KESEHATAN
23 Februari 2019

Waspada Frozen Shoulder, Penyakit yang Menyerang Perempuan di Usia 40-an

Bagi sebagian orang, rasa sakitnya memburuk di malam hari, terkadang mengganggu tidur
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur
Disunting oleh Andra Nur

Memasuki usia 40 tahun, Moms harus lebih perhatian dengan kesehatan.

Dikutip dari Mayoclinic.com, perempuan berusia 40 tahun atau lebih punya risiko untuk mengalami frozen shoulder.

Frozen shoulder yang juga dikenal sebagai adhesive capsulitis merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kekakuan dan nyeri pada sendi bahu.

Tanda dan gejala biasanya mulai secara bertahap dan biasanya berlangsung selama 1-3 tahun. Mari kenali gejala dan cara mendeteksi frozen shoulder!

Gejala Frozen Shoulder

gettyimages 548301547 57859dc35f9b5831b55ae600

Frozen shoulder biasanya terjadi secara perlahan dengan melewati tiga tahapan. Setiap tahapan bisa terjadi selama beberapa bulan.

1. Pada tahap pertama, penderita akan mengalami tahapan pembekuan. Setiap gerakan bahu akan menyebabkan rasa sakit. Pada tahap ini, rentang gerakan bahu Moms mulai menjadi terbatas.

2. Tahapan kedua adalah tahapan beku. Nyeri mungkin mulai berkurang selama tahap ini. Namun, bahu Moms menjadi lebih kaku dan Lebih sulit digerakkan.

3. Tahapan terakhir adalah tahap pencairan. Pada tahapan ini, rentang gerakan di bahu mulai membaik. Bagi sebagian orang, rasa sakitnya memburuk di malam hari, terkadang mengganggu tidur.

dr. Jefri Sukmawan, Sp.OT, spesialis ortopedi dan bahu di Rumah Sakit Premier Bintaro menuturkan bahwa semua orang memiliki masalah nyeri bahu, terutama di usia aktif, yakni 30-50 tahun. Sedangkan di usia 60 tahun, kita akan mengalami kelemahan urat bahu.

“Nyeri terjadi akibat radang dan inflamasi pada jaringan di bahu. Bisa juga terjadi frozen shoulder, yaitu ketika bahu terasa kaku tapi dipaksa digerakkan,” lanjutnya.

Baca Juga: Cara Menggendong Anak yang Benar Agar Tak Nyeri Bahu

Penyebab Frozen Shoulder

shutterstock 174199769 5616x3744

Tulang, ligamen, dan tendon yang membentuk sendi bahu terbungkus dalam kapsul jaringan ikat.

Frozen shoulder terjadi ketika kapsul ini menebal dan mengencang di sekitar sendi bahu sehingga membatasi pergerakannya.

Dokter tidak yakin mengapa hal ini bisa terjadi. Kendati begitu, dokter menilai bahwa penyakit ini lebih mungkin terjadi pada orang yang menderita diabetes atau mereka yang baru-baru ini menjalani operasi di area bahu atau lengan atau patah tulang lengan.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami frozen shoulder, seperti orang-orang berusia 40 tahun atau lebih, perempuan, punya riwayat cedera bahu, penderita diabetes, penyakit jantung, TB, atau penyakit Parkinson.

Baca Juga: Nyeri Punggung Saat Hamil, Bagaimana Cara Alami Mengatasinya?

Tes untuk Mendiagnosis Frozen Shoulder

joint pain what are your options for relief

Tidak ada tes khusus seperti MRI atau rontgen untuk mendiagnosis frozen shoulder.

Tapi diagnosis bisa dilakukan dengan mengobservasi gerakan di area pundak.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mendiagnosis frozen shoulder.

1. Berdirilah di depan cermin, atau minta teman atau anggota keluarga mengamati ketika Moms menggerakkan lengan dan bahu.

Perhatikan kuantitas gerakan bahu serta kualitas gerakannya.

2. Perlahan angkat kedua lengan ke atas di depan dan di atas kepala.

Jika Moms menderita frozen shoulder, lengan yang sakit hanya akan naik ke titik yang sejajar dengan lantai, pundak Moms juga akan naik secara tidak wajar, dan area pundak yang terasa nyeri bisa bergerak ke arah telinga.

Saat mengangkat lengan, Moms mungkin juga merasakan sakit di bahu. Ketika itu terjadi, turunkan lengan secara perlahan.

3. Secara perlahan, angkat lengan ke samping. Amati jumlah gerakan yang terjadi.

Jika pundak hanya naik ke titik yang sejajar dengan lantai, dan jika terasa sakit, maka Moms mungkin menderita frozen shoulder.

Bahu yang terasa nyeri juga dapat bergerak ke atas ke arah telinga seperti pada tes gerakan sebelumnya.

4. Terakhir, berdirilah dengan kedua tangan di samping dan tekuk siku hingga 90 derajat. Sambil menjaga siku terselip ke samping, putar lengan ke luar.

Arah gerakan ini disebut rotasi eksternal. Bila Moms menderita frozen shoulder, sisi yang sakit tidak akan berputar sejauh lengan yang tidak sakit.

Menurut National Health Service Inggris, frozen shoulder biasanya butuh waktu sekitar 2 tahun untuk membaik, bahkan di beberapa kasus bisa mencapai 5 tahun. Tapi biasanya rasa nyeri dan kaku akan berkurang perlahan-lahan.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai frozen shoulder. Nah, Moms yang sudah masuk usia 40-an harus lebih waspada ya!

(AND)

Artikel Terkait