BALITA DAN ANAK
13 Februari 2020

Faktor Penyebab Sakit Kepala pada Balita

Kapan harus diperiksakan ke dokter?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sakit kepala adalah nyeri atau rasa tidak nyaman di kepala atau area wajah. Sakit kepala bisa terjadi sekali atau berulang, serta dialami di satu atau lebih area di kepala dan wajah.

Sakit kepala pada anak lazim terjadi dan biasanya tidak serius. Kondisi ini bisa diatasi dengan obat bebas serta kebiasaan sehat seperti tidur dan makan di jadwal yang rutin.

Namun, ada juga sakit kepala yang menjadi gejala penyakit serius, menurut American Academy of Pediatrics pada jurnal Section on Neurology.

Baca Juga: Tak Hanya Migrain, Ini 8 Jenis Sakit Kepala yang Umum Menyerang

Penyebab Sakit Kepala pada Balita

Sakit Kepala pada Balita

Foto: cdn-prod.medicalnewstoday.com

Sejumlah faktor bisa menyebabkan anak mengalami sakit kepala, misalnya:

  • Penyakit dan infeksi. Pilek, infeksi telinga, dan infeksi sinus adalah sebagian penyebab sakit kepala paling umum pada anak.
  • Trauma di kepala, misalnya benjol dan memar
  • Faktor emosional seperti stres dan kecemasan. Depresi juga bisa menimbulkan sakit kepala, terutama jika anak tidak bisa mengenali perasaan sedih dan kesepian.
  • Genetik atau keturunan, terutama migrain
  • Makanan dan minuman, misalnya yang mengandung nitrat (pengawet daging olahan), MSG, dan kafein

Baca Juga: 8 Obat Sakit Kepala dari Bahan Alami

  • Masalah di otak. Kadang, tumor atau abses otak atau perdarahan di otak bisa menekan area otak. Namun, biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti gangguan penglihatan, pusing, dan kurangnya koordinasi tubuh
  • Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk
  • Hormon
  • Penggunaan obat tertentu
  • Dehidrasi

Menurut website Johns Hopkins Medicine, penyebab pasti sakit kepala belum sepenuhnya dipahami. Diduga sakit kepala adalah akibat otot yang tegang atau melebarnya pembuluh darah di kepala.

Sakit kepala juga bisa menjadi efek perubahan di senyawa dalam otak, sinyal listrik di otak, atau perubahan komunikasi antara sistem saraf yang menyampaikan informasi tentang rasa sakit.

Mengatasi Sakit Kepala pada Balita

Sakit Kepala pada Balita

Foto: i2.wp.com

Umumnya sakit kepala pada balita bisa ditangani di rumah. Untuk menghentikan sakit kepala, beberapa cara ini bisa diterapkan:

  • Beristirahat di lingkungan yang sunyi dan gelap
  • Mengelola stres
  • Menghindari pemicu, misalnya makanan dan minuman tertentu, kurang tidur, dan puasa
  • Mengonsumsi obat
  • Minum cairan yang banyak

Baca Juga: Membedakan Macam-Macam Sakit Kepala dan Gejalanya

Ciri Sakit Kepala pada Balita yang Berkaitan dengan Penyakit Serius

Sakit Kepala pada Balita

Foto: iStock

Bayi atau balita biasanya tidak bisa menjelaskan gejala yang mereka rasakan sehingga sulit menentukan jenis sakit kepala yang mereka alami.

Diperlukan kecermatan Moms dalam memerhatikan setiap perubahan tingkah laku anak.

  • Sakit kepala pada anak yang sangat kecil
  • Rasa sakitnya sampai membuat anak terbangun dari tidur
  • Terjadi sangat pagi
  • Semakin sakit jika batuk atau bersin
  • Muntah berulang tanpa mual atau tanda virus perut lain
  • Tiba-tiba dan terasa sangat sakit

Baca Juga: Ini 7 Makanan yang Bisa Memicu Sakit Kepala

  • Semakin parah, berkelanjutan, atau semakin sering
  • Terjadi perubahan kepribadian saat sindrom sakit kepala berkembang
  • Perubahan penglihatan
  • Lengan atau tungkai lemah atau ada gangguan keseimbangan
  • Kejang atau epilepsi
  • Terjadi setelah cedera, misalnya kepala mendapat hantaman
  • Disertai demam dan leher sakit atau kaku

Jika Moms menemukan ciri-ciri di atas pada anak, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Sebab, sakit kepala, terutama yang berulang, bisa menyebabkan masalah belajar, perilaku, dan/atau depresi pada anak.

Artikel Terkait