KEHAMILAN
5 Juli 2020

Penyebab Gangguan Makanan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Riwayat memiliki anoreksia hingga bulimia sebelum hamil dapat menjadi penyebab gangguan makan saat hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Menjadi ibu hamil biasanya merupakan saat-saat kebahagiaan memuncak, serta kecemasan yang mengiringi.

Menyaksikan tonjolan di perut tumbuh dan menukar celana yang ketat dengan celana khusus kehamilan merupakan hal yang sebagian orang tunggu-tunggu. Tapi, sebagian lagi tidak menyukai hal ini.

Bagi sebagian calon ibu tersebut, kehamilan adalah saat di mana kekhawatiran citra tubuh lebih tinggi, dan bagi mereka yang berjuang dengan gangguan makan. Gangguan makan saat hamil selama sembilan bulan dapat menjadikannya sebagai masalah serius.

American Pregnancy Association mengungkapkan dua jenis ganguan makan yang paling umum yaitu anoreksia dan bulimia.

Anoreksia melibatkan diet obsesif atau kelaparan untuk mengendalikan berat badan. Sedangkan, bulimia melibatkan pesta makan dan muntah atau menggunakan obat pencahar untuk membersihkan tubuh dari kelebihan kalori.

Kedua jenis kelainan makna ini dapat berdampak negatif pada proses reproduksi dan kehamilan.

Baca Juga: Gangguan Makan Penyebab Infertilitas?

Penyebab Gangguan Makan Saat Hamil

gangguan makan-1.jpg

Gangguan makan sering terjadi di bawah alam sadar karena rasa malu. Ibu hamil mungkin mengalami perasaan bersalah dan malu karena takut penilaian dari orang lain.

Akibatnya, mereka engggan mengungkapkan masalah mereka, dan dalam banyak kasus mungkin tidak percaya atau mengakui kepada diri bahwa memiliki masalah.

Lalu, apa penyebab lain gangguan makan saat hamil?

Riwayat Sebelum Hamil

Dilansir dari artikel eatingdisorderhope, biasanya, wanita yang memiliki gangguan makan saat hamil, seperti anoreksia atau bulimia, berjuang dengan kondisi ini sebelum hamil.

Bagi beberapa wanita, perubahan dan gejala yang berhubungan dengan kehamilan dapat memperburuk gangguan makan, seringkali mempersulit kehamilan dan membahayakan kesehatan ibu dan Si Kecil dalam kandungan.

Untuk wanita lain, kehamilan dapat mendorong perbaikan atau remisi dalam gangguan makan mereka, karena ibu berusaha untuk meningkatkan hasil untuk dirinya dan bayi.

Bagaimanapun, karena kebutuhan penting bagi ibu dan bayi yang sedang berkembang, perawatan profesional harus dicari untuk memastikan gangguan makan tidak mengganggu pertumbuhan normal dan perkembangan kehamilan.

Baca Juga: 3 Jenis Gangguan Makan yang Dapat Terjadi pada Wanita

Peristiwa yang Mengubah Hidup

Moms, memiliki seorang bayi merupakan tanggung jawab yang besar dan hal ini termasuk dalam peristiwa yang mengubah hidup, kegelisahan, dan kesulitan sehingga menjadi faktor yang berkontribusi pada stres yang juga memacu gangguan makan saat hamil.

Orang yang mengalami gangguan makan cenderung memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang terbatas, dan 'ritual' gangguan tersebut dapat membuat mereka merasa seperti mereka mendapatkan kembali semacam kontrol. Dan menjadikan gangguan makan sebagai pengendalian perasaan agar merasa lebih baik.

Bahkan, Moms mungkin tidak menyadari bahwa memiliki kelainan makan. Menurut Tommys.org, gejala-gejalanya dapat meliputi:

  • Menghabiskan banyak waktu mengkhawatirkan berat badan dan bentuk tubuh
  • Menghindari bersosialisasi saat makanan terlibat
  • Tidak banyak makan
  • Sengaja membuat dirimu sakit
  • Terlalu banyak berolahraga
  • Memiliki kebiasaan atau rutinitas yang sangat ketat di sekitar makanan
  • Perubahan mood

Baca Juga: Yoga Bisa Mengatasi Gangguan Makan, Benarkah?

Cara Mengatasi Gangguan Makan Saat Hamil

Dilansir dari National Eating Disorder, bila Moms tengah hamil dan mengalami gangguan makan, berikut ini cara mengatasinya:

1. Jujur dengan Dokter Kandungan atau Bidan

Moms, ada baiknya jujur dengan keadaan yang dialami baik tentang masa lalu atau masa kini soal gangguan makan. Bila mereka tak peka terhadap perjuangan dan kekhawatiran Moms maka cari dokter lain untuk lebih mempertimbangkan pengalaman yang pernah dialami.

2. Konsultasi dengan Ahli Gizi

Cari ahli gizi dengan keahlian gangguan makan sebelum atau saat hamil. Berbicara dengan ahli gizi sepanjang kehamilan gangguan makan sebelum atau segera setelah hamil. Tak jarang ahli gizi pun sering membantu untuk memantau selepas persalinan.

3. Konseling

Kelompok konseling dan dukungan individu selama dan setelah kehamilan dapat membantu Moms mengatasi kekhawatiran dan ketakutan mengenai makanan, penambahan berat badan, citra tubuh, dan peran baru mengasuh anak.

Kelas-kelas lain tentang kehamilan, persalinan, perkembangan anak, dan keterampilan mengasuh anak juga dapat membantu dalam persiapan untuk tahap kehidupan ini.

4. Timbang Berat Badan

Biarkan bidan atau dokter kandungan menimbang berat badan Moms. Informasi ini sangat penting untuk melacak kesehatan Si Kecil dalam kandungan.

Jika Moms lebih suka untuk tidak memonitor kenaikan berat badan, maka tanyakan kepada dokter tentang berdiri di belakang dan menginstruksikan mereka untuk tidak berbagi angka dengan Moms.

Baca Juga:Sama-sama Gangguan Makan, Apa Bedanya Bulimia dan Anoreksia?

Kehamilan adalah masa perubahan tubuh yang tak bisa dideskripsikan bagi calon Moms dan sangat membuat stres bila memiliki gangguan makan. Bahkan ketika gejala gangguan makan menurun selama kehamilan, kekhawatiran tentang bentuk dan berat badan cenderung tetap tinggi.

Namun yang lain melaporkan merasa terbebas dari masalah berat badan selama kehamilan. Beberapa wanita dengan gangguan makan menghargai kehamilan sebagai konteks baru untuk melihat tubuh mereka dan kemampuannya.

Artikel Terkait