2-3 TAHUN
8 Oktober 2020

Anemia pada Anak, Wajib Tahu Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Cari tahu juga cara mengatasinya ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tahukah Moms bahwa seorang anak pun bisa terkena anemia? Ya, Anemia merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi pada semua usia, tanpa terkecuali anak-anak.

Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), anemia berarti tak tercukupinya sel darah merah dalam tubuh.

Sel darah merah diisi dengan hemoglobin, protein berpigmen khusus yang memungkinkan untuk membawa dan mengirimkan oksigen ke sel-sel lain dalam tubuh.

Sel-sel di otot dan organ Si kecil membutuhkan oksigen ke sel-sel lain dalam tubuh. Sedangkan, penurunan jumlah sel darah merah dapat memberi tekanan pada tubuh.

Baca Juga: Anemia Aplastik: Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Menurut dokter anak, Robin E Miller, MD ada beberapa ciri anemia pada anak, yaitu :

  • Kulit pucat atau kuning
  • Pipi dan bibir pucat
  • Lapisan kelopak mata dan kuku mungkin terlihat kurang merah muda dari biasanya
  • Sifat lekas marah
  • Kelemahan ringan
  • Mudah lelah, tidur lebih sering
  • Anak-anak yang mengalami kerusakan sel darah merah dapat mengalami jaundice (kulit atau mata menguning) dan memiliki teh hitam atau air seni berwarna cola

Anemia pada anak berat mungkin memiliki tanda dan gejala tambahan:

  • Sesak napas
  • Detak jantung yang cepat
  • Tangan dan kaki bengkak
  • Sakit kepala
  • Pusing dan pingsan

Apa sebenarnya penyebab anemia pada anak ini? Yuk kita simak penjelasannya di bawah ini Moms.

Penyebab Anemia pada Anak

anemia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu jenis anemia pada anak yang sering terjadi adalah anemia defisiensi besi umum pada anak. Jenis anemia ini disebabkan ketika hemoglobin dalam darah kurang. Kondisi ini terjadi karena tiga faktor utama:

1. Kehilangan Darah

Penyebab anemia pada anak yang pertama adalah kehilangan darah. Kondisi yang menjadi penyebab kehilangan darah dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada anak.

Beberapanya seperti tukak lambung (yang jarang terjadi pada anak-anak), peradangan usus kronis, hingga parasit dalam tubuh seperti cacing kait.

2. Menu Makan yang Buruk

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah menu makan buruk. Anak-anak berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi karena kebutuhan zat besi mereka lebih tinggi, dan makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi asupan zat besi tersebut.

Karena itu, pola makan buruk dan minim zat besi bisa memicu kondisi anemia defisiensi besi pada anak.

Anak yang konsumsi lebih banyak susu juga bisa mengalami anemia defisiensi besi.

Ini karena susu merupakan sumber zat besi yang buruk, sehingga Si Kecil berisiko kekurangan zat besi.

3. Kondisi Penyakit Tertentu

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah kondisi penyakit tertentu. Ada beberapa jenis penyakit tertentu yang bisa menyebabkan anemia defisiensi besi pada anak.

Penyakit ini membuat tubuh tidak mampu menyerap zat besi dari makanan. Misalnya penyakit celiac atau penyakit Crohn.

4. Diet Rendah Zat Besi

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah diet rendah zat besi. Seorang anak mendapat zat besi dari makanan dalam makanannya. Tapi, hanya sejumlah kecil zat besi dalam makanan yang benar-benar diserap oleh tubuh.

  • Bayi baru lahir cukup bulan, lahir dari ibu yang sehat, memiliki zat besi yang mereka dapatkan selama 3 bulan terakhir kehamilan.
  • Bayi dari ibu yang menderita anemia atau masalah kesehatan lainnya mungkin tidak memiliki cukup zat besi yang disimpan. Dan bayi yang lahir lebih awal mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi.
  • Pada usia 4 sampai 6 bulan, zat besi yang disimpan selama kehamilan berada pada level yang rendah. Dan lebih banyak zat besi digunakan saat bayi tumbuh.
  • American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar bayi Moms hanya diberi ASI selama 6 bulan pertama. Tetapi ASI tidak memiliki banyak zat besi, sehingga bayi yang hanya disusui mungkin tidak memiliki cukup zat besi.
  • Bayi dan balita yang lebih tua mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanannya.

