BALITA DAN ANAK
20 September 2020

Ketahui Penyebab Kanker Darah pada Anak dan Cara Mengatasinya

Paparan zat kimia yang terdapat dalam perabotan rumah tangga dapat memicu kanker darah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Leukemia, atau kanker darah merupakan jenis kanker yang paling umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Moms mungkin ingin mengetahui apa yang menjadi penyebab kanker darah pada anak.

Leukimia terjadi karena produksi sel darah putih abnormal yang terbentuk di sumsum tulang. Mereka dengan cepat melakukan perjalanan melalui aliran darah dan mengeluarkan sel-sel sehat.

Akibat kanker ini, maka sumsum tulang didominasi oleh sel-sel kanker tersebut, akibatnya fungsi sumsum tulang terganggu. Ini meningkatkan kemungkinan tubuh terinfeksi dan masalah lainnya.

Sumsum tulang terletak di rongga tulang yang berfungsi sebagai tempat produksi komponen-komponen darah, seperti sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih.

Penyakit leukemia menyebabkan fungsi sumsum tulang terganggu, sehingga seluruh kegiatan produksi darah (hematopoesis), yaitu: pembentukan sel darah merah (eritropoiesis), pembentukan sel limfosit (limfopoiesis), pembentukan trombosit (trombopoesis), dan granulopoiesis mengalami gangguan.

Angka kejadian leukemia/kanker darah di Indonesia adalah ¾ kasus dari seluruh kasus keganasan pada anak.

Mengutip jurnal Childhood Leukemia and Primary Prevention, gejala awal kanker darah pada anak biasanya terjadi sebelum usia lima tahun, dan adanya tanda genetik "pra-leukemia" saat lahir menunjukkan bahwa peristiwa sebelum dan sesudah melahirkan sangat penting untuk perkembangan penyakit ini.

Anak yang menderita penyakit ini akan mengalami anemia, mudah mengalami perdarahan, dan mudah terkena infeksi.

Pada leukemia, sumsum tulang membentuk sel darah yang abnormal selain sel darah yang normal. Pertumbuhan sel darah yang tidak terkontrol, akan beredar di darah ke seluruh tubuh. Terkadang sel darah abnormal ini terkumpul pada beberapa bagian organ.

Saat sumsum tulang membentuk sel darah abnormal, tubuh tidak membentuk sel darah yang seharusnya dibutuhkan, sehingga hal ini menimbulkan gejala.

Meskipun sulit untuk mengidap penyebab kanker darah pada anak, perlu diketahui bahwa kebanyakan anak dan remaja dengan leukemia masa kanak-kanak dapat berhasil diobati.

Baca Juga: Donor Sumsum Tulang Belakang, Ini Penjelasannya

Jenis Kanker Darah pada Anak

leukemia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa tipe kanker leukemia. Beberapa jenis kanker berkembang dengan cepat dan ada juga yang lambat. Sebagian besar leukemia pada anak merupakan tipe yang cepat, atau dikenal dengan leukemia akut.

Jenis kanker darah pada anak akut dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL)

Kondisi ini juga disebut leukemia limfositik akut, karena mempengaruhi limfosit (sejenis sel darah putih). ALL menyumbang 3 dari setiap 4 kasus leukemia pada anak.

2. Acute Myeloid Leukemia (AML)

AML adalah jenis kanker darah pada anak yang paling umum berikutnya. Jenis kanker ini mempengaruhi sel ledakan (sel darah putih yang belum matang).

Sementara, jenis kanker darah pada anak yang kurang umum atau jarang terjadi, meliputi:

3. Leukemia Garis Keturunan Hibrida atau Campuran

Kanker ini adalah leukemia langka dengan gambaran ALL dan AML.

4. Leukemia Myelogenous Kronis (CML)

Leukemia myelogenous kronis atau CML, jarang terjadi pada anak-anak.

5. Leukemia Limfositik Kronis (CLL)

Kanker CLL juga sangat jarang terjadi pada anak-anak.

6. Leukemia Myelomonocytic Remaja (JMML)

JMML adalah jenis kanker darah pada anak langka yang tidak kronis atau akut dan paling sering terjadi pada anak di bawah usia 4 tahun.

Baca Juga: 3 Jenis Kanker Kulit pada Anak yang Harus Diwaspadai

Penyebab Kanker Darah pada Anak

penyebab leukemia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Dokter tidak tahu persis apa yang menjadi penyebab kanker darah pada anak. Tetapi kebanyakan kasus terjadi ketika ada perubahan (mutasi) pada gen yang terjadi secara spontan. Artinya, mutasi genetik tidak diturunkan dari orang tua.

“Penyebab penyakit leukemia ini adalah multifaktoral terutama mutasi gen,” tutur dr. Robert Soetandio, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan leukemia jika mereka memiliki kondisi saudara kembar identik yang menderita leukemia di usia muda, saudara kembar non-identik atau saudara lain dengan leukemia.

Selain itu, Si Kecil rentan mengalami penyebab kanker darah pada anak, jika sedang menjalani terapi radiasi atau kemoterapi untuk jenis kanker lainnya, meminum obat untuk menekan sistem kekebalan mereka setelah transplantasi organ.

Selain itu, penyebab kanker darah pada anak dipicu dari hal-hal sederhana yang bahkan dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Tingkatkan kewaspadaan Moms, kenali faktor penyebab leukemia pada anak berikut!

1. Peralatan Rumah Tangga

Penelitian mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kanker darah pada anak adalah peralatan rumah tangga seperti sofa, karpet, gorden, gelas, cat dinding hingga pestisida dan pembersih.

Mengapa demikian? Ternyata kandungan kimia di dalam barang-barang termasuk kandungan perchlorethylene yang bisa ditemukan pada semir sepatu atau pembersih kayu.

Sebuah studi penelitian menunjukan bahwa paparan perchlorethylene bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Bukan kanker kulit, melainkan terserang kanker sel darah putih atau leukemia dan kanker paru-paru. Paparan zat kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui udara yang terhirup oleh pernapasan.

2. Faktor Genetik

Selain faktor dari luar, penyebab kanker darah pada anak yang terbesar adalah faktor keturunan atau genetik.

Berhati-hatilah bila dalam keluarga memiliki riwayat mengidap penyakit ini, karena risiko penyakit ini diturunkan pada anak menjadi lebih besar.

Masalah kesehatan genetik, seperti: Sindrom Li-Fraumeni, Sindrom Down, Sindrom Klinefelter, neurofibromatosis, ataksia telangektasia, dan Anemia fanconi, meningkatkan risiko mengalami penyebab kanker darah pada anak.

Hal ini dikarenakan mutasi DNA. Mutasi DNA akan menonaktifkan gen supresor tumor dimana biasanya hal ini dipicu oleh perubahan gen kedua orang tua hingga terjadi kesalahan genetika pada sel-sel tubuh anak.

3. Jenis Virus yang Mengganggu Metabolisme Tubuh

Penyebab kanker darah pada anak juga dapat dipicu oleh virus.

Ada beberapa jenis virus yang dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh dan menyebabkan timbulnya kanker darah pada Si Kecil. Virus tersebut antara lain adalah virus leukemia feline dan retrovirus.

4. Asap Rokok

Bagi Moms atau suami yang merokok, berhati-hatilah karena asap rokok dapat menjadi penyebab kanker darah pada anak.

Tak hanya gangguan pernapasan saja, Si Kecil dengan orang tua seorang perokok aktif, memiliki resiko mengidap leukemia jauh lebih besar daripada mereka yang orang tuanya tak merokok.

Hal tersebut karena zat-zat kimia yang terkandung dalam rokok apabila terhirup masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan Si Kecil terkena kanker paru-paru dan kanker jenis lainnya yang sama berbahayanya.

5. Kelainan Sejak Lahir

Terakhir, selain faktor keturunan atau genetik, penyebab kanker darah pada anak juga dapat disebabkan karena adanya kelainan sejak lahir yang diderita Si Kecil.

Salah satu bentuk kelainan yang terbawa sejak lahir adalah down syndrome. Bayi yang mengidap down syndrome sejak lahir memiliki kemungkinan untuk menderita leukemia lebih besar di kemudian hari.

Agar Si Kecil dapat terhindari dari leukemia dan penyakit berbahaya lainnya. Moms harus lebih memperhatikan gaya hidup dan kondisi sekitar ya. Jika anak menunjukkan gejala-gejala yang tidak wajar, segera periksakan ia ke dokter.

Baca Juga: Pada Leukemia Stadium 2, Ini Hal yang Terjadi pada Tubuh

Gejala Kanker Darah pada Anak

memar bisa jadi tanda leukemia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui tentang penyebab kanker darah pada anak. Lalu, seperti apa gejalannya?

