PROGRAM HAMIL
22 April 2020

9 Gaya Hidup yang Memengaruhi Kesuburan, Wajib Tahu!

Mulai dikurangi agar dapat memiliki kesempatan untuk hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bagi Moms yang hendak melakukan program hamil tentu paham dengan pentingnya memiliki kesuburan yang baik. Pasangan dengan infertilitas akan sulit untuk bisa mempunyai keturunan.

Penting memerhatikan gaya hidup yang dapat memengaruhi kesuburan. Mengutip American Academy of Family Physicians, infertilitas yaitu pasangan suami istri yang tidak dapat hamil setelah satu tahun berhubungan seks tanpa kontrasepsi.

"Menurut beberapa penelitian, gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesuburan yang mempersulit pasangan memperoleh keturunan," kata dr. Shanty Olivia Jasirwan, Sp. OG-KFER, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah - Pondok Indah.

Gaya Hidup yang Memengaruhi Kesuburan

Gaya hidup adalah salah satu faktor yang masih dapat diubah untuk bisa meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesuburan terutama pada wanita.

Mengutip jurnal Reproductive Biology and Endocrinology, faktor gaya hidup dapat sangat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan, termasuk kesuburan.

Banyak faktor gaya hidup seperti usia untuk memulai keluarga, nutrisi, berat badan, olahraga, stres psikologis, paparan lingkungan dan pekerjaan, dan hal lain yang dapat memberikan efek besar pada kesuburan.

Baca Juga: 2 Kebiasaan Tidur Ini Ternyata Mempengaruhi Kesuburan!

1. Menunda Usia Menikah dan Hamil pada Perempuan

gaya hidup yang memengaruhi kesuburan-1

Foto: Orami Photo Stock

Munculnya tren menunda usia pernikahan atau kehamilan demi alasan mengejar karir yang belakangan ini marak, merupakan salah satu penyebab sulitnya pasangan suami istri mendapatkan keturunan.

Dalam American Pregnancy Association, peningkatan infertilitas mungkin disebabkan karena lebih banyak wanita menunda berkeluarga sampai saat kesehatan reproduksi mereka mulai menurun.

"Kesuburan wanita akan menurun sesuai dengan bertambahnya usia. Terutama usia di atas 37 tahun, ketika kuantitas dan kualitas sel telur menurun cepat dan akan merosot drastis, hingga akhirnya menopause," jelas dr. Shanty.

Menurut Medical Journal of Indonesia, akan terjadi perlambatan kemampuan untuk hamil pada usia 35 tahun. Wanita berusia 40 tahun atau lebih, kemungkinan kehamilan justru berkurang 50 persen setiap tahunnya.

2. Merokok

gaya hidup yang memengaruhi kesuburan-2

Foto: Orami Photo Stock

Gaya hidup yang memengaruhi kesuburan lain adalah merokok. Kebiasaan merokok tidak hanya berdampak buruk pada kesuburan, namun pada kesehatan secara umum, baik bagi wanita maupun pria.

Pada pria, merokok dapat menyebabkan produksi sperma menurun, motilitas (pergerakan sperma), dan morfologi (bentuk sperma) yang normal. Selain itu, ada juga efek terhadap kerusakan DNA (materi genetik) sperma.

"Sementara pada wanita, kandungan pada rokok selain dapat mengacaukan hormon, juga dapat memengaruhi kualitas sel telur," kata dr. Shanty.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Vape? Ini Kata Dokter Kandungan!

3. Berat Badan

gaya hidup yang memengaruhi kesuburan-3

Foto: Orami Photo Stock

Berat badan seseorang sering berkaitan dengan kebiasaan makan dan banyaknya aktivitas. Berat badan yang berlebihan atau kurang memiliki efek samping kesehatan yang cukup luas, termasuk dengan kesuburan.

Berat badan yang tidak ideal ini berarti indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi (IMT lebih dari 25) atau rendah (IMT kurang dari 20). Pada wanita, berat badan obesitas atau kurang dapat memicu gangguan kesuburan akibat ketidakseimbangan hormonal dan gangguan ovulasi.

Pada pria, dalam studi yang ditulis pada jurnal Medicine, disebutkan ada hubungan antara IMT rendah dan kualitas sperma, yang menunjukkan bahwa IMT rendah mungkin jadi faktor infertilitas pada pria.

"Sementara, berat badan berlebih dapat meningkatkan kerusakan DNA sperma, dan ada sebuah studi di luar negeri yang membuktikan bahwa disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh faktor kegemukan," jelas dr. Shanty.

4. Olahraga Berlebihan

gaya hidup yang memengaruhi kesuburan-4

Foto: Orami Photo Stock

Di satu sisi, olahraga teratur merupakan salah satu gaya hidup yang baik untuk kesehatan, termasuk kesuburan. Aktivitas fisik punya dampak positif terhadap kesuburan, terutama seseorang dengan berat badan berlebih.

Namun, olahraga berlebihan ternyata gaya hidup yang pengaruhi tingkat kesuburan lho, Moms. Ada efek negatif terhadap keseimbangan energi pada tubuh, sehingga dapat memengaruhi sistem reproduksi.

