BALITA DAN ANAK
3 September 2020

Serba-serbi Tentang Sakit Kepala pada Anak

Moms perlu tahu tanda-tanda perlu berkonsultasi ke dokter
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sakit kepala adalah nyeri atau rasa tidak nyaman di kepala atau area wajah. Sakit kepala bisa terjadi sekali atau berulang, serta dialami di satu atau lebih area di kepala dan wajah.

Sakit kepala pada anak lazim terjadi dan biasanya tidak serius. Kondisi ini bisa diatasi dengan obat bebas serta kebiasaan sehat seperti tidur dan makan di jadwal yang rutin.

Namun, ada juga sakit kepala yang menjadi gejala penyakit serius, menurut jurnal Section on Neurology. Cari tahu lebih lanjut tentang sakit kepala pada anak berikut ini, Moms.

Baca Juga: Tak Hanya Migrain, Ini 8 Jenis Sakit Kepala yang Umum Menyerang

Penyebab Sakit Kepala pada Anak

Sakit Kepala pada Balita

Foto: medicalnewstoday.com

Sejumlah faktor bisa menyebabkan anak mengalami sakit kepala, misalnya karena penyakit dan infeksi. Pilek, infeksi telinga, dan infeksi sinus adalah sebagian penyebab sakit kepala paling umum pada anak.

Selain itu, sakit kepala pada anak bisa juga karena terjadinya trauma di kepala, misalnya benjol dan memar.

Termasuk juga faktor emosional seperti stres dan kecemasan. Depresi juga bisa menimbulkan sakit kepala, terutama jika anak tidak bisa mengenali perasaan sedih dan kesepian.

Genetik atau keturunan, terutama migrain juga dapat menjadi penyebab sakit kepala pada Si Kecil. Begitu juga dengan konsumsi makanan dan minuman tertentu, misalnya yang mengandung nitrat (pengawet daging olahan), MSG, dan kafein.

Adanya masalah di otak juga dapat menjadi penyebab sakit kepala Si Kecil. Kadang, tumor atau abses otak atau perdarahan di otak bisa menekan area otak. Namun, biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti gangguan penglihatan, pusing, dan kurangnya koordinasi tubuh

Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan Si Kecil pusing. Penyebab lain juga bisa dikarenakan hormon, penggunaan obat tertentu, dan juga dehidrasi.

Menurut Johns Hopkins Medicine, penyebab pasti sakit kepala belum sepenuhnya dipahami. Diduga sakit kepala adalah akibat otot yang tegang atau melebarnya pembuluh darah di kepala.

Sakit kepala juga bisa menjadi efek perubahan di senyawa dalam otak, sinyal listrik di otak, atau perubahan komunikasi antara sistem saraf yang menyampaikan informasi tentang rasa sakit.

Baca Juga: 8 Obat Sakit Kepala dari Bahan Alami, Yuk Coba!

Jenis Sakit Kepala pada Anak

jenis sakit kepala pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Michael Dickinson, dokter spesialis anak dari Miramichi, New Brunswick, Kanada, mengatakan bahwa sekitar 3 persen anak usia di bawah 7 tahun menderita sakit kepala.

Sementara, Baby Center menyebutkan, pada usia 7 tahun, setidaknya 40 persen anak sudah pernah menderita sakit kepala.

Berikut ini ragam-ragam dari kondisi sakit kepala pada anak yang bisa Moms ketahui.

1. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala pada anak yang tegang ditandai nyeri pada kedua sisi kepala. Penyebab anak sakit kepala tegang adalah stres, cemas berlebih, depresi, atau postur tubuh yang buruk.

Masalah sakit kepala ini biasanya muncul saat anak mengalami kondisi tertetu di sekolah yang membuatnya stres. Sakit kepala tegang dapat mereda bila anak bermain atau melupakan kondisi yang membuatnya stres atau tertekan.

2. Migrain

Menurut American Migraine Foundation, migrain merupakan penyakit yang bersifat genetik, dan biasanya muncul pertama kali pada anak di usia 5 dan 8 tahun.

Sakit kepala pada anak karena migrain biasanya terasa pada salah satu sisi kepala dan berdenyut-denyut.

Anak yang menderita migrain juga akan memperlihatkan gejala perubahan mood, kulit pucat, lelah, pandangan kabur, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, diare, atau bahkan demam.

Menurut Mark W. Green, M.D., direktur Headache and Pain Medicine di Mount Sinai School of Medicine di New York, migrain pada anak sering kali didiagnosis sebagai infeksi sinus.

“Walaupun sakit kepala anak terasa di sekitar sinus, matanya berair, dan hidungnya meler, biasanya masalahnya adalah migrain, bukan infeksi sinus,” kata dokter Green.

Setelah mengetahui penyebab anak sakit kepala, Moms dapat melakukan langkah-langkah untuk melindungi Si Kecil dari masalah tersebut.

“Otak anak berubah seiring dengan pertambahan usianya. Jadi, rasa sakit akan hilang sendiri,” terang Alyssa A. Lebel, M.D., salah satu direktur Headache Clinic di Children’s Hospital Boston.

Baca Juga: Perbedaan Sakit Kepala dan Migrain pada Anak

Gejala Sakit Kepala pada Anak

gejala sakit kepala pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, anak-anak mendapatkan jenis sakit kepala yang sama seperti orang dewasa, tetapi gejalanya mungkin sedikit berbeda.

Misalnya, nyeri migrain pada orang dewasa sering kali berlangsung setidaknya empat jam. Tetapi pada anak-anak, rasa sakit kepalanya mungkin lebih sedikit dari itu.

Perbedaan gejala sakit kepala pada anak ini mungkin membuat sulit untuk menentukan jenis sakit kepala pada anak, terutama pada anak yang lebih kecil yang tidak dapat menggambarkan gejala.

Namun, secara umum, gejala tertentu cenderung lebih sering masuk dalam kategori tertentu.

Sebelum melakukan pengobatan sakit kepala pada anak yang tepat, ada baiknya Moms mengenali dulu berbagai gejala dari sakit kepala Si Kecil berikut ini.

1. Ingin Tidur di Ruang Gelap dan Hening

Salah satu gejala sakit kepala pada anak adalah sensitivitas terhadap cahaya dan suara, di mana terpapar cahaya terang atau suara keras akan membuat sakit di kepala semakin intens.

Karena itulah, anak yang sedang mengalami migrain akan merasakan dorongan kuat untuk tidur di ruang gelap dan hening.

Si Kecil juga mungkin akan meminta Moms tidak bicara terlalu keras, mematikan TV, atau menutup pintu dan jendela untuk meminimalisir cahaya dan suara.

2. Sakit Perut Hilang Setelah Tidur

Migrain perut atau abdominal migrain adalah jenis migrain yang sering dialami oleh anak usia 5-9 tahun, dan ditandai dengan sakit di bagian tengah perut atau di sekitar area pusar.

Jika Si Kecil mengeluh sakit perut tanpa diketahui penyebab pastinya, tapi kemudian hilang atau mereda dengan sendirinya setelah ia tidur, maka ada kemungkinan yang dialami Si Kecil adalah migrain perut.

Kondisi ini sejalan dengan temuan sebuah studi yang dilansir jurnal Current Pain and Headache Reports, bahwa tidur adalah cara yang cukup efektif untuk meredakan migrain dan sakit kepala pada beberapa orang.

3. Mudah Mabuk Kendaraan

Anak yang mudah mabuk kendaraan, bahkan meski hanya melakukan perjalanan singkat dan sudah melakukan langkah pencegahan seperti melihat ke luar jendela atau membiarkan udara masuk lewat jendela, kemungkinan adalah penderita migrain, yang menjadi salah satu bentuk sakit kepala pada ank.

Studi Headache The Journal of Head and Face Pain menemukan kalau penderita migrain lebih mudah merasa mabuk saat naik kendaraan, membaca di mobil, menggunakan permainan di taman bermain, atau menonton film di layar lebar.

4. Memukulkan Kepala

Mengutip Migraine.com, anak penderita migrain yang belum bisa menggambarkan gejala yang dirasakannya mungkin akan menunjukkan perilaku menenangkan diri seperti memukulkan kepala berulang kali atau menggoyangkan badan.

Ini menjadi gejala dari sakit kepala pada anak, salah satunya migrain. Si Kecil juga mungkin akan menunjukkan gejala lain seperti wajah pucat, mood berubah, dan tidak menjalankan rutinitas biasa.

Jika sudah begini, beristirahat di ruang gelap dan hening bisa membantu meredakan gejalanya.

5. Mendadak Kelelahan

Sebagian anak penderita migrain akan mengalami aura, yaitu tanda peringatan berupa gangguan sensori maupun fisik sekitar 20-60 menit sebelum serangan migrain.

Aura yang dirasakan setiap orang tidak sama, tapi umumnya berupa kilatan cahaya, gangguan bicara, muncul garis dan titik, atau juga mendadak sangat lelah sehingga tidak bisa beraktivitas dan ingin tidur.

Jadi, Moms perlu memerhatikan dengan jeli bila Si Kecil memperlihatkan gejala migrain seperti mendadak terlihat kelelahan, tidak ingin beraktivitas, serta menghindari cahaya dan suara.

Anak memang tak selalu bisa menjelaskan kondisinya secara akurat, jadi orang tua perlu jeli mengenali gejala sakit kepala pada anak dan mengajaknya ke dokter supaya bisa diatasi sebelum mengganggu rutinitas hariannya.

Baca Juga: 5 Gejala Tak Biasa Migrain pada Anak, Bukan Cuma Sakit Kepala!

Cara Mengatasi Sakit Kepala pada Anak

Sakit Kepala pada Balita

Foto: i2.wp.com

Umumnya sakit kepala pada anak bisa ditangani di rumah. Untuk menghentikan sakit kepala Si Kecil, beberapa cara yang bisa Moms terapkan dalam membantu mengatasi sakit kepala anak.

1. Pastikan Anak Beristirahat Cukup

Menurut Mark W. Green, M.D., direktur Headache and Pain Medicine di Mount Sinai School of Medicine di New York, tidur cukup efektif dalam mengobati sakit kepala pada anak.

Ini karena tidur dapat membantu meredakan stres dan membuat tubuh Si Kecil kembali segar.

2. Hindari Pemicu Migrain

Sakit kepala karena migrain bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti cahaya terang atau berkelap-kelip; kebisingan; kelelahan, serta makanan dan minuman yang mengandung kafein, MSG, atau pengawet.

Saat sakit kepala pada anak kambuh, ingatkan Si Kecil bahwa ia perlu menghindari faktor-faktor pemicu itu supaya sakit kepalanya tidak muncul lagi.

3. Ajari Anak Teknik Relaksasi

Sakit kepala tegang bisa dipicu oleh stres atau cemas berlebih. Oleh karena itu, Moms dapat mengajari anak teknik relaksasi sederhana untuk mengatasi stres atau kecemasan yang berpotensi memicu sakit kepala.

Misalnya, katakan pada Si Kecil agar menarik napas panjang atau berdoa dalam hati bila tiba-tiba didera perasaan cemas.

4. Beri Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri yang aman untuk mengatasi anak sakit kepala adalah ibuprofen. Tetapi, meski efektif meredakan sakit kepala, obat ini tidak boleh diberikan terlalu sering dalam mengatasi sakit kepala pada anak.

Batasi memberikan obat ini kepada anak maksimal tiga kali dalam seminggu. Bila gejala sakit kepala masih terjadi, segera bawa Si Kecil ke dokter.

Jika kondisi sakit kepala pada anak sudah parah, sebaiknya Moms segera membawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat ya, Moms.

Baca Juga: Membedakan Macam-Macam Sakit Kepala dan Gejalanya

Ciri Sakit Kepala pada Anak Pertanda Penyakit Serius

Sakit Kepala pada Balita

Foto: iStock

Terkadang, sakit kepala adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Mengutip Harvard Health, ketahui kapan sakit kepala pada anak merupakan hal yang perlu perawatan dari dokter:

1. Bila Sakit Kepala Disertai Demam dan Leher Kaku

Anak harus bisa melihat ke atas ke langit-langit, menyentuh dagu ke dada, dan menggelengkan kepala ke depan dan belakang.

Jika Si Kecil tidak bisa melakukan hal tersebut, maka Moms harus membawanya ke ruang gawat darurat untuk memastikan dia tidak menderita meningitis.

2. Rasa Sakitnya Parah dan Tak Henti-hentinya Meski Menggunakan Obat

Sakit kepala pada anak yang gawat lainnya adalah bila adanya rasa sakit yang parah bahkan setelah konsumsi acetaminophen atau ibuprofen, di mana pun membutuhkan perhatian medis.

3. Disertai dengan Sering Muntah

Terutama jika tidak ada tanda-tanda penyakit lain seperti demam atau diare, sakit kepala pada anak disertai muntah terus-menerus juga menjadi hal yang perlu perhatian dokter.

Ini mungkin hanya virus, dan anak-anak mungkin akan muntah setelah kepalanya terbentur, tetapi ini layak untuk dipanggil ke dokter, karena muntah bisa menjadi tanda tekanan pada otak.

4. Anak Sulit Melakukan Aktivitas Normal

Kondisi sakit kepala pada anak di mana Si Kecil mengantuk yang tidak biasa atau kesulitan berjalan, berbicara, atau melakukan aktivitas normal lainnya juga perlu perhatian medis.

Sekali lagi, itu mungkin saja virus, tetapi Moms harus memeriksakan anak ke dokter.

5. Sakit Kepala Membangunkan anak dari Tidur

Terkadang anak-anak terbangun karena alasan lain dan menyadari bahwa mereka sakit kepala, ini bukan pertanda yang buruk.

Tetapi jika rasa sakit kepala pada anak tersebut bahkan sampai membangunkan anak dari tidur, itu bukan sakit kepala biasa dan Moms harus menghubungi dokter.

6. Sakit Kepala Lebih Buruk Saat Berbaring

Cara yang paling sering diperhatikan adalah sakit kepala paling buruk terjadi di pagi hari dan akan membaik seiring berjalannya waktu.

Jika terjadi sakit kepala lebih buruk saat berbaring, ini bisa menjadi tanda meningkatnya tekanan pada otak. Jika Moms memerhatikan kondisi ini terjadi pada anak, konsultasikan Si Kecil ke dokter.

7. Sakit Kepala Sering, atau Mengganggu Kehidupan Sehari-hari

Jika sakit kepala pada anak terjadi dua kali atau lebih dalam seminggu, atau mereka mempersulit anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah, bermain, atau menjalani kehidupan normal, hubungi dokter.

Ini tidak selalu berarti bahwa sesuatu yang serius sedang terjadi, tetapi patut dikonsultasikan untuk memastikan, dan untuk menemukan cara dalam mengelola dan mencegah sakit kepala.

Jika Moms menemukan ciri-ciri di atas pada anak, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Sebab, sakit kepala pada anak, terutama yang berulang, bisa menyebabkan masalah belajar, perilaku, dan/atau depresi pada anak.

Artikel Terkait