SELEBRITI
15 Juni 2019

Fitrop Hamil setelah Lakukan Terapi PCOS, Ini Tahapan Terapi yang Harus Dijalani oleh Penderita PCOS yang Berencana Hamil

Fitrop merasa diberikan hadiah manis untuk dirinya dan sang suami
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Andra Nur

Kabar bahagia datang dari Fitri Tropica. Perempuan yang akrab disapa Fitrop itu dinyatakan hamil setelah lima tahun menikah. Fitrop pun menyambut bahagia kabar tersebut.

Tapi, tahukah Moms, perjuangan Fitrop untuk hamil tidaklah mudah. Menurut Fitrop, siklus menstruasinya yang berantakan sempat menjadi kendala kehamilan. Namun, dokter menyatakan siklus tersebut masih dalam tahapan normal.

Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih mendalam Desember tahun lalu, Fitrop baru mengetahui bahwa dirinya menderita PCOS (polycystic ovary syndrome). Ternyata, PCOS inilah yang membuat siklus menstruasi Fitrop berantakan dan berdampak pada program hamilnya.

Menurut hasil pemeriksaan laboratorium dan yang lainnya, Fitrop diketahui menderita PCOS genetik yang diturunkan dari ibunya. "Mamah pun dulu begitu," jelas Fitrop di akun Instagramnya.

Semenjak itu, Fitrop yang sudah lama merindukan momongan pun bertekad untuk melakukan terapi PCOS agar bisa segera hamil. Langkah pertama yang dilakukannya adalah dengan merapikan siklus menstruasinya. Tiga bulan menjalani terapi, Fitrop dinyatakan hamil.

PCOS sendiri merupakan suatu kondisi yang memengaruhi kadar hormon perempuan. Mengutip Healthline, perempuan dengan PCOS menghasilkan hormon pria dalam jumlah lebih tinggi dari normal.

Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan perempuan dapat melewatkan periode menstruasi dan membuatnya lebih sulit bagi mereka untuk hamil. Sekitar 70-80 persen perempuan dengan PCOS memiliki masalah kesuburan.

Secara umum, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan PCOS. Yuk kita simak ulasannya di bawah ini Moms!

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Cara mengatasi PCOS, Masalah Hormon yang Membuat Sulit Hamil

1. Mengubah Gaya Hidup

download.jpg

Foto: Madeinapinch.com

Dikutip dari Webmd.com, Salah satu cara terbaik untuk menangani PCOS adalah makan dengan baik dan berolahraga secara teratur. Jam tidur pun harus betul-betul diatur agar tubuh bugar.

Banyak perempuan dengan PCOS kelebihan berat badan atau obesitas. Kehilangan hanya 5-10 persen dari berat badan dapat meringankan beberapa gejala dan membantu membuat menstruasi lebih teratur. Ini juga dapat membantu mengelola masalah dengan kadar gula darah dan ovulasi.

Karena PCOS dapat menyebabkan gula darah tinggi, dokter mungkin meminta Moms membatasi makanan bertepung atau bergula.

"Sebaliknya, makan makanan yang memiliki banyak serat untuk meningkatkan kadar gula darah secara perlahan," jelas dr Tracy C Johnson, dokter kandungan yang berpraktik di Georgia, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Webmd.com.

2. Terapi Hormon untuk PCOS

pil kb.jpg

Foto: vox.com

Perawatan PCOS berfokus pada penanganan seperti infertilitas, hirsutisme, jerawat, atau obesitas. Selain terapi, pengobatan ini mungkin melibatkan perubahan gaya hidup atau pengobatan.

Mengutip dari Mayo Clinic, untuk mengatur siklus menstruasi, dokter mungkin merekomendasikan beberapa langkah. Mulai dari mengonsumsi pil KB kombinasi, pengobatan metformin, pengobatan progestin, pengobatan clomid, hingga pengobatan letrozole.

Pil KB yang mengandung estrogen dan progestin menurunkan produksi androgen dan mengatur estrogen. Mengatur hormon dapat menurunkan risiko kanker endometrium dan memperbaiki perdarahan abnormal, pertumbuhan rambut berlebih, dan jerawat.

Baca Juga: Berniat Menjalani Program Hamil? Ikuti Dulu Panduan 30 Hari Pra Kehamilan Ini

Metformin merupakan obat diabetes yang digunakan untuk mengobati resistensi insulin. Kadang-kadang diresepkan untuk wanita dengan PCOS, bahkan jika mereka sebenarnya tidak resisten terhadap insulin.

Metformin juga memiliki beberapa manfaat seperti membantu menurunkan berat badan, mengembalikan siklus menstruasi teratur, dan mengurangi tingkat keguguran.

Mengonsumsi progestin selama 10-14 hari setiap 1-2 bulan dapat mengatur menstruasi dan melindungi wanita dari kanker endometrium. Terapi progestin tidak meningkatkan kadar androgen dan juga tidak mencegah kehamilan.

Clomid adalah obat kesuburan yang paling umum digunakan secara keseluruhan, dan juga pengobatan yang paling umum digunakan untuk wanita dengan PCOS. Banyak wanita dengan PCOS akan hamil dengan pengobatan Clomid.

Letrozole bukan obat kesuburan tetapi sering digunakan sebagai obat pada perempuan dengan PCOS. Nyatanya, letrozole sebenarnya merupakan obat kanker. Penelitian telah menemukan bahwa letrozole mungkin lebih efektif daripada Clomid untuk merangsang ovulasi pada perempuan dengan PCOS.

3. Menurunkan Berat Badan

Weight-Loss.jpg

Foto: Oregonsportsnews.com

Dikutip dari Webmd.com, ketika diet sehat dan olahraga teratur tidak cukup, obat-obatan dapat menurunkan berat badan lebih mudah. Obat yang berbeda bekerja dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh, orlistat (Alli, Xenical) menghentikan tubuh dari mencerna beberapa lemak dalam makanan, sehingga juga dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Lorcaserin (Belviq) membuat Moms tidak merasa lapar. Dokter akan meresepkan obat yang menurut mereka paling ampuh untuk Moms. Penurunan berat badan bisa membantu Moms mengatur siklus menstruasi dan hormon sekaligus mengurangi kemungkinan Moms menderita diabetes.

Baca Juga: Selain IVF, Ini Cara Hamil Buat Penderita PCOS

Itulah langkah-langkah terapi yang bisa dilakukan oleh penderita PCOS yang sedang melakukan program hamil. Jika Moms didiagnosis PCOS, jangan patah semangat dulu untuk program hamil ya!

Artikel Terkait