BALITA DAN ANAK
11 Desember 2019

5 Gangguan Tidur yang Bikin Anak Susah Terlelap di Malam Hari

Tak hanya insomnia, ini dia beberapa gangguan tidur yang dapat mengganggu Si Kecil saat beristirahat.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Moms dan Dads, pernahkah mendapati Si Kecil susah bangun di pagi hari, tidur lagi ketika sudah dibangunkan, beralasan karena merasa lelah, hingga ia terlihat menguap sepanjang hari. Bukan karena malas, tetapi ini adalah ciri Si Kecil terkena gangguan tidur atau sleep apnea.

"Sebelumnya, di saat gangguan tidur ditemukan, banyak yang menganggap kalau orang yang selalu mengantuk adalah orang yang malas," kata Ronald Chervin, MD, mantan presiden American Academy of Sleep Medicine dan direktur dari The Sleep Disorders Centers di Universitas Michigan di Ann Arbor, Amerika Serikat.

Kini ada banyak gangguan tidur yang bisa membuat Si Kecil tidak bisa memejamkan mata dengan tenang.

Jenis Gangguan Tidur pada Anak

Lalu apa saja sih yang termasuk sebagai gangguan tidur pada Si Kecil dan wajib mendapat perhatian dari Moms dan Dads?

1. Bed wetting atau Mengompol

keluarga, balita

Foto: lacuarta.com

Mengompol adalah hal yang paling sering dialami Si Kecil saat belum terlatih untuk buang air kecil sebelum tidur. Namun, kalau Si Kecil sudah mengompol terlalu sering, hal ini bisa dikategorikan sebagai gangguan sleep enuresis.

Moms dan Dads bisa memeriksanya dengan cara cek frekuensinya apakah Si Kecil yang berusia di atas lima tahun masih sering mengompol atau setidaknya mengompol dua kali dalam seminggu secara rutin.

Sleep enuresis bisa disebabkan banyak hal, termasuk infeksi, stres, kafein, atau kondisi medis lainnya.

Baca Juga: Apa Penyebab Anak Ngompol?

2. Menggertak Gigi

keluarga, balita

Foto: raisingchildren.net.au

Apakah Moms dan Dads pernah mendapati Si Kecil tidur sambil menggertakkan giginya? Menggertakkan gigi atau sleep bruxism juga merupakan salah satu ciri dari gangguan tidur atau sleep apnea.

Ada beberapa penyebab Si Kecil sering menggertakkan gigi saat tidur? Seperti yang dikutip dari American Academy of Sleep Medicine (AASM), Salvatore P. Insana, peneliti studi mengenai sleep apnea dari West Virginia University, menyatakan bahwa hal ini juga bisa jadi terkait pada hal-hal psikologis yang dirasakan anak. “Sleep bruxism bisa disebabkan oleh stres dan kecemasan yang dirasakan di dalam anak di sekolah,” jelas Salvatore.

3. Selalu Berkeringat saat Tidur

keluarga, balita

Foto: freepik.com

Baru beberapa jam tidur Si Kecil sudah basah kuyup seperti habis olahraga. Moms dan Dads, berkeringat terus menerus hingga bantal dan seprei basah juga tanda bahwa Si Kecil memiliki gangguan tidur.

Waspadai tanda sleep apnea bila anak tidak demam tetapi sering berkeringat setiap malam. Keringat yang keluar dari tubuhnya merupakan reaksi ketika tubuh kekurangan oksigen atau mengalami penurunan kadar oksigen.

Selain itu, hal ini juga bisa terjadi akibat detak jantung yang tidak beraturan yang berhubungan dengan stres atau kecemasan yang ia alami, persis seperti yang dijelaskan oleh Salvatore.

Baca Juga: Keringat Berlebih Pada Anak, Normalkah?

4. Mendengkur

keluarga, balita

Foto: freepik.com

Sepertinya lucu kalau mendengar balita mendengkur. Namun, hal ini bukan sesuatu yang baik untuk tumbuh kembangnya, Moms. Balita yang mendengkur termasuk salah satu gangguan tidur dan bisa jadi memiliki masalah pada pernapasannya sehingga ketika balita kesulitan bernapas, Moms harus cepat memperbaiki posisi tidurnya agar Si Kecil tak mendengkur lagi.

Mengapa bisa demikian? Jika Si Kecil mendengkur saat tidur itu berarti terdapat aliran udara yang tidak normal masuk melalui jalan napasnya yang memanjang dari hidung dan mulut hingga ke paru-paru.

Jika terus berlangsung, periksakan Si Kecil pada dokter THT sebab dengkuran yang dialaminya bisa jadi akibat dari alergi atau pembesaran amandel.

5. Tidur Sambil Berjalan

keluarga, balita

Foto: freepik.com

Dikutip dari lembar fakta The Royal Children's Hospital Melbourne, sleepwalking atau somnambulance adalah gangguan tidur yang umum terjadi pada balita usia 4-8 tahun, bahkan satu dari tiga anak pasti mengalaminya.

Biasanya, saat setengah terbangun Si Kecil akan mengelilingi rumah. Tak ayal, mereka pun bisa pipis di mana saja atau melakukan kegiatan yang terjadi tanpa mereka sadari.

Walau biasanya Si Kecil bisa diajak berkomunikasi saat sedang sleepwalking, tapi keesokan harinya ia tidak akan mengingat apa-apa.

Jika ini terjadi pada Si Kecil, pastikan setiap sudut rumah tidak dapat melukainya. Simpan benda-benda tajam di tempat yang aman agar tidak menimbulkan luka saat Si Kecil kedapatan tidur sambil berjalan.

Baca juga: Anak Sering Tidur Berjalan, Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

Jika gangguan tidur di atas mulai tak bisa dikontrol, segeralah kunjungi dokter keluarga kepercayaan Moms untuk mendapatkan solusi yang terbaik bagi tumbuh kembang Si Kecil.

ERN/KM

Artikel Terkait