3-12 BULAN
2 Agustus 2020

Campak pada Bayi, Berikut Gejala dan Cara Mengatasinya yang Perlu Moms Ketahui

Campak pada bayi perlu Moms ketahui dan tangani dengan baik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Berbagai macam penyakit bisa saja menyerang Si Kecil, apalagi jika Moms tidak memenuhi kebutuhan vaksin anak. salah satu penyakit yang serang menyerang anak adalah campak.

Campak adalah infeksi pada masa kanak-kanak yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan, dan dapat menimbulkan bercak-bercak merah di kulit penderitanya. Penyakit ini sangat umum, namun campak pada bayi bisa selalu dicegah jika memberikan vaksin.

Bila tidak segera dikenali, campak pada bayi bisa berkembang menjadi kondisi yang mampu mengakibatkan penyakit yang lebih serius seperti pneumonia, kerusakan otak, tuli, bahkan mengakibatkan kematian.

Namun angka kematian pada bayi akibat campak telah turun di seluruh dunia karena lebih banyak anak menerima vaksin campak, penyakit ini masih membunuh lebih dari 100.000 orang per tahun, sebagian besar adalah anak yang usianya di bawah 5 tahun.

Dokter biasanya akan memberi bayi dosis pertama vaksin antara 12 dan 15 bulan usianya, dengan dosis kedua biasanya akan diberikan antara usia 4 dan 6 tahun. Namun perhatikan beberapa kondisi berikut ini:

  • Jika Moms akan bepergian ke luar negeri saat anak Anda berusia 6 hingga 11 bulan, bicarakan dengan dokter anak tentang mendapatkan vaksin campak lebih awal dari yang dianjurkan.
  • Jika anak Moms tidak mendapatkan dua dosis pada waktu yang disarankan, ia mungkin membutuhkan dua dosis vaksin dalam empat minggu berselang secara terpisah.

Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala campak pada bayi, sebelum terlambat. Langkah ini juga dapat dilakukan sebagai bagian dari pencegahan campak, sebagai pendamping pemberian vaksin.

Baca Juga: Ini Bedanya Campak dan Tampek pada Anak

Kenali Gejala Campak pada Bayi

campak pada bayi

Gejala campak pada bayi bisa terjadi dalam berbagai macam bentuk. Awalnya, akan terlihat sebagai flu berat yang muncul disertai demam, batuk, ingus, dan kemerahan pada mata.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala campak muncul 7 hingga 14 hari setelah bayi kontak dengan virus dan biasanya diikuti dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata berair. Namun ciri utama dari campak adalah adanya bintik-bintik merah di kulit.

Bercak merah akan muncul 3-5 hari setelah gejala campak mulai dirasakan. Biasanya dimulai sebagai bintik merah datar yang muncul di wajah di garis rambut dan menyebar ke bawah ke leher, batang, lengan, kaki, dan kaki. Perhatikan beberapa hal berikut ini juga:

  • Benjolan kecil yang timbul juga dapat muncul di atas bercak merah datar.
  • Bintik-bintik itu dapat bergabung bersama lalu menyebar dari kepala ke bagian tubuh lainnya.
  • Ketika ruam muncul, demam anak dapat melonjak hingga lebih dari 40 derajat Celcius, demam yang tergolong sangat tinggi.

Tak jarang, anak-anak yang terserang campak, juga menderita infeksi telinga.

Kemudian bintik-bintik yang menonjol ini juga akan menimbulkan rasa gatal. Kondisi ini dapat berlangsung sektiar 5 hari. Kemudian, umumnya bintik akan mereda dan berubah warna menjadi kecokelatan, dan membuat kulit menjadi kering.

Tidak hanya gatal saja, kondisi ini juga dapat menimbulkan nyeri di otot. Selain itu, gejala campak juga membuat bayi menjadi susah makan, rewel, dan batuk yang terus bertambah parah, terutama saat malam hari.

Moms juga harus waspada pada periode campak yang bisa menular. Campak pada bayi dapat menyebarkan virus ke orang lain selama sekitar delapan hari, dimulai empat hari sebelum ruam muncul dan berakhir ketika ruam telah ada selama empat hari.

Maka dari itu, anak-anak yang terinfeksi campak harus dijauhkan dari orang lain selama 4 hari setelah ruam mereka muncul. Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, ini harus dilanjutkan sampai mereka pulih sepenuhnya dan semua gejala hilang.

Baca Juga: Imunisasi Campak, Ini Pentingnya untuk Anak, Jangan Sampai Terlewat!

Mengatasi Gejala Campak pada Bayi

campak pada bayi

Apabila Si Kecil mulai menunjukkan gejala-gejala campak di atas, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah membuatnya tetap merasa nyaman hingga kondisinya sehat kembali.

Campak disebabkan oleh virus, karena itu, penyakit ini tidak dapat diatasi dengan antibiotik. Umumnya, bayi dapat membaik dalam waktu kurang lebih satu minggu.

Berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk membuat Si Kecil tetap merasa nyaman, dan mempercepat penyembuhannya

  • Bayi harus mendapatkan istirahat yang cukup.
  • Jangan biarkan bayi berkumpul dengan bayi lain, hingga setidaknya 4 hari setelah bercak merah muncu, karena bisa menular.
  • Pastikan anak tidak dehidrasi. Berikan banyak ASI, atau jika bayi mengonsumsi susu formula, berikan susu seperti biasa serta air matang dengan suhu ruangan.
  • Untuk meredakan batuk, Moms dapat menempatkan semangkuk air panas di kamarnya, untuk memberikan kelembapan udara.
  • Moms juga dapat memberikan paracetamol maupun ibuprofen khusus bayi, untuk membantu meredakan nyeri dan demam yang dirasakan.

Baca Juga: Cacar Air pada Bayi, Ini 4 Fakta yang Harus Diketahui

Paracetamol khusus bayi dapat diberikan pada bayi yang berusia di atas dua bulan dan tidak lahir prematur, serta memiliki berat badan lebih dari 4 kilogram. Sementara itu, ibuprofen khusus bayi hanya dapat diberikan pada bayi, yang telah berusia lebih dari 3 bulan dan memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram.

Konsultasikan kepada dokter sebelum memberikan obat kepada Si Kecil apabila ragu mengenai jenis dan dosis yang tepat. Anak yang menderita campak harus diawasi secara ketat oleh dokter. Sebab pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi lain seperti:

Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter, apabila gejala campak pada bayi mulai muncul. Semakin cepat perawatan dimulai, maka tingkat keberhasilan perawatan juga akan semakin baik.

Selain itu, Moms bisa mencegahnya dengan lengkapi jadwal imunisasi wajib, anak agar kesehatannya senantiasa terjaga.

Namun ingat, cara terbaik untuk melindungi anak-anak dari campak adalah dengan memastikan mereka mendapatkan vaksin yang tepat seperti yang telah disebutkan di atas.

Untuk sebagian besar anak-anak, perlindungan campak adalah dengan pemberian vaksin Measles Mumps Rubella (MMR) atau vaksin Measles Mumps Rubella Varicella (MMRV) yang diberikan ketika anak Moms menginjak usia 12 hingga 15 bulan dan diulangi ketika mereka berusia 4 hingga 6 tahun. tahun.

Vaksin ini dapat diberikan kepada bayi berusia 6 bulan jika mereka akan bepergian ke luar negeri. Konsultasikan dengan dokter anak untuk melihat kapan vaksin diperlukan.

Itu dia Moms beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang gejala campak pada bayi. Pastikan Si Kecil tidak menularkan penyakit tersebut pada teman atau orang lain di sekitanya ya.


Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait