PROGRAM HAMIL
19 November 2019

Gaya Hidup Vegan dan Pengaruhnya Terhadap Kesuburan Pasangan

Apakah gaya hidup vegan baik untuk kesuburan?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Simak yuk, apakah gaya hidup vegan bisa mempengaruhi tingkat kesuburan seorang calon ibu.

Sebagian orang memilih untuk menghindari mengonsumsi protein hewani dan hanya mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Gaya hidup ini umumnya disebut vegetarian.

Pada praktiknya, vegetarian terbagi lagi ke dalam beberapa kelompok. Semuanya tidak makan daging, tetapi sebagian ada yang masih mengonsumsi produk turunan hewan (telur, susu, keju, madu), sedangkan sebagian tidak sama sekali.

Orang yang tidak makan daging dan tidak mengonsumsi produk turunan hewan ataupun makanan yang mengandung produk turunan hewan disebut menganut gaya hidup vegan.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pelaku gaya hidup vegan, muncul pertanyaan bagaimana efeknya terhadap kesuburan.

Sebab menurut para ahli, salah satu cara untuk menjaga kesuburan atau meningkatkan peluang hamil adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk protein hewani seperti daging dan ikan.

Baca Juga: Sedang Makan Sehat, Ini Dia 4 Restoran Ramah Vegan di Jakarta

Gaya Hidup dan Hubungannya dengan Program Hamil

Gaya Hidup Vegan dan Pengaruhnya Terhadap Kesuburan 01.jpg

Foto: healthline.com

Dikutip dari situs web Cleveland Clinic, sebuah studi di Australia (2018) menyebutkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak fast food dan kurang makan buah-buahan dapat mempersulit upaya perempuan untuk bisa hamil.

“Saya percaya bahwa pola makan atau diet dapat mempengaruhi kesuburan [perempuan]. Namun, kesuburan juga dipengaruhi oleh kebiasaan merokok, obesitas, kurang tidur, dan kurang berolahraga,” ujar Rebecca Flyckt, M.D., dokter spesialis kesuburan.

Studi tersebut merekomendasikan pasangan yang hendak menjalani program hamil agar:

  • Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan segar
  • Menghindari konsumsi fast food, makanan olahan, serta makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi (termasuk yang bersoda)
  • Menghindari alkohol, merokok, dan narkoba
  • Mencukupi kebutuhan tidur harian
  • Rajin berolah raga, termasuk di luar ruangan

Menurut dokter Flyckt, sel telur membutuhkan waktu sekitar 90 hari untuk berovulasi sebelum proses pematangan.

Oleh karena itu, Moms dan Dads disarankan memulai pola hidup sehat sebagaimana disarankan oleh studi tersebut sekitar tiga bulan sebelum memulai program hamil.

Baca Juga: Cara Agar Gizi Ibu Hamil Vegetarian Senantiasa Terpenuhi

Tidak Ada Jalan Pintas Lewat Perubahan Gaya Hidup Vegetarian

Gaya Hidup Vegan dan Pengaruhnya Terhadap Kesuburan 02.jpg

Foto: ponics.org

Namun, dokter Flyckt juga mengingatkan bahwa tidak ada cara cepat yang dapat membantu pasangan untuk dapat cepat hamil.

“Mengubah pola hidup lama menjadi gaya hidup vegan juga bukan solusi yang akan serta merta membuat seorang perempuan mudah hamil,” ujarnya.

Pendapat senada diutarakan oleh Sophie Medlin, ahli diet terdaftar dan direktur City Dietitians mengenai vegetarianisme, kesuburan, dan kehamilan.

Menurutnya, menjalani gaya hidup vegetarian tidak akan mengurangi peluang perempuan untuk bisa hamil.

“Secara umum, pola makan vegetarian yang seimbang, yang masih mengonsumsi telur dan produk turunan susu dapat membantu mencukupi kebutuhan seluruh nutrisi yang diperlukan untuk menjaga kesuburan,” kata Medlin.

Salah satu hal yang dikhawatirkan bagi penganut gaya hidup vegan maupun vegetarian adalah tubuh mereka akan memiliki kadar vitamin D, B, zat besi, dan asam lemak esensial yang rendah.

“Sumber asam lemak esensial terbaik untuk perkembangan otak adalah ikan atau minyak alga yang bisa diperoleh melalui suplementasi,” tambah Medlin.

Dikutip dari jurnal Frontiers in Public Health, yang ia tekankan bagi penganut gaya hidup vegan dan vegetarian adalah memastikan asupan yang dikonsumsi bersifat alami.

Bila penganut gaya hidup vegan banyak mengonsumsi makanan olahan, mengonsumsi sedikit sayuran dan buah-buahan segar, maka kesuburannya pun akan terpengaruh, sama seperti orang-orang yang pola makannya kurang sehat.

Baca Juga: Anak Tidak Mau Makan Buah dan Sayur, Bagaimana Cara Mengatasinya?

(AN)

Artikel Terkait