BAYI
11 Oktober 2019

Gampang Lemas Bisa Jadi Gejala Talasemia pada Bayi

Gampang Lemas Bisa Jadi Gejala Thalasemia Pada Bayi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Melihat bayi tampak letih, gampang lemas, dan pucat, terkadang Moms mungkin menganggapnya sebagai hal yang wajar. Padahal Moms tahu bahwa Si Kecil bahkan tidak banyak melakukan aktivitas fisik.

Sudahkah Moms memeriksa kondisi kesehatan Si Kecil? Karena bisa jadi yang ditunjukkan Si Kecil adalah gejala gangguan kesehatan serius, salah satunya adalah talasemia pada bayi.

Baca Juga: Hamil Ketika Menderita Talasemia, Berbahayakah?

Apa Itu Talasemia?

Gampang Lemas Bisa Jadi Gejala Thalasemia Pada Bayi 1.jpg

Foto: tribune.com.pk

Talasemia adalah sekelompok kelainan darah genetik yang memiliki satu kesamaan, yaitu produksi hemoglobin yang cacat, protein yang memungkinkan sel darah merah untuk membawa dan menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Ada banyak mekanisme berbeda pada kerusakan sintesis hemoglobin dan karenanya ada banyak jenis talasemia.

Jenis-jenis Talasemia

Gampang Lemas Bisa Jadi Gejala Thalasemia Pada Bayi 2.jpg

Foto: belmarrahealth.com

Dalam laman The Royal Children’s Hospital Melbourne disebutkan bahwa talasemia dibagi menjadi beberapa jenis. Untuk memahami berbagai jenis talasemia tersebut Moms perlu terlebih dahulu mengetahui mengenai hemoglobin.

Hemoglobin terdiri dari dua rantai protein yaitu ranta alfa dan rantai beta. Sehingga ada dua jenis utama talasemia, tergantung apakah yang terpengaruh rantai alfa hemoglobin ataukah beta hemoglobin.

Istilah talasemia minor, talasemia intermedia dan talasemia mayor menggambarkan keparahan gejala-gejalanya. Di mana thalasemia mayor adalah yang paling parah.

Baca Juga: Mengenali Gejala dan Penyebab Talasemia pada Balita

Gejala Talasemia

Gampang Lemas Bisa Jadi Gejala Thalasemia Pada Bayi 3.jpg

Foto: aboutkidshealth.ca

BabyCentre Inggris menyebutkan bahwa gejala talasemia alfa dan beta sangat bervariasi, mulai dari tidak ada, ringan, hingga berat, tergantung pada berapa banyak dan gen mana yang bermutasi.

Termasuk bagian dari rantai hemoglobin mana yang terpengaruh. Jika bayi lahir dengan talasemia alfa atau beta, ia biasanya tidak akan menunjukkan gejala.

Bayi dengan talasemia beta intermedia mungkin memiliki tanda dan gejala pada usia dini atau hanya dapat terpengaruh di kemudian hari, seperti menderita anemia ringan hingga sedang.

Talasemia pada bayi dengan jenis beta mayor mungkin menunjukkan gejala anemia sebelum berusia 2 tahun, tetapi tampak sehat saat baru lahir.

Bayi akan mulai terlihat pucat dan energinya rendah, sering terlihat sangat lelah. Bahkan ia mungkin juga memiliki gejala seperti:

  • Masalah dengan makan
  • Diare
  • Mudah tersinggung
  • Kelelahan dan mudah lemas
  • Demam berulang
  • Perutnya bengkak, karena beberapa jenis talasemia dapat membuat limpa membesar

“Dengan talasemia parah, bayi tidak tumbuh dengan baik dan mungkin memiliki penyakit kuning (jaundice) dan gagal berkembang,” kata Antonis Kattamis, MD, kepala devisi hematologi/onkologi anak di National and Kapodistrian University of Athens dan Aghia Sophia Children’s Hospital di Athena, seperti dikutip dari ASH Clinical News.

Jika bayi menderita talasemia alpha HbH (tiga gen rantai alfa yang bermutasi), ia mungkin mulai mengalami gejala pada tahun pertamanya. Jika tidak diobati talasemia HbH dapat memengaruhi organ dan tulang bayi.

Cara Diagnosis Talasemia pada Bayi?

Gampang Lemas Bisa Jadi Gejala Thalasemia Pada Bayi 4.jpg

Foto: medclique.org

Dikutip dari MedicineNet, bayi dengan talasemia memiliki ukuran sel darah merah yang lebih kecil daripada bayi yang tidak terpengaruh. Selain itu, jumlah sel darah merahnya juga sangat rendah (anemia).

Talasemia mayor dan minor sekarang dapat didiagnosis tidak hanya dengan uji klinis dan darah konvensional, tetapi juga dengan tes molekuler dan genetik.

Tes-tes ini memungkinkan diagnosis yang akuran dilakukan kapan saja, bahkan sebelum kelahiran.

Baca Juga: Ini Dia Macam-Macam Kelainan Darah yang Umum Terjadi

Apakah Talasemia pada Bayi Bisa Diobati?

Gampang Lemas Bisa Jadi Gejala Thalasemia Pada Bayi 5.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Talasemia beta mayor seharusnya tidak memerlukan perawatan karena tidak akan membuat bayi sakit.

Sementara pengobatan talasemia beta intermedia lebih rumit, karena tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Bayi mungkin hanya menderita anemia ringan dan tidak memerlukan perawatan.

Namun, terkadang bayi dengan talasemia beta intermedia membutuhkan transfusi darah sesekali atau secara teratur, tergantung pada tingkat keparahan gejalanya.

Jika bayi lahir dengan talasemia beta mayor atau talasemia alpha HbH parah, transfusi darah secara teratur akan membantunya tumbuh.

Selain itu, ia mungkin perlu mengonsumsi suplemen asam folat untuk membantunya membangun sel darah merah yang sehat.

Intinya, perawatan talasemia pada bayi harus dimulai segera setelah menunjukkan gejala. Perawatan akan semakin membantu bayi dengan talasemia beta dan alpha parah untuk bertahan hidup dan memiliki kualitas hidup yang baik.

(RGW)

Artikel Terkait