KEHAMILAN
17 Januari 2020

Flek saat Hamil: Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasi

Dapat terjadi pada trimester kehamilan awal dan akhir
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Flek yang muncul di masa kehamilan mungkin dapat membuat Moms merasa sedikit khawatir akan adanya bahaya tertentu, terutama bila ini merupakan kehamilan pertama.

Tetapi, jangan langsung panik dulu ya, Moms. Karena, flek saat hamil bukan berarti terjadi kondisi yang serius pada tubuh Moms atau Si Kecil di dalam kandungan.

Yuk, ketahui lebih lanjut tentang flek di masa kehamilan, mulai dari penyebab, cara mengatasinya, dan seperti apa perdarahan yang berbahaya.

Pengertian Flek saat Hamil

flek saat hamil-pengertian

Foto: Orami Stock Photos

Mengutip American Pregnancy Association, flek atau bercak ketika hamil adalah masalah umum yang dihadapi banyak wanita hamil. Sekitar 20 persen wanita melaporkan, mereka mengalami flek selama 12 minggu pertama kehamilannya.

Perdarahan yang terjadi pada awal kehamilan biasanya lebih ringan ketimbang ketika menstruasi. Selain itu, warna flek saat hamil seringkali bervariasi, mulai dari warna merah muda, lalu merah, dan kecokelatan.

Jika perdarahan ringan tercampur dengan lendir, dan dialami menjelang akhir kehamilan, ini bisa jadi merupakan tanda akan bersiap-siap melakukan persalinan.

Baca Juga: Flek saat Hamil, berbahayakah?

Perbedaan Perdarahan Vagina dengan Flek saat Hamil

flek saat hamil-perbedaan

Foto: Orami Stock Photos

Ada perbedaan antara flek dengan terjadinya perdarahan berat pada vagina di masa kehamilan. Menurut March of Dimes, perdarahan atau flek dapat terjadi kapan saja, dari saat hamil hingga sebelum melahirkan.

Flek saat hamil merupakan perdarahan ringan yang terjadi ketika ada beberapa tetes darah di pakaian dalam. Bercak ini sangat ringan sehingga darah tidak akan menutupi panty liner.

Perdarahan ringan, atau flek selama kehamilan adalah hal yang umum terjadi, terutama selama trimester pertama. Biasanya, ini bukan alasan untuk khawatir.

Namun, perdarahan pada vagina terjadi ketika aliran darah keluar lebih banyak dari hanya sekadar bercak. Sehingga, Moms akan membutuhkan panty liner atau pembalut agar darah tidak membasahi pakaian dalam dan pakaian.

Penyebab Munculnya Flek saat Hamil

flek saat hamil-penyebab

Foto: Orami Stock Photos

Munculnya perdarahan bisa terjadi pada trimester pertama atau trimester terakhir. Jika Moms memiliki flek atau perdarahan di awal kehamilan, ini merupakan keadaan yang normal.

1. Perdarahan atau Flek Saat Hamil Trimester Pertama

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, perdarahan pada trimester pertama terjadi pada sekitar 15-25 persen wanita hamil. Bercak atau flek dapat terjadi 1-2 minggu setelah pembuahan, ketika sel telur yang dibuahi ditanamkan pada lapisan rahim.

Serviks mungkin lebih mudah berdarah selama kehamilan karena lebih banyak pembuluh darah berkembang. Tidak jarang terbentuk bercak atau perdarahan ringan setelah hubungan seksual, setelah tes Pap, atau pemeriksaan panggul.

Perdarahan saat hamil pada trimester pertama mungkin tidak menjadi masalah. Ini bisa disebabkan oleh:

  • Berhubungan seks
  • Tanda infeksi
  • Implantasi. Ketika sel telur yang dibuahi (embrio) menempel pada lapisan rahim (rahim) dan mulai tumbuh.
  • Perubahan hormon.
  • Perubahan serviks, ketika leher rahim terbuka ke rahim yang berada di atas vagina.

Kadang-kadang perdarahan atau flek pada kehamilan trimester pertama merupakan tanda masalah serius, seperti:

  • Keguguran. Hampir semua wanita yang keguguran mengalami perdarahan sebelum keguguran.
  • Kehamilan ektopik. Terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berada di luar rahim dan mulai tumbuh. Kehamilan ektopik bisa menyebabkan masalah serius dan berbahaya bagi wanita hamil.
  • Kehamilan molar. Ini merupakan kondisi yang jarang terjadi, ketika massa jaringan terbentuk di dalam rahim.

2. Perdarahan atau Flek Saat Hamil Trimester Akhir

Masalah umum yang dapat menyebabkan perdarahan ringan di akhir kehamilan termasuk terjadinya peradangan atau pertumbuhan pada serviks. Sementara, perdarahan berat adalah tanda yang lebih serius.

Perdarahan yang banyak mungkin disebabkan oleh adanya masalah dengan plasenta. Perdarahan dalam jumlah berapa pun juga bisa menandakan persalinan prematur.

Perdarahan atau munculnya flek pada kehamilan trimester akhir dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  • Melakukan persalinan
  • Berhubungan seks
  • Pemeriksaan internal
  • Masalah dengan serviks, seperti infeksi.

Perdarahan atau flek pada kehamilan trimester akhir mungkin merupakan tanda masalah serius, seperti:

  • Persalinan prematur. Karena proses persalinan terlalu dini, sebelum 37 minggu kehamilan.
  • Placenta previa. Ketika plasenta terletak sangat rendah di dalam rahim dan menutupi seluruh atau sebagian serviks.
  • Solusio plasenta. Saat plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum lahir.
  • Pecahnya uterus. Inilah saat rahim robek saat persalinan. Kondisi ini bisa terjadi jika memiliki bekas luka di rahim dari kelahiran sesar sebelumnya atau jenis operasi lain pada rahim.

Baca Juga: 3 Penyebab Flek saat Hamil, Simak di Sini!

Cara Mengatasi Flek saat Hamil

flek saat hamil-cara mengatasi

Foto: Orami Stock Photos

Ketika terjadi perdarahan ketika hamil, American Pregnancy Association menyebutkan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Jika terlalu mengkhawatirkan, Moms bisa langsung berkonsultasi ke dokter.

Untuk membantu mengelola flek selama kehamilan dan memiliki kehamilan yang sehat, Moma bisa melakukan hal-hal yang mudah berikut ini:

  • Istirahat di tempat tidur atau lebih banyak tidur siang
  • Lebih banyak waktu luang
  • Jaga tubuh tetap terhidrasi
  • Batasi aktivitas fisik
  • Hindari mengangkat barang lebih dari 4,5 kilogram

Mayoritas wanita yang mengalami flek selama kehamilan tetap memiliki kehamilan yang sehat. Jika Moms tetap merasa khawatir, tidak ada salahnya mendiskusikan dengan dokter.

Sementara, jika terjadi perdarahan, jurnal dari American Academy of Family Physicians mengatakan, bahwa jika terjadi perdarahan, penanganannya tergantung pada penyebab perdarahan.

Tidak diperlukan perawatan untuk keguguran yang mengancam. Sementara, kehamilan ektopik perlu ditangani dengan obat atau operasi. Setelah keguguran, sisa jaringan dapat keluar dengan sendirinya.

Baca Juga: Flek Hitam Muncul Saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Waktu Tepat Konsultasi ke Dokter Ketika Memiliki Flek saat Hamil

flek saat hamil-konsultasi dokter

Foto: Orami Stock Photos

Penting untuk melaporkan terjadinya perdarahan vagina selama kehamilan ke dokter atau penyedia layanan kesehatan lainnya. Mayo Clinic menjelaskan kapan waktu terbaik untuk ke dokter jika Moms memiliki flek saat hamil.

1. Trimester Pertama (Minggu 1-12)

Beri tahu penyedia layanan kesehatan pada kunjungan pranatal berikutnya jika memiliki bercak atau perdarahan ringan pada vagina yang hilang dalam sehari.

Hubungi penyedia layanan kesehatan dalam waktu 24 jam, jika Moms mengalami perdarahan vagina yang berlangsung lebih dari satu hari

Hubungi penyedia layanan kesehatan segera jika mengalami perdarahan vagina di tingkat sedang hingga berat, adanya jaringan keluar dari vagina, atau mengalami perdarahan vagina disertai sakit perut, kram, demam atau menggigil.

2. Trimester Kedua (Minggu 13-24)

Hubungi penyedia layanan kesehatan di hari yang sama jika mengalami flek kehamilan yang hilang dalam beberapa jam.

Hubungi penyedia layanan kesehatan segera jika mengalami perdarahan vagina yang berlangsung lebih dari beberapa jam, atau disertai sakit perut, kram, demam, menggigil atau kontraksi.

3. Trimester Ketiga (Minggu 24-40)

Hubungi penyedia layanan kesehatan segera jika mengalami perdarahan vagina, atau terjadi perdarahan vagina dalam jumlah berapa pun disertai sakit perut.

Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, ingat bahwa keputihan yang berwarna merah muda atau adanya darah mungkin merupakan tanda persalinan.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang flek saat hamil. Jadi, jangan khawatir berlebihan dulu ya. Segera cari tahu informasi mengenai hal tersebut.

Artikel Terkait