5. Perubahan pada Tubuh Anak

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah perubahan pada tubuh anak. Saat tubuh mengalami percepatan pertumbuhan, dibutuhkan lebih banyak zat besi untuk membuat lebih banyak sel darah merah.

6. Masalah Saluran Pencernaan

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah masalah saluran pencernaan. Penyerapan zat besi yang buruk sering terjadi setelah beberapa bentuk operasi gastrointestinal.

Saat Moms mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, sebagian besar zat besi diserap di usus kecil bagian atas. Setiap kelainan pada saluran gastrointestinal (GI) dapat mengubah penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia defisiensi besi.

Mengatasi Anemia pada Anak

mengatasi anemia pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan anemia pada anak akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak kita. Itu juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya. Beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mengatasinya adalah sebagai berikut.

1. Minum Suplemen Zat Besi

Cara mengatasi anemia pada anak yang pertama adalah dengan minum suplemen zat besi. Tetes atau pil zat besi diminum selama beberapa bulan untuk meningkatkan kadar zat besi dalam darah. Suplemen zat besi dapat mengiritasi lambung dan menghitamkan gerakan usus.

Mereka harus diminum saat perut kosong atau dengan jus jeruk untuk meningkatkan penyerapan. Mereka jauh lebih efektif daripada perubahan pola makan saja. Jika anak tidak dapat minum obat tetes atau pil, zat besi IV mungkin diperlukan, tetapi ini sangat tidak biasa.

2. Diet Makanan yang Kaya Zat Besi

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan diet makanan kaya zat besi. Mengonsumsi makanan kaya zat besi dapat membantu mengobati anemia defisiensi zat besi pada anak. Sumber zat besi yang baik meliputi:

  • Sereal, roti, pasta, dan nasi yang diperkaya zat besi
  • Daging, seperti daging sapi, babi, domba, hati, dan jeroan lainnya
  • Unggas, seperti ayam, bebek, kalkun, (terutama daging berwarna gelap), dan hati
  • Ikan, seperti kerang, termasuk kerang, remis, dan tiram, sarden, dan ikan teri
  • Sayuran hijau dari keluarga kubis, seperti brokoli, kangkung, lobak, dan sawi
  • Kacang-kacangan, seperti kacang lima dan kacang hijau; Kacang kering dan kacang polong, seperti kacang pinto, kacang polong hitam, dan kacang panggang kalengan
  • Roti dan roti gulung gandum beragi ragi

3. Tingkatkan Asupan Vitamin C

Cara meengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah meningkatkan asupan vitamin C. Anemia cenderung melemahkan sistem kekebalan anak dan karenanya, anak mungkin lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit inflamasi.

Dosis vitamin C yang cukup dapat membantu membentengi anak dari dalam dan pada saat yang sama juga membantu dalam penyerapan zat besi. Sayangi jeruk atau Si Kecil bahkan bisa diberi minum segelas air lemon setiap hari.

4. Campuran Yogurt dengan Kunyit

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan campuran yogurt dan kunyit. Dalam bukunya, 'Ayurvedic Home Remedies', Dr. Vasant Lad menyarankan bahwa mereka yang menderita anemia tipe kapha harus minum secangkir yogurt dua kali sehari, pagi dan sore, dengan satu sendok teh kunyit.

Pada anemia jenis kapha ini, seseorang mungkin mengalami pembengkakan dan kulit menjadi dingin dan lembap. Obat ini membantu menyeimbangkan kapha dosha dalam tubuh.

5. Makan Lebih Banyak Sayuran Hijau

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan makan sayur hijau. Jumlah klorofil yang tinggi yang terkandung dalam sayuran hijau seperti bayam, seledri, sawi, dan brokoli merupakan sumber zat besi yang baik.

Ingatlah bahwa bayam yang dimasak sebaiknya dimasak karena daunnya mengandung asam oksalat yang dapat mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh.

6. Penuhi Asupan Cairan Anak

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan memenuhi asupan cairan anak. Bantu anak untuk mendapat asupan cairan yang cukup. Jus bit atau delima segar berfungsi sebagai pembangun darah yang hebat dan juga pembersih darah.

Bit kaya akan asam folat, Moms bisa menggabungkannya dengan apel atau wortel. Delima, di sisi lain, kaya akan zat besi dan juga mineral lain seperti tembaga dan kalium.

Kedua jus ini, jika diminum anak secara teratur, dapat meningkatkan tingkat energi mereka dengan mendukung aliran darah yang sehat dan membuat Si Kecil merasa lebih aktif.

7. Biji Wijen

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan biji wijen. Makan biji wijen adalah cara lain yang bagus untuk meningkatkan asupan zat besi yang dibutuhkan oleh anak, terutama biji wijen hitam.

Moms bisa merendam biji wijen di dalam air selama dua hingga tiga jam dan kemudian menggilingnya menjadi pasta. Berikan anak minum ini dengan satu sendok teh madu setiap hari.

8. Kismis dan Kurma

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan kismis dan kurma. Buah kering ini menawarkan kombinasi zat besi dan vitamin C.

Hal ini memungkinkan tubuh menyerap zat besi dengan cepat dan efektif. Makan segenggam kismis dan satu atau dua kurma untuk sarapan atau sebagai camilan tengah makan. Mereka juga bisa memberi Si Kecil energi instan.

9. Konsumsi Peterseli

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan konsumsi peterseli. Peterseli, juga dikenal sebagai seledri batu, mungkin merupakan ramuan kuliner paling populer yang digunakan di seluruh dunia. Terlepas dari berbagai komponen bermanfaat lainnya, peterseli sangat tinggi zat besi dan asam folat.

Sejumlah 100 gr peterseli mengandung 5,5 mg zat besi yang berarti setengah cangkir peterseli segar atau sekitar 1 sendok makan ramuan kering ini, dapat memenuhi 10 persen kebutuhan harian tubuh anak akan zat besi! Tidak hanya itu, vitamin C-nya membantu tubuh Si Kecil menyerap zat besi dengan baik.

Cara Mencegah Anemia Pada Anak

Selain melihat gejala, Moms juga bisa melakukan beberapa cara mencegah anemia pada anak berdasarkan penelitian dari AAP:

1. Jangan Berikan Susu Sapi Sampai Anak Berusia di Atas 12 Bulan

Susu

Foto: Orami Photo Stock

Cara mencegah anemia pada anak yang pertama adalah dengan menghindari susu sapi sampai anak di atas 12 bulan. Memberikan susu sapi sebelum anak siap dapat menyebabkan kehilangan darah di tinja dan juga dapat mengurangi jumlah zat besi yang diserap dalam usus.

Jika Moms memberikan ASI eksklusif, bayi akan memiliki persediaan zat besi yang cukup hingga usia setidaknya 4 bulan.

Pada usia 4 bulan, bayi yang diberi ASI harus diberi zat besi sampai mereka cukup makan makanan pendamping yang mengandung banyak zat besi seperti daging atau sereal yang diperkaya zat besi.

Bicarakan dengan dokter anak tentang makanan yang paling cocok, serta berapa banyak tambahan zat besi yang ditumbuhkan.

Jika Moms memberi susu formula kepada bayi, berikan formula dengan zat besi tambahan.

Formula rendah zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi dan tidak boleh digunakan.

Baca Juga: 4 Cara Menghindari Kepala Bayi Peyang

2. Setelah 12 Bulan, Hindari Memberi Lebih dari 2 Gelas Susu Sapi Sehari

Anak Minum Susu

Foto: Orami Photo Stock

Cara mencegah anemia pada anak yang selanjutnya adalah hindari memberi lebih dari dua gelas susu sapi. Langkah mencegah anemia pada anak selanjutnya adalah jangan memberi terlalu banyak susu sapi pada Si Kecil.

Susu rendah zat besi dan dapat membuat anak merasa kenyang, yang dapat mengurangi jumlah makanan kaya zat besi lainnya yang mereka makan.

3. Berikan Makanan Bergizi Seimbang untuk Anak

Anak Makan

Foto: Orami Photo Stock

Beri makanan bergizi seimbang untuk mencegah anemia pada anak. Pilih juga makanan yang mengandung zat besi.

Banyak biji-bijian dan sereal telah menambahkan zat besi (periksa label untuk memastikannya).

Sumber zat besi baik lainnya termasuk daging merah, kuning telur, kentang, tomat, kacang-kacangan, sirup gula, dan kismis.

Baca Juga: Cegukan Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

4. Konsumsi Vitamin C

Konsumsi Vitamin C

Foto: Orami Photo Stock

Usahakan agar seluruh keluarga untuk mengonsumsi buah jeruk atau makanan lain yang tinggi vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi tubuh. Konsumsi vitamin C ini dapat mencegah anemia pada anak.

Nah, sekarang Moms sudah tahu kan berbagai cara mencegah anemia pada anak? Bila Si Kecil menderita anemia, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisinya ke dokter ya, Moms!

Artikel Terkait