Menurut dr. Robert, kanker darah memang agak sulit dikenali karena gejalanya tidak spesifik dan menyerupai gejala penyakit lain.

Secara umum gejala leukemia seperti: demam yang hilang timbul, perdarahan (mimisan dan gusi sering berdarah), lebam (tubuh mudah memar), berat badan menurun drastis, dan perut membesar (akibat organ hati dan limpa yang membengkak).

Gejala lainnya yaitu lemah dan lelah, mudah demam atau mengalami infeksi, nyeri tulang, bisa menyebabkan anak sulit berjalan, pembesaran kelenjar getah bening (bean-shaped organs) yang dapat terlihat dan teraba di bawah kulit.

“Jika didapatkan gejala tersebut, segera periksakan si kecil ke dokter spesialis anak. Belum pasti adanya gejala itu menunjukan leukemia,” tambah dr. Robert.

Pemeriksaan laboratorium untuk penyakit kanker darah pada anak dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah lengkap, jika ada kecurigaan dilanjutkan dengan biopsi sumsum tulang (memeriksa sel darah dari sumsum tulang dengan mikroskop).

Dokter juga akan melakukan beberapa tes darah. Bergantung pada hasil, pengujian lain yang dilakukan dapat mencakup biopsi sumsum tulang, keran tulang belakang, tes pencitraan seperti sinar-X, dan pengujian genetik.

Baca Juga: Deteksi Kanker Kulit pada Anak, Ini Cara dan Pencegahannya!

Cara Mengatasi Kanker Darah pada Anak

leukemia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Sementara untuk pengobatan penyakit kanker darah pada anak itu sendiri, tergantung jenis leukemia yang diderita oleh Si Kecil. Biasanya pengobatan terdiri dari satu atau lebih terapi di bawah ini.

1. Kemoterapi, untuk Membunuh Sel Kanker

Kemoterapi, yakni memasukkan obat untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Ini menjadi pengobatan kanker darah pada anak yang umum.

Pemberian obat ini melalui infus atau kadang lewat cairan LCS (cairan yang menyelimuti susunan sistem saraf untuk melindungi tulang belakang) dari punggung.

2. Radiasi, Pengobatan Menggunakan Sinar X

Metode pengobatan kanker darah pada anak selanjutnya juga bisa dengan menggunakan radiasi. Metode radiasi membunuh sel kanker edengan menggunakan sinar-X berenergi tinggi.

3. Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (Stem Cell Transplant)

Transplantasi sumsum tulang belakang dilakukan untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat radiasi atau kemoterapi.

Donor sel dapat berasal dari saudara kandung yang cocok darahnya dengan anak, orang lain yang cocok darahnya, atau darah (yang sesuai) umbilical cord bayi baru lahir.

Sebagian besar anak mengalami fase remisi (perbaikan) setelah terapi, artinya dokter tidak menemukan sel darah abnormal di darah atau sumsum tulang.

Meski demikian, sel darah abnormal ini masih ada di tubuh anak tersebut. Untuk menghilangkan sel-sel ini dan mencegah relaps/kekambuhan leukimia, terapi harus dituntaskan sampai selesai.

Hal ini memakan waktu kurang lebih 2-3 tahun pengobatan. Setelah pengobatan, dokter akan melakukan wawancara mengenai keluhan penyakit dan efek samping pengobatan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, dan terkadang diperlukan mengulang biopsi sumsum tulang.

Keberhasilan pengobatan kanker darah pada anak tergantung dari jenis leukemia dan stratifikasi risikonya. Penderita leukemia yang memiliki risiko tinggi, semakin kurang baik pula perkembangan pengobatannya.

Di Indonesia dilaporkan angka penyintas (survivor) atau tingkat kelangsungan hidup anak yang menderita leukemia limfositik akut (LLA) sebesar 70 – 80 persen.

Namun, harus diingat bahwa selalu ada risiko kambuh, yaitu kembalinya tanda dan gejala penyakit setelah mengalami remisi (sembuh).

Jika terjadi relaps atau timbul kembalinya gejala leukemia, akan dilakukan kembali kemoterapi, radiasi atau transplantasi sumsum tulang. Dengan deteksi dini dan terapi yang optimal pada anak, kualitas hidup anak akan lebih baik.

Artikel Terkait