3-5 TAHUN
13 November 2019

Gadget Jadi Penyebab Mata Silinder pada Anak, Hati-hati!

Apakah benar penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan mata menjadi silinder?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Mata silinder, atau yang disebut astigmatisma adalah kondisi mata ditandai dengan kelengkungan kornea yang tidak teratur.

Kalau pada keadaan normal, cahaya masuk ke mata dan membias secara merata, serta menciptakan pandangan yang jelas terhadap objek.

Namun, mata silinder lebih berbentuk bola. Saat ada cahaya masuk ke mata, maka ia dibiaskan lebih dalam satu arah daripada yang lain, sehingga objek pada jarak berapa pun bisa terlihat buram atau bergelombang.

Baca Juga: Masih Balita Sudah Menderita Rabun Jauh dan Mata Silinder, Ternyata Ini Penyebabnya!

Gejala Mata Silinder pada Anak

mata silinder pada anak

Siapa pun bisa mengalami mata silinder, termasuk anak-anak. Untuk itu, dilansir dari The Eyecare Trust, sebaiknya Moms memerhatikan gejala-gejala mata silinder pada anak, seperti

  • Sering mengalami sakit kepala
  • Mata kelelahan
  • Pandangan kabur di semua jarak
  • Sering menyipitkan mata saat melihat sesuatu

Sebaiknya, segera periksakan kesehatan mata ketika mengalami gejala tersebut. Nyatanya, kondisi mata silinder bisa dialami seseorang sejak lahir dan kondisi ini bisa menurun dari orang tuanya atau riwayat keluarga dengan keadaan yang serupa.

Penyebab Mata Silinder pada Anak

mata silinder pada anak

Mata silinder juga dapat terjadi akibat adanya cedera mata atau pernah melakukan operasi mata.

Biasanya juga, kondisi mata silinder muncul bersamaan dengan rabun jauh atau rabun dekat. Lalu, apakah ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang memicu mata silinder pada anak?

Dokter mata dari Selangor, Malaysia, dr. Narendran Muthukrishnan mengungkapkan faktor yang berkontribusi pada meningkatnya anak-anak yang memakai kacamata, termasuk salah satunya karena mata silinder, adalah karena penggunaan gadget yang berlebihan.

“Paparan yang terlalu lama terhadap gadget dapat menyebabkan kesalahan bias seperti rabun dekat, rabun jauh atau mata silinder pada anak-anak,” ujar dr. Narendran.

Menurutnya juga, penggunaan gadget harus dibatasi oleh orang tua setiap harinya. Sebaiknya pula, anak-anak dibawa untuk pemeriksaan mata rutin untuk mencegah mata silinder.

Baca Juga: Mata Gempi Minus dan Silinder, Ini 6 Penyebab Mata Minus pada Anak

“Orang tua sebaiknya tidak membiarkan anak untuk terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Anak seharusnya tidak menggunakan gadget apapun setidaknya tiga jam sebelum tidur,” lanjut dokter Narendran, menjelaskan.

Menerapkan aturan tentang penggunaan gadget ini sangat disarankan, lho, Moms. Nyatanya, banyak dampak negatif yang terjadi akibat penggunaan gadget berlebihan.

Untuk itu, sebaiknya mencegah daripada nantinya harus mengalami berbagai gangguan kesehatan.

Dampak Buruk Penggunaan Gadget Berlebihan

mata silinder pada anak

Tidak dapat dipungkiri bahwa anak-anak zaman sekarang identik dengan penggunaan gadget. Namun, sebaiknya Moms memerhatikan dampak buruk yang terjadi apabila menggunakan gadget berlebihan. Dampak yang dapat terjadi di antaranya, yaitu:

  1. Risiko obesitas terlalu tinggi. Penggunaan gadget berlebihan bisa menyebabkan kurang tidur sehingga mengakibatkan obesitas. Kurang tidur sebabkan hormon tidur melatonin dan hormon yang memengaruhi selera makan menjadi berubah sehingga memungkinkan untuk mengonsumsi makanan dengan kalori lebih tinggi.
  2. Mengalami risiko kecemasan dan depresi yang lebih tinggi. Lebih baik memaksimalkan percakapan yang sehat dengan interaksi dengan orang lain. Bahkan, anak-anak yang sering beraktivitas di luar ruangan berisiko rendah untuk mengalami kesalahan bias mata seperti rabun jauh atau rabun dekat.
  3. Berisiko sebabkan gangguan kesehatan fisik seperti otot leher yang tegang, mata kelelahan, hingga penyakit cubital tunnel syndrome.
  4. Radiasi yang dipancarkan dari gadget dapat mengganggu produksi hormon tidur melatonin dan menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia.
  5. Menggunakan gadget berlebihan juga meningkatkan risiko terkena gangguan pendengaran. Untuk itu, sebaiknya pasangan volume musik yang wajar saat menggunakan gadget.

Baca Juga: Mata Gempi Minus dan Silinder, Bolehkah Anak Pakai Lensa Kontak?

Nah, Moms, sekarang sudah tahu kan bahwa salah satu penyebab mata silinder pada anak adalah main gadget berlebihan. Oleh sebab itu, batasi penggunaan gadget pada buah hati ya!

American Academy of Ophthalmology juga mengingatkan kalau mata silinder pada anak yang tidak diatasi dapat menghambat prestasi anak di sekolah dan olahraga.

Penting sekali bagi anak untuk memeriksakan mata ke dokter secara rutin. Bila silinder atau masalah mata lainnya bisa dideteksi secara dini, penanganan pun bisa langsung dilakukan.

(DG)

Artikel Terkait