Dalam jurnal Reproductive Biomedical Online, olahraga berlebihan dapat secara negatif mengubah keseimbangan energi dalam tubuh dan memengaruhi sistem reproduksi

"Jika kebutuhan energi melebih jumlah asupan makanan, maka terjadi keseimbangan negatif dan berefek pada gangguan pusat pengatur hormon di otak (disfungsi hipotalamus) sehingga terjadilah siklus haid yang tidak teratur," ungkap dr. Shanty.

Olahraga berlebihan dilakukan dengan frekuensi yang sering, intensitas tinggi, dan durasi yang lama. Salah satu contohnya jenis olahraga kardiovaskular (seperti bersepeda dan aerobik) yang dilakukan lebih atau sama dengan 4 jam per minggu.

Pada laki-laki, olahraga berlebihan juga dapat menurunkan kesuburan, yaitu menurunnya semua parameter sperma, apabila berolahraga dengan frekuensi, intensitas, dan durasi yang tinggi (lebih dari 5 jam per minggu).

Baca Juga: Wajib Tahu Nih, Dos dan Don’ts Olahraga saat Hamil

5. Stres Psikologis

gaya hidup yang memengaruhi kesuburan-5

Foto: Orami Photo Stock

Walaupun secara ilmiah masih belum terbukti secara kuat, stres psikologis dikatakan dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan berakibat buruk terhadap kesuburan.

Pada wanita, stres psikologis berimplikasi pada sistem hormonal, imunologi, dan sistem saraf otonom yang secara tidak langsung berefek pada kemampuan reproduksi seorang wanita.

Dalam Journal of Reproductive and Infant Psychology, stres psikologis seperti gangguan kecemasan atau depresi, memengaruhi 30 persen wanita yang menghadiri klinik infertilitas, kemungkinan karena diagnosis dan perawatan infertilitas.

Karena itu, penting untuk melakukan gaya hidup dengan minim stres, sehingga dapat memengaruhi kesuburan menjadi lebih baik.

6. Konsumsi Kafein Berlebihan

gaya hidup yang memengaruhi kesuburan-6

Foto: Orami Photo Stock

Selain kopi, minuman atau makanan lain dengan kandungan kafein seperti teh, soft drink, serta cokelat dipercaya berkaitan dengan lamanya seseorang mendapatkan keturunan, walaupun mekanisme dan bukti ilmiahnya masih belum terlalu jelas.

"Konsumsi kafein yang berlebihan dapat memengaruhi fungsi reproduksi wanita dengan mengganggu fungsi ovulasi dan perubahan kadar hormon," terang dr. Shanty.

Sebagai upaya menjaga gaya hidup yang bisa memengaruhi kesuburan, Mayo Clinic menyarankan untuk membatasi asupan kafein sebanyak 1-2 ke cangkir kopi dalam sehari.

7. Kebiasaan Minum Alkohol

gaya hidup yang memengaruhi kesuburan-7

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun sudah banyak studi yang mengaitkan alkohol dengan infertilitas, tetapi belum terlalu jelas berapa besar jumlah konsumsi yang berhubungan dengan meningkatnya risiko tersebut.

Dalam Your Fertility, minum minuman alkohol dapat menyebabkan impotensi, mengurangi gairah seks (libido) dan kinerja seksual, serta memengaruhi kualitas sperma.

Konsumsi alkohol juga memiliki efek yang bervariasi terhadap kesuburan wanita, antara lain menurunnya angka penempelan janin di rahim, meningkatnya angka keguguran dan kematian janin, disfungsi ovulasi, dan perkembangan embrio (janin) yang abnormal.

Minum alkohol ketika melakukan program hamil merupakan kebiasaan yang bisa memengaruhi tingkat kesuburan. Kurangi meminum minuman keras dapat menjadi langkah yang optimal.

Baca Juga: Kebiasaan Minum Alkohol Turunkan Kualitas Sperma!

8. Paparan Tinggi Terhadap Polutan dan Zat-zat Kimiawi

gaya hidup yang memengaruhi kesuburan-8

Foto: Orami Photo Stock

Melansir dari Reproductive Science Center of New Jersey, beberapa bahan kimia disebut dapat menciptakan hormon wanita dalam tubuh pria yang mengakibatkan menurunnya produksi sperma.

Peptisida, herbisida, dan insektisida adalah contoh bahan kimia yang dapat memengaruhi kemampuan sperma dalam membuahi sel telur.

9. Sering Terpapar Suhu Tinggi

gaya hidup yang memengaruhi kesuburan-9

Foto: Orami Photo Stock

Suhu udara yang terlalu tinggi terutama di sekitar buah zakar, misalnya kolam air panas atau sauna, terbukti dapat mengganggu kesuburan pada laki-laki akibat produksi sperma yang berkurang.

"Celana ketat juga menyebabkan suhu di sekitar buah zakar menjadi lebih tinggi, yang selanjutnya dapat berdampak buruk pada kualitas sperma," terang dr. Shanty.

Dengan mengurangi gaya hidup buruk yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan pada pria maupun wanita, hal ini tidak hanya memperbaiki kesehatan Moms dan pasangan, tetapi dapat meningkatkan peluang kehamilan dan memiliki anak yang sehat.

Artikel Terkait