BAYI
21 Mei 2020

Frekuensi BAB Bayi Sesuai Usia 0-12 bulan, Wajib Tahu!

Simak ya Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Memantau frekuensi bab bayi menjadi hal yang tidak kalah penting selain memantau tumbuh-kembang mereka. Pasalnya, feses bayi baru lahir dapat memberi tahu bagaimana kondisi kesehatan bayi dan apakah mereka sudah mendapatkan cukup asupan ASI atau susu formula.

BAB bayi juga dapat memberi tahu Moms bahwa Si Kecil tidak mengalami konstipasi ataupun dehidrasi.

Frekuensi BAB Bayi 0-12 Bulan

Tetapi, seberapa sering bayi seharusnya buang air besar dalam sehari? Berikut merupakan daftar frekuensi BAB bayi sesuai usianya:

1. Bayi Usia 1 hingga 3 Hari

Frekuensi BAB Bayi Sesuai Usia 1.jpg

Foto: babycenter.com

Dikutip dari Derbyshire Health Visiting Service, kotoran bayi akan berubah dari hari ke hari. Bayi yang baru lahir akan mengeluarkan kotoran lengket selama beberapa hari yang disebut meconium. Warnanya hitam, seperti tar dan mengandung empedu dan zat lain yang ditelan bayi saat masih dalam kandungan.

Selanjutnya akan berubah menjadi hijau-kekuningan pada hari keempat. Selama 24 jam pertama, bayi setidaknya harus BAB satu kali karena kolostrum tinggi gula dari ASI yang dikonsumsinya bertindak sebagai pencahar untuk mendorong meconium keluar.

Pada hari ke-3 kotoran ini menjadi tinja yang lebih ringan, cair, dan lebih mudah dibersihkan.

Baca Juga: Ini 5 Cara yang Harus Moms Lakukan Saat Anak Susah Buang Air Besar

2. Selama 12 Minggu Pertama Kehidupan

Frekuensi BAB Bayi Sesuai Usia 2.jpg

Foto: kidspot.co.nz

Todays Parent menyebutkan bahwa frekuensi BAB bayi ASI selama 12 minggu pertama kehidupan berkisar antara satu hingga delapan kali dalam sehari, dengan rata-rata empat kali bab setiap harinya.

Bergantung pada sistem pencernaan mereka, beberapa bayi ASI sering kali tidak BAB selama 7 hingga 10 hari. Di mana ini masih dianggap normal selama tidak disertai dengan gejala ketidaknyamanan.

Sementara bayi yang diberi susu formula rata-rata buang air besar 2 kali sehari, tetapi bisa juga lebih sering.

Baca Juga: Normalkah Bayi yang Baru Lahir Buang Air Besar Terus Menerus?

3. Usia 4 Bulan, Sebelum Mengonsumsi Makanan Padat

Frekuensi BAB Bayi Sesuai Usia 3.jpg

Foto: bundoo.com

Terlepas dari apakah bayi mengonsumsi ASI, susu formula, atau keduanya, frekuensi BAB bayi akan menjadi lebih jarang seiring dengan bertambahnya usia.

“Pada usia 4 bulan, kebanyakan bayi rata-rata buang air besar sekitar dua kali sehari,” kata Bryan Vartabedian, M.D., ahli gastroenterologi anak di Houston, seperti dikutip dari Parents.

“Tetapi frekuensinya tidak sepenting konsistensi dan usaha yang diperlukan bayi untuk mengaluarkan kotorannya,” katanya. “Tidak apa-apa jika bayi hanya BAB tiga hari sekali, selama fesesnya tetap lunak, berat badannya bertambah, dan ia tidak sakit perut atau kembung.”

Baca Juga: Perbandingan Buang Air Besar: Bayi Minum ASI Eksklusif VS Susu Formula

4. Setelah Mengonsumsi Makanan Padat Pendamping ASI

Frekuensi BAB Bayi Sesuai Usia 4.jpg

Foto: rollercoaster.ie

Setelah bayi makan makanan pendamping ASI, yakni mulai usia sekitar 4 hingga 6 bulan, Moms mungkin akan mulai menghadapi perbedaan pada frekuensi BAB dan konsistensi feses bayi.

Frekuensi dan volume BAB bayi akan sangat bervariasi pada tahap ini. Mengutip Parenting.nytimes.com, Jon Vanderhoof, M.D., ahli gastroenterologi pediatrik di Boston Children’s Hospital dan dosen senior bidang pediatri di Harvard Medical School, mengatakan bahwa bayi mungkin lebih jarang buang air kecil tetapi bab-nya menjadi lebih teratur dari hari ke hari pada usia ini.

Tetapi segera hubungi dokter jika bayi sering mengalami diare, sembelit, atau belum juga buang air besar lebih dari seminggu. Karena bisa jadi Si Kecil mengalami masalah pencernaan.

Baca Juga: Simak 5 Cara Mengatasi Balita yang Suka Menahan Buang Air Besar dengan Langkah Jitu Ini

Konsistensi dan frekuensi BAB bayi memang penting untuk dipantau selama masa tahun pertama kehidupannya. Moms mungkin melihat adanya beberapa perubahan dan ini biasanya normal serta menjadi tanda dari tumbuh-kembang bayi yang sehat.

Dokter anak umumnya juga menanyakan BAB dan bak bayi dalam setiap pemeriksaan. Jadi, konsultasikan langsung dengan dokter jika ada yang Moms ingin ketahui atau khawatirkan tentang BAB Si Kecil.

Bila Moms masih memerlukan informasi tambahan seputar kesehatan bayi, Moms bisa bergabung dengan komunitas dan mengikuti Kuliah WhatsApp (KulWAP) dengan expert di WhatsApp Group Orami Moms Community.

Selain mengikuti KulWAP, di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter kandungan, dokter anak, konselor laktasi, konselor pernikahan, dan lain sebagainya.

orami wag

Moms juga bisa saling bertukar cerita dengan ibu-ibu lainnya, lho! Jadi Moms akan mendapatkan banyak teman, sekaligus informasi baru.

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atau klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

Artikel Terkait