bayi dapat terasa hangat karena berbagai alasan. Contohnya karena kelelahan bermain, menangis, berada di ruangan yang hangat, atau cuaca panas,” kata Bart Schmitt, MD, dokter anak bersertifikat di Children’s Hospital Colorado.

Untuk memastikan apakah bayi demam atau tidak, Dr. Bart Schmitt menganjurkan para Moms untuk memeriksa suhu buah hatinya. Adapun beberapa kriteria demam pada bayi adalah sebagai berikut ini:

  • Suhu ketiak: 37,1˚ C atau lebih tinggi.
  • Suhu mulut: 37,8˚ C atau lebih tinggi.
  • Suhu dubur, telinga, atau dahi: 38˚ C atau lebih tinggi.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Demam, Kapan Wajib Dibawa ke Dokter?

Mitos: Demam di atas 42˚ C berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi

demam pada bayi

Fakta: Demam dengan infeksi tidak menyebabkan kerusakan otak. Hanya suhu di atas 42˚ C yang dapat menyebabkan kerusakan otak (sangat jarang terjadi). Suhu setinggi ini biasanya hanya terjadi jika suhu udara sangat tinggi. Contohnya ketika seorang bayi ditinggalkan di dalam mobil tertutup selama cuaca panas.

Mitos: Semakin tinggi suhunya, semakin serius penyakitnya.

demam pada bayi

Fakta: Suhu tubuh yang tinggi dapat mengindikasikan penyakit serius pada remaja dan orang dewasa, tetapi tidak selalu demikian pada bayi di bawah usia 12 bulan.

Sistem kekebalan tubuh bayi tidak selaras, sehingga menyerang setiap kuman dengan kekuatan penuh. Itulah sebabnya bayi bisa mengalami demam tinggi hanya karena pilek,” kata dokter anak dari Cleveland Clinic, David Hornick, MD, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.

“Pastikan bayi minum cukup cairan ketika demam. Biasanya bayi akan kembali aktif dan merasa lebih baik setelah meminum ibuprofen atau acetaminophen dalam dosis yang tepat.”

Baca Juga: Baju Tipis vs Tebal: Mana yang Baik Dipakai Saat Bayi Demam?

Mitos: Semua demam pada bayi perlu diobati dengan obat demam (seperti asetaminofen atau ibuprofen). Setelah perawatan, demam akan hilang sepenuhnya.

demam pada bayi

Fakta: Demam hanya perlu diobati jika bayi tampak tidak nyaman. Biasanya suhunya sudah mencapai lebih dari 39˚ C hingga 39,4˚ C. Dengan pengobatan, demam pada bayi biasanya turun 1,1˚ C atau 1,7˚ C, tetapi mungkin tidak hilang sepenuhnya.

Itulah fakta dan mitos seputar demam pada bayi yang perlu Moms ketahui. Mitos manakah yang selama ini Moms sering dengar atau percayai?

(RGW)

Artikel Terkait