BALITA DAN ANAK
21 Juli 2020

Gangguan Penglihatan pada Anak, Yuk Cari Tahu Lebih Jauh!

Sering memainkan gadget bisa jadi pemicunya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Gangguan penglihatan tidak hanya terjadi pada orang dewasa, bahkan anak-anak yang masih kecil pun bisa mengalami masalah penglihatan, misalnya mata silinder atau mata minus.

Mengatasi gangguan penglihatan pada anak ini biasanya dokter mata menyarankan Si Kecil untuk menggunakan kacamata. Namun jika gangguan penglihatan pada anak masih dalam kategori cukup ringan, terkadang dokter tidak memberikan perawatan apapun.

Biasanya gangguan mata pada anak ini terjadi karena gaya hidup Si Kecil yang tidak sehat, misalnya terlalu sering menatap layar atau terlalu sering menggunakan gadget.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Clavus atau Mata Ikan Pada Anak

Penyebab Gangguan Penglihatan pada Anak

mata anak, mata minus, mata silinder

Foto: webmd.com

Ketika anak menginjak usia 3-6 tahun, kemampuan visual dan penglihatannya sudah jauh berkembang ketimbang masa-masa di usia sebelumnya. Usia inilah mereka mulai piawai mengintegrasikan gerakan tubuh dan penglihatan.

Ada banyak aktivitas yang memerlukan kejelian mereka dalam melihat, mulai dari belajar menulis hingga aktivitas motorik kasar. Dalam kaitannya dengan mata silinder pada anak, hal ini cukup umum terjadi.

Mata silinder atau mata minus pada anak terjadi karena perubahan kelengkungan kornea mata. Konsekuensinya, penglihatan anak akan kabur karena cahaya yang masuk ke mata tidak fokus ke retina kemudian mengakibatkan pandangan buram.

Penyebab mata silinder pada anak tidak selalu karena gaya hidup. Bisa saja anak memang memiliki bentuk lensa mata yang berbeda sejak lahir. Artinya, ada faktor genetik yang berpengaruh di sini.

Faktor lain yang bisa menyebabkan mata minus pada anak adalah operasi mata hingga cedera pada mata.

Tanda-tanda Gangguan Penglihatan pada Anak

mata anak, mata minus, mata silinder

Foto: aucklandeye.co.nz

Anak bisa saja mengalami mata silinder sejak lahir. Namun, biasanya hal ini tidak diketahui sampai mereka melakukan tes mata.

Para orangtua perlu ingat bahwa tes kesehatan mata ini sangatlah penting agar kondisi mata minus atau mata silinder pada anak segera terdeteksi.

Baca Juga: 4 Penyebab Penglihatan Buram selama Kehamilan, Simak di Sini!

Beberapa tanda-tanda anak yang mengalami mata silinder, antara lain:

  • Sering mengucek mata meskipun tidak mengantuk
  • Mata terlihat berair
  • Memiringkan kepala saat melihat sesuatu 
  • Menutup sebelah mata untuk bisa melihat dengan lebih fokus
  • Menghindari aktivitas yang memerlukan fokus penglihatan
  • Mengeluh mata lelah hingga sakit kepala

Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera periksakan mata anak ke dokter mata.

Mengatasi Gangguan Penglihatan pada Anak

mata anak, mata minus, mata silinder

Foto: shammaseye.com

Ketika hasil tes kesehatan mata menunjukkan ada gangguan seperti mata minus atau mata silinder, dokter biasanya akan menyarankan anak menggunakan kacamata.

Namun jika mata silinder atau mata minus pada anak masih cukup ringan, kadang dokter tidak memberikan perawatan apapun.

Selain menggunakan kacamata dengan resep khusus, ada juga yang memilih pengobatan dengan metode operasi laser. Namun tentu pertimbangan untuk melakukan operasi ini harus benar-benar matang.

Baca Juga: 3 Masalah Mata yang Umum Dialami Bayi

Cara Mencegah Gangguan Penglihatan pada Anak

mata anak, mata minus, mata silinder

Foto: aspirevisioncare.com

Penyebab mata silinder pada anak bisa saja dicegah selama bukan bawaan lahir atau faktor keturunan. Tentu saja hal ini berkaitan dengan gaya hidup. Untuk itu, orang tua bisa mengupayakan untuk mencegah mata silinder dengan cara:

1. Rutin Periksa Mata 

Memeriksakan kesehatan mata seharusnya menjadi hal yang memang dijadwalkan secara berkala. Akan lebih baik jika pemeriksaan tidak harus menunggu anak mengeluh soal penglihatannya.

Dengan rutin memeriksakan mata anak, maka gangguan apapun bisa terdeteksi dengan mudah.

2. Melatih Penglihatan Anak

Aktivitas yang menuntut penglihatan anak melihat dari jarak dekat dan jarak jauh juga bisa melatih penglihatan mereka. Anak-anak yang masih kecil masih berada dalam fase mengenali stimulus yang ada di sekitar mereka.

Sebisa mungkin, ajak anak untuk beraktivitas di luar ruangan dan melihat objek jarak jauh. Di sisi lain, melibatkan anak dalam aktivitas yang memerlukan penglihatan jarak dekat seperti menggambar atau menulis juga bisa jadi pilihan.

Baca Juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak agar Tetap Cemerlang

3. Konsumsi Sayur dan Buah-buahan 

Tidak ada salahnya membiasakan anak mengonsumsi sayur dan buah-buahan berwarna hijau atau kekuningan. Jenis sayur dan buah seperti wortel, citrus, berry, hingga sayuran hijau juga pasti bermanfaat bagi kesehatan mereka.

4. Batasi Penggunaan Gadget

Memang frekuensi screen time tidak selalu menjadi faktor utama penyebab mata silinder pada anak. Namun tidak ada salahnya membatasi screen time agar mata tidak lelah terus menerus digunakan untuk melihat visual bergerak dan terpapar sinar dari layar.

Ketika dokter mata mendiagnosis anak mengalami mata silinder atau mata minus, berikan motivasi untuk memakai kacamata. Cara sederhana seperti mengajak mereka memilih sendiri frame kacamata bisa jadi langkah efektif.

Selain itu, tugas orangtua adalah meyakinkan anak bahwa memakai kacamata sangatlah bermanfaat bagi mereka. Berikan contoh dengan detil apa keuntungan yang bisa mereka rasakan dengan memakai kacamata. Misalnya, mereka bisa bermain sepeda dengan lebih lincah ketika sudah memakai kacamata.

Tak ketinggalan, jangan ajak anak memeriksakan kesehatan mata ke dokter ketika mood mereka kurang baik. Jadikan momen bertemu dokter mata menjadi hal yang menyenangkan baginya, bukannya tuntutan yang menjemukan.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai gangguan penglihatan pada anak yang perlu Moms ketahui. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan Moms?